
Hari ini Aleska mengambil cuti untuk bertemu dengan ibu Arjuna, dia sudah bersiap dengan celana jeans hitam dan juga kemeja berwarna abu-abu. Aleska menatap dirinya di depan cermin sembari tersenyum dan mengikat rambutnya tinggi.
"Aku rasa begitu saja sudah cantik, lagi pula ini hanya pertemuan biasa. " Gumam Aleska.
Aleska keluar dari dalam kamarnya menuju ruangan tamu duduk sembari menonton televisi menunggu Arjuna menjemput diri nya.
DRDRDR
Ponsel Aleska nampak bergetar Aleska menatap ponselnya dan melihat nama Niko di ponselnya.
"Ada apa Niko menghubungiku, apa terjadi sesuatu pada Askha." Gumam Aleska sembari mengangkat panggil dari Niko.
"Halo Aleska.. Kamu dimana, aku butuh bantuan mu, aku tahu kamu cuti hari ini tapi ini penting sekali. " Ucap Niko buru buru.
"Tunggu dulu Niko bicara lah dengan jelas, aku sedang berada dirumah akan ada acara nanti.. " Balas Aleska.
"Batalkan dahulu janji mu, Askha dalam keadaan kritis sekarang. Datang dan temui aku di rumah sakit mu bekerja sekarang Aleska. " Pekik Niko.
Niko mematikan sambung teleponnya Aleska semakin bingung harus bagaimana, tidak mungkin dia meninggalkan pasiennya tapi bagaimana dengan ibu Arjuna yang sudah menunggu dirinya.
"Maaf Arjuna aku harus kerumah sakit. " Ucap Aleska keluar dengan buru buru.
Aleska berlari menyambar kunci motor nya sampai dokter itu melupakan jasa putih nya, keadaan Askha benar-benar kritis dan komplikasi yang dia derita sudah sangat sulit untuk ditangani.
Aleska menaiki motornya melaju dengan kecepatan tinggi untung rumah sakit dirinya kerja tak jauh dari Apartemen dirinya, tak lama Aleska sampai didepan rumah sakit yang nampak ramai oleh pejenguk.
Sedang Arjuna baru saja tiba di Apartemen Aleska dan dihentikan oleh seorang satpam penjaga Apartemen itu.
"Maaf Pak Junaa, Dokter Aleska baru saja keluar dari Apartemen dengan buru buru. " Ucap satpam itu menghentikan Arjuna.
Arjuna menghentikan langkah nya saat mendegar namanya dipanggil.
"Benarkah itu pak, lantas apa kah Dokter Aleska memberi tahu kemana dia pergi. " Ucap Arjuna.
"Maaf Pak Dokter Aleska tidak meninggal kan pesan, beliau pergi begitu terburu-buru. " Balasannya.
Arjuna hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan satpam itu, Arjuna masuk kedalam mobilnya sembari menghubungi Aleska.
"Kenapa dia tidak menjawab telpon ku, apa dia berada dirumah sakit. Tapi Aleska sudah mengambil cuti hari ini. " Gumam Arjuna.
__ADS_1
"Dokter Aleska selamat kan putra ku, kumohon dokter... " Pekik Debiola saat melihat Aleska yang berjalan dengan buru buru kearah mereka.
"Aku akan berusaha. " Ucap Aleska masuk kedalam ruang oprasi.
Aleska melihat kekhawatiran di mata Debiola, dia sangat menyesal sudah mementingkan ke egoisnya membuat bayi mungil iu harus mengalami kondisi yang sangat fatal.
"Aleska.. Apa yang harus kita lakukan? " Pekik Niko.
Yang tahu persis keadaan Askha adalah Aleska karena dirinya yang membantu dan merawat nya sejak lahir, Aleska mengecek setiap denyut nafi dan juga detakan pada jantung Askha.
"Astaga kenapa detak jantung nya begitu lemah Niko? " Gumam Aleska panik.
Keadaan didalam ruang oprasi itu begitu ramai dengan kepanikan yang sangat mendera, Aleska mengikat rambutnya dengan asal.
"Kita tidak mungkin melakukan operasi pada jantung kecilnya Aleska, kita hanya menunggu keajaiban itu muncul. " Ucap Niko pasrah.
Tiiiiii
Suara pendeteksi jantung Askha berbunyi nyaring membuat mereka semua nampak panik dan berusaha untuk membuat Askha menangis, Aleska menghentikan kegiatan memompa jantung Askha tubuh nya terasa lemas karena bayi itu sudah tiada.
"Semua salah ku Niko, andai aku tidak menolak menangani Askha mungkin kesalahan ini tidak terjadi. " Ucap Aleska luruh ke lantai.
"Semua sudah takdir nya Aleska, lagi pula bayi itu sudah tidak merasakan sakit lagi. " Gumam Niko.
"Aku gagal Niko. " Ucap Aleska.
Niko memeluk Aleska agar dia lebih jauh tenang, dan bisa mengontrol emosi nya sendiri.
"Kita harus bisa setegar mungkin Aleska, jika kita terlihat lemah lalu bagaimana dengan ibu dan ayah bayi itu. " Ucap Niko menguatkan Aleska.
Aleska bernafas dengan kasar lantas menghapus air matanya, berdiri menatap bayi yang mulai terlihat membiru tak berdaya itu.
"Catat waktu kematian dan kronologi nya. " Gumam Aleska.
Aleska keluar bersama Niko disamping nya dengan perasaan yang buruk, Aleska merasa bahwa kematian Askha adalah salah nya.
Debiola mendekati Aleska dan memegang tangan Aleska sembari berharap yang terbaik untuk putra nya.
"Aleska Askha baik baik saja kan, apa aku boleh menegok nya. " Ucap Debiola.
__ADS_1
"Maaf Bu kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan jauh lebih menyayangi Askha. " Balas Aleska sedih.
Debiola melepaskan tangan Aleska begitu mendegar kabar buruk itu, Kenan menangkap tubuh Debiola yang hampir jatuh. Aleska berusaha mendekati Debiola dan meminta maaf tapi wanita itu beranggapan Aleska adalah orang yang membuat putra nya meninggal.
"Kau yang membuat semua nya menjadi seperti ini, kenapa kau tidak mau menangani anakku kemarin Aleska... Andai kau mau langsung merawat nya mungkin aku masih bersama anakku. " Teriak Debiola.
Semua penghuni rumah sakit nampak terganggu dengan teriakan dan cacian yang dilontarkan Debiola kepada Aleska, Aleska hanya diam mendegar semua penuturan dari pasiennya itu.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Aleska, Aleska hanya diam mendapatkan tamparan dari ibu yang baru kehilangan belahan jiwanya, Kenan dan Niko berusaha untuk menjauh kan Debiola dari Aleska yang hanya diam mematung.
"Debiola tenang lah kita bisa membicarakan semua ini dengan baik baik. " Pekik Kenan sembari memegang tubuh Debiola yang memberontak.
"Kau bilang apa Kenan berbicara secara baik baik, dia sudah membuat anak kita pergi untuk selamanya Kenan... " Ucap Debiola histeris.
Rumah sakit yang tadinya terlihat baik baik saja kini menjadi sangat ramai dan bayak pembicaraan buruk tentang Aleska.
"Aleska ayo aku antarkan keruangan mu, biar semua diurus oleh suster. " Ucap Niko yang iba menatap tunangan sahabat nya itu.
Aleska hanya diam saat Niko mengajaknya kembali keruangan kerja pribadi Aleska, Aleska menitihkan air matanya perlahan saat memasuki ruangan nya.
Hatinya benar-benar hancur kenapa kesalahan sebesar ini bisa menimpa dirinya, Aleska begitu menyesal sekali.
"Sabar Aleska semua akan baik baik saja ok, aku pergi dulu. " Ucap Niko meninggalkan Aleska.
Sedangkan duluan bayak dari keluarga pasien yang menyalahkan keteledoran Aleska dia tidak menyangka dokter berbakti dan hebat seperti Aleska bisa menolak merawat bayi yang baru bisa melihat dunia itu.
Niko membantu semua pekerjan yang seharusnya dilakukan oleh Aleska, Niko menghubungi Arjuna agar dia ke rumah sakit dan menjemput Aleska agar dia lebih tenang.
"Halo Arjuna.. " Ucap Niko.
"Hallo Niko ada apa, aku sedang berada di bandara menjemput ibuku. " Gumam Arjuna.
"Datang lah kerumah sakit Arjuna, kasih Aleska dia pasti sangat shok dan tertekan. " Ucap Niko.
"Maksudnya Niko, Aleska kenapa? " Gumam Arjuna.
Niko menceritakan semua hal yang sedang dialami oleh Aleska, dia sangat terpukul dengan semua menyalahkan dirinya karena teledor dan mengakibatkan seorang bayi tiada.
__ADS_1
"Apaaa ok akus segera kesana, sebentar lagi aku kerumah sakit bersama ibu ku terima kasih Niko aku titip Aleska sebentar. " Ucap Arjuna mematikan sambungan telepon.