
"Kepala ku terasa pusing dan berat.. "Gumam Aleska memijit pelipisnya.
"Kenan setiap kali aku menjauh kenapa kau selalu mendekat, aku benar benar bingung. "Gumam Aleska tak karuan.
Ting
{ Kenapa kau belum tidur Aleska? "}
Sebuah pesan masuk di aplikasi hijau milik Aleska, dia menatap nama yang tertera di sana Arjuna.
{ Ada pasien kecelakaan aku belum sempat tidur }
Balas Aleska tanpa menyebutkan siapa pasien nya karena dia tidak ingin Arjuna merasa cangung saat dia beri tahu bahwa Kenan dirawat disini.
{ Kau ini pemilik rumah sakit tapi kau selalu seperti itu, ingat Aleska jaga kesehatan mu jangan terlalu lelah.. }
Arjuna mulai kesal dengan Aleska yang sangat susah untuk di beritahu kepala terlalu keras jika diberi nasehat walaupun itu demi kebaikannya sendiri.
"Hallo.. "Ucap Aleska.
"Kau ini bandel sekali aku tahu kau Dokter tapi jangan seenakmu sendiri Aleska,kau juga manusia butuh istirahat kau... "Cerca Arjuna tanpa henti.
"Stop pak Arjuna bisakah kau beri jeda.. Aku pusing mendegar mu berbicara terus. "Potong Aleska sebal.
__ADS_1
"Kau juga terlalu susah untuk di nasehati, apa perlu aku segera menikahi mu agar kau bisa istirahat dirumah? "Ucap Arjuna.
Aleska terdiam saat mendengar ucapan Arjuna yang akan menikahi dirinya dia masih tak nyaking akan perasaannya pada Arjuna, dia masih terus saja memikirkan laki laki lain.
"Aleska apa kau mendegar ku?"Ucap suara di sebrang sana.
"Ah iya maaf aku ketiduran maaf mendengarmu bicara aku jadi bisa tertidur. "Kilah Aleska pada Arjuna.
"Astaga aku sedang tidak mendongeng bu dokter, ya sudah tidur lah.Selamat malam?"Gumam Arjuna.
"Maaf, selamat malam Arjuna. "Balas Aleska.
Aleska mematikan teleponnya dan meletakan nya diatas meja sembari menatap jam yang sudah kian pagi, jam sudah berada diangka 02.45 matanya terasa berat dan Aleska kemudian memeilih untuk tidur di sofa ruanganya.
"Ahh ada apa dengan ku.. "Gumam Kenan.
Naomi yang mendengar suara kakaknya segera membuka mata dan menatap Kenan sendu, dia benar benar khawatir akan keadaan kakaknya. Hanya Kenan yang dia punya tidak ada yang lainya.
"Kakak.."Ucap Naomi memeluk Kenan.
Walaupun tubuhnya terasa sangat sakit tapi Kenan memilih diam saat sang adik memeluknya erat dia tahu Naomi pasti sangat takut kehilangan dirinya, Kenan mengelus puncak kepala Naomi dengan lembut.
"Aku tak apa Naomi.. "Gumam Kenan lembut.
__ADS_1
"bagaimana semua ini bisa terjadi kak, perawat bilang kakak kecelakaan motor kakak pasti mabuk lagi kan? "Ucap Naomi kesal.
"Tidak aku hanya mengantuk makanya aku mau tidur eh gak sadar kalau diatas motor.. "Kekeh Kenan membuat Naomi ikut tersenyum.
"Jangan khawatir kan aku Naomi aku akan baik baik saja, berhenti lah menangi."Ucap Kenan.
"Aku takut jika kakak kenapa kenapa,berhenti membuat ku panik bodoh. "Gumam Naomi duduk di samping kakaknya.
"Bukan kah ini rumah sakit Aleska ?"Ucap Kenan mentap setiap ruangan rumah sakit itu.
"Iya bahkan yang memeriksa kakak dan menunggu sampai aku datang kak Aleska,tapi dia pergi saat aku datang. "Jelas Naomi menatap sang kakak yang nampak terdiam.
"Aku pikir dia benar benar sudah tak sudi menatap ku apa lagi menyentuh ku.. "Senyum tipis tersirat diujung bibir Kenan.
"Ada sirat kerinduan dimatanya kak, tapi dia tidak bersikap seakan akan dia tak peduli padamu. "Gumam Naomi.
"Ah iya apa kakak butuh sesuatu aku akan memanggil suster?"Ucap Naomi.
"Tidak usah aku baik baik saja mungkin dia sedang istirahat Naomi, ini sudah tengah malam sebaiknya kau juga kembali tidur. "Ucap Kenan mengelangkan kepala nya.
"Ya sudah kakak juga istirahat lah aku akan tidur di sofa itu. "Gumam Naomi beranjak ke arah sofa panajang diruangan itu.
Kenan tersenyum memandang sang adik yang sedang beristirahat di sofa ingin rasanya dia menyuruh Naomi tidur di kasurnya tapi apa lah daya tubuhnya terasa lemas.
__ADS_1
"Aku bersyukur bisa melihat mu lagi jika aku berada disini Aleska. "Batin Kenan menutup matanya yang terasa berat karenan kantuk yang meyerang.