JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Sedih


__ADS_3

Aleska terbangun di pagi hari dan mendengarkan suara orang yang sedang berbincang di dalam apartemen nya, dia segera mencuci muka kemudian turun untuk melihat siapa yang ada di dalam Apartemen nya.


Aleska melangkah kakinya semabari melihat dari lantai dua kamarnya Aleska terkejut saat melihat Diana sedang duduk bersama dengan Liea diruang tamu nya. Aleska bergegas turun dan mendapat tatapan rindu dari Diana.


Diana menatap putri semata wayang nya dengan begitu hari bahkan air matanya terasa akan menetes, Diana berdiri dan tersenyum mendekati Aleska yang hanya mematung menatap dirinya.


"Aleska bunda rindu nak, bunda rindu.. " Gumam Diana ingin memeluk Aleska.


Aleska memundurkan dirinya dari hadapan Diana, Aleska masih belum bisa memaafkan Diana yan sudah membuat dirinya dan Kenan berpisah dan mengakibatkan Margaret tiada.


"Untuk apa kau datang kemari, siapa yang mengiznkan mu masuk kedalam Apartemen ku. " Sahut Aleska.


Liea yang nampak bingung dengan perlakuan Aleska pada ibunya kemudian mendekati Aleska dan menyentuh pundak gadis itu yang nampak begetar.


"Aleska mama yang menyuruhnya masuk dia bilang dia adalah ibu mu, jadi mama pikir.. " Ucap Liea terputus oleh Aleska.


"Ibuku hanyalah setatus tapi dia sama sekali tidak pantas ku panggil ibu. " Gumam Aleska.


Liea menatap Aleska terkejut dengan ucapan calon menantu nya itu, Leia melihat luka yang dalam dari pancaran mata Aleska saat menatap Diana.

__ADS_1


"Pergi lah aku tidak mau melihat mu dalam kehidupan ku, pergi.... " Pekik Aleska.


Diana terkejut mendengar teriakan Aleska yan mengusirnya, Diana menitihkan air mata sembari memandang anaknya dengan sedih. Diana tidak mengira bahwa Aleska benar-benar menganggap dirinya lagi.


Diana berjalan meninggalkan Aleska yang tanpa memandang dirinya, Liea menasehati Aleska yang hanya diam mematung memandang kosong pintu yang baru saja ditinggalkan oleh Diana.


"Aleska kamu tidak boleh berkata dan bersikap seperti itu dia kan ibumu, bagaimana mungkin kamu bisa melakukan hal buruk terhadap ibu mu sayang. " Ucap Leia.


"Aku punya alasan untuk membenci nya maa, aku ke atas dulu mau mandi. " Gumam Aleska.


Aleska berjalan meninggalkan Liea yang semakin bingung dengan semua hal tentang calon menantu nya itu, Aleska bergegas mandi dan bersiap untuk melihat toko yang akan dia tempat untuk membuat usaha baru.


Aleska menatap pantulan dirinya didepan cermin sembari tersenyum.


"Semangat untuk membuat lembar baru yang lebih baik Aleska, lupakan semua hal yang membuat dirinya semakin terluka. " Ucap nya.


Aleska berjalan keluar dari kamarnya dengan senyuman terlukis diwajah cantik nya, Liea menatap Aleska yang nampak lebih segar dan bersemangat dari tadik.


"Wah nona muda semangat sekali, sudah siap kah? " Celetuk Liea saat Aleska menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Sudah ma yuk berangkat sekarang keburu panas. " Gumam Aleska.


Sejak pertemuan pertama itu Aleska sudah mulai terbiasa memanggil Liea dengan sebutan mama, baginya Liea adalah ibu yang sangat baik dia bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Liea.


Aleska dan Liea memasuki lift untuk turun ke lantai bawah Liea sendiri tidak pulang dari Apartemen Aleska dia memilih untuk lebih dekat dengan kekasih anknya itu, sedangkan Arjuna dia sedang berapa di Singapura untuk bisnis nya.


"Aleska sebenci itu kamu dengan bunda nak, apa bunda tidak pantas kau maafkan. " Ucap Diana didalam mobil saat melihat canda tawa Aleska bersama dengan Liea.


Hati Diana benar-benar hancur saat mendegar teriakan dari mulut Aleska dia tidak percaya bahwa kebodohan dirinya dimasa lalu membuat nya kehilangan satu satunya anak yang paling dia sayang.


"Bahkan menatap wajah hina ibu mu saja kau tidak sudi nak, Aleska... " Ucap Diana.


Diana menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan Apartemen Aleska yang nampak sudah pergi bersama Liea, dalam diam Diana hanya bisa mengingat masa kecil Aleska dan dirinya yang begitu bahagia.


Aleska begitu terluka dan marah saat tahu Ayah berselingkuh dengan rekan kerjanya dan pergi meninggalkan Aleska dan Diana sendiri, beberapa tahun berlalu dan Diana mengulang kembali luka itu pada Aleska.


Diana menghapus air matanya mengingat Aleska begitu akrab dengan Liea tanpa ingin tahu keadaan ibunya seperti apa, Diana ingin memberikan semangat agar Aleska tidak bersedih saat pemecatan dirinya sebagai dokter.


Tapi Aleska menolak dirinya dengan kebencian yang mendalam.

__ADS_1


__ADS_2