
"Sebagai seorang pria,apakah aku tidak cukup baik untuk mu? "Ucap Kenan menatap Aleska yang duduk di samping nya.
"Bukan begitu..."
"Lalu apaa... Bagaimana perasaan mu padaku? "
Aleska terdiam cukup lama memandang Kenan yang menatap dirinya dengan kerinduan yang begitu terpancar.
"Aku tidak mencintai mu. "Ucap Aleska.
"Aku tahu kau sedang berbohong Aleska, aku tahu kau sangat mencintai ku aku.. "
"Aku memang mencinta mu Kenan tapi dulu, sebelum kau membenci ku dan ibuku sebelum kau menyakiti ku aku pernah sangat mencintai mu tapi kau mengecewakan cintaku.. "Ucap Aleska sendu.
Kenan terdiam membisu mendegar setiap ucapan yang dikatakan oleh Aleska, gadis itu tidak salah Kenan memang telah menyakitinya membuat gadis itu begitu terluka dan kini wajar jika dia melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan.
"Aku adalah seorang Dokter dan anda adalah pasien saya jadi kita akan melakukan semua hal sesuai dengan keadaan, lupakan semua kenangan tentang kita sema kebahagiaan yang pernah ada diantara kita. Angap saja kita baru kenal karena kamu adalah pasien dirumah sakit ini. "Terang Aleska meninggalkan Kenan.
Air mata Kenan luruh begitu saja mendegar setiap ucapan Aleska dia benar benar tidak bisa melupakan semua nya tentang mereka.
"Aku akan mencintai mu, entah sampai kapan aku akan memikiki mu Aleska ."Ucap Kenan sebelum gadis itu pergi dari pandanganya.
__ADS_1
Aleska menghapus air matanya dia terisak didepan pintu kamar Kenan sendiri hatinya terasa sakit, lidahnya kelu untuk berbicara hanya ada deru nafas berat yang terdengar.
"Kenapa kalian begitu bodoh menyembuhkan perasaan kalian?"Ucap Naomi dari kejauhan memandang Aleska yang tersedu.
Aleska menghapus air matanya kasar dan mengatur nafasnya dia harus bisa melewati semua ini, hanya dengan semua ini Kenan akan melupakan nya dan dia bisa belajar membuka hatinya untuk Arjuna.
Setelah Aleska pergi Naomi masui kedalam ruangan kakaknya dan berpura pura tak terjadi apa pun, Naomi tersenyum memandang sang kakak yang namapak tersenyum palsu.
"Kau pandai menyembunyikan kesedihan mu.. "Batin Naomi.
"Ada apa?"Gumam Naomi.
"Besok aku sudah bisa kembali,sebaiknya kita pergi jauh dari sini."Ucap Kenan.
"Bisa kau tinggal kan aku sendiri saat ini Naomi. "Ucap Kenan memejamkan matanya.
"Aku akan mengurus kepindahannya ke London. "Gumam Naomi pergi berlalu dari hadapan Kenan.
"Mungkin aku harus bicara pada Arjuna mau sampai kapan mereka bersembunyi dan saling menyakiti perasaan mereka sendiri, aku jadi kasihan pada kak Kenan. "Seru Naomi pergi dari rumah sakit.
Naomi pergi menuju rumah Arjuna karena kemarin dia tahu bahwa laki laki yang tak lain bos nya itu sedang mengambil cuti, Naomi mengerutuk dengan kebodohan kedua orang manusia yang seperti anak kecil itu.
__ADS_1
"Permisi pak saya ingin bertemu dengan pak Arjuna,saya asisten nya di kantor. "Ucap Naomi memberhentikan motornya didepan gerbang yang dijaga oleh satpam itu.
"Oh iya mbk silakan masuk, seperti nya pak Arjuna sedang tidak sehat."Ucap Satpam itu ramah.
Naomi tersenyum dan masuk dengan mobilnya menuju rumah besar Arjuna kemudian masuk kedalam bertemu pelayan rumah itu, Naomi di naik menuju kamar pribadi Arjuna bersama dengan seorang pelayan.
TOK TOK TOK0
"Maaf tuan ada nona Naomi ingin bertemu. "Ucap singkat pelayan itu.
"Suruh dia masuk."Ucap Arjuna.
"Silakan masuk nona, saya permisi. "Pelayan itu pergi berlalu meninggalkan Naomi sendiri didepan pintu Arjuna.
Naomi membuka pintu besar itu dan mencium bau mint yang begitu kentara dikamar Arjuna, aroma maskulin benar benar bisa meluluh setiap wanita yang mencium aromanya sungguh menenangkan.
"Emzz permisi pak Arjuna."Gumam Naomi.
"Ada apa Naomi, bukan kah saya sudah katakan bahwa saya sedang cuti untuk hari ini. "Ucap Arjuna meletakan buku yang sedang dia baca.
"Ada yang ingin saya bicarakan pada anda.. "Ucap Naomi sedikit gugup.
__ADS_1
"Tentang apa? "
Hening hanya terdengar helaan nafaas berat dari Naomi yang nampak hanyut dalam aroma maskulin Arjuna.