JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Memalukan


__ADS_3

"Ini benar-benar memalukan sekali, dasar guru mesum ahhhh... " Pekik Aleska sembari mengelap bibir nya.


Aleska berjalan dengan cepat kearah kamar mandi disebut sekolahnya, Aleska masuk dengan buru buru dan segera mengelap bibir nya dengan air kasar.


Dia terus saja merutuki dirinya yang menikmati ciuman dari guru barunya itu, dia menjadi gusar dan merasa marah karena Kenan mencuri ciuman pertama.


Tiba-tiba Laras masuk kedalam kamar mandi sekolah dan terkejut Saad melihat Aleska mengosok kasar bibir nya sampai memerah.


"Woyyy ngapain abis dicium setan loo, segitu amat ngelap nyaaaaaa... " Ucap Laras.


"Iya dicium iblis menyebalkan. " Sahut Aleska sembari mengelap bibir nya dengan tisu.


Laras hanya menggeleng melihat sahabat nya yang bersifat aneh dengan jawaban nya itu, Laras kemudian masuk ke dalam wc untuk buang air kecil.


"Laras apa kamu sudah pernah bercium? " Ucap Aleska yang hampir seperti berbisik.


Laras yang berada di dalam wc tertawa terbahak bahak mendegar ucapan Aleska yang tiba-tiba, Laras keluar dan menatap Aleska curiga.


"Hemzzz apa loo benar-benar abis dicium yaaaa? " Balas Laras sembari berkacak pinggang.


"Apa sih gak ah, dah lah yuk masuk kelas. " Ucap Aleska yang kelimpungan Saad ditatap Laras.


Aleska berjalan keluar dari kamar mandi dia pun masih bisa mendengar tawa Laras yang mengejak dirinya, Aleska ingin memberi tahu Laras kejadian di Perpustakaan tapi dia urungkan karena dia merasa malu.


Saad melewati Koridor ruangan guru tiba tiba tangan Aleska di tarik secara paksa oleh seseorang, Aleska ingin berteriak namun mulutnya di tutup oleh tangan besar milik laki laki berseragam guru itu.


Aleska terkejut ternyata dia tak lain adalah laki-laki yang sudah mergut first kiss nya di perpustakaan beberapa waktu tadik, Aleska melepaskan tangannya yang membekap mulut Aleska dengan kasar.


"Kau ini mau apa lagi ha, tak puas kau merebut first kiss ku haa dasar guru mesum. " Ucap Aleska kesal.


Aleska kini sedang bersandar di dinding ruangan Kenan dengan posisi Kenan yang berada di depan nya, Kenan menatap Aleska dengan ke usilannya.


"Menjauh dari ku, aku harus kembali ke kelas awas. " Ucap Aleska gugup Saad Kenan menatap nya.

__ADS_1


Kenan kemudian mengurung Aleska diantara tangannya, bahkan tinggi tubuh Aleska hanya berada tepat di depan dada bidang nya.Aleska menundukkan pandang nya dari mata Kenan.


"Kau tahu Aleska, nama mu mengingat kan ku pada seseorang. " Gumam Kenan.


"Mata mu selalu membuat ku terbayang akan seseorang, tapi itu tidak mungkin kau orang nya. Lebih bar bar dan pemberontakan. " Timpal Kenan.


Aleska menatap manik coklat milik Kenan dalam, bahkan tidak hanya Kenan yang merasakan begitu Aleska pun merasakan hal yang sama. Namun Aleska yang sekarang jauh lebih keras kepala dan tidak ingin begitu mengingat masa lalu.


"Siapa apa gadis yang pernah kau tiduri, jangan sama kan aku dengan gadis gadis seperti itu. " Ucap Aleska.


Kenan terkekeh bahkan mencium seorang gadis saja Kenan tidak pernah, hanya Aleska yang pertama kali dia cium.


"Kau tenang saja nona, aku bahkan tidak tertarik dengan tubuh mu yang sangat tidak mengoda itu. " Balas Kenan.


Aleska mendengus sebal dengan ucapan Kenan, tiba tiba pintu ruangan Kenan ada yang mengetuk dan hal itu membuat Aleska panik. Bagaimana jika seorang guru mencurigi dirinya sedang mengoda guru baru itu tidak bagus.


Sedang Kenan hanya tersenyum menatap Aleska yang mulai panik dengan ketukan di depan pintu ruangan guru barunya.


Setelah melihat semua nya tertata rapi Kenan kemudian membuka pintu dan terlihat lah seorang guru paru baya tersenyum padanya.


"Selamat siang Pak Williams, maaf saya menganggu anda. Saya ingin membicarakan hal penting pada anda. " Ucap guru itu.


Guru itu tak lain adalah seorang kepala sekolah di SMA itu, guru bertubuh gempal dan sudah berumur itu bernama pak Lukman, dia sudah mengabdi dan menjadi kepala sekolah di SMA itu sejak lama.


"Iyaa masuk lah pak, saya tidak sedang sibuk. " Balas Kenan tersenyum.


Pak Lukman masuk kedalam ruangan milik Kenan kemudian duduk didepan Kenan, Kenan merasa puas sudah membuat Aleska dalam situasi itu.


"Jadi begini pak Williams saya selaku kepala sekolah disini, saya hanya ingin menyampaikan untuk anda selaku guru olahraga untuk membimbing anak anak untuk melakukan kegiatan perkemahan di daerah bandung. " Jelas pak Lukman panjang lebar.


Kenan tersenyum mendengar ucapan pak Lukman, dia mempunyai rencana untuk mengerjai Aleska. Kenan menyandarkan tubuh nya pada kursi lalu dengan tersenyum memandang Aleska yang sed bersembunyi di bawah meja.


"Astaga apa yang guru gila itu lakukan, kenapa dia tersenyum sembari melihat ku. Pasti dia punya rencana buruk untuk ku sekarang. " Batin Aleska.

__ADS_1


"Baik lah pak Lukman saya akan menerima tawaran anda untuk menjadi guru pembimbing di perkemahan esok. " Balas Kenan.


"Yaa sudah kalau begitu pak Williams, saya pergi dulu permisi. " Ucap pak Lukman.


Kenan hanya tersenyum memandang kepergian pria paru baya itu, Aleska yang merasa sudah aman kemudian keluar dari bawah meja berdiri sembari menatap Kenan yang sedang duduk sembari tersenyum.


"Dasar guru mesum, berhenti tersenyum seperti itu atau aku akan memberi tahu semua orang bahwa kau mencium ku. " Ancam Aleska.


Kenan kemudian menarik pinggang Aleska hal itu membuat Aleska terduduk dipangkuan Kenan, Kenan tertawa mendegar ucapan Aleska.


"Ha ha ha kau ingat bilang apa pada mereka, aku mencium mu.. Begitu baik lah aku akan bilang bahwa kau yang meminta untuk ku cium. Kau tahu apa yang akan mereka lakukan padamu haaa... " Balas Kenan sembari terkekeh.


Aleska berdiri dari pangkuan Kenan, menjulurkan lidah nya kemudian keluar dari ruangan gurunya itu.


"Bisa gila aku... " Gumam Aleska.


Aleska berjalan cepat karena hari ini dia akan mengadakan sebuah percobaan yang sudah dia kerjaan seminggu lalu, saad tiba di kelas dia melihat semua murid sudah mengerjakan tugas mereka.


Terlihat guru Biologi itu menatap Aleska dengan tatapan mengerikan, Aleska menatap Laras yang sedang mengerjakan tugas nya.


"Astaga Laras katakan sesuatu, selamat kan aku.. " Batin Aleska.


"Kamu ngapain dan dari mana saja Aleska. " Ucap seorang wanita dengan kaca matanya.


Guru wanita itu adalah guru killers di sekolah Aleska, bahkan langkah kakinya bisa membuat kelas yang ramai langsung tenang dia adalah buk Heni.


"Dari ruangan pak Williams buk,dia menyuruh saya membantu sedikit pekerjaan. " Ucap Aleska gugup.


"Masuk lah kerjaan tugas mu. " Ucap buk Heni.


Dengan lega Aleska bernapas dengan normal kemudian mengerjakan tugas yang sudah dia kerjaan jauh hari itu,Laras memberi kode pada Aleska tentang keterlambatan dirinya.


Aleska hanya mengedipkan mata nya kemudian pokus mengerjakan tugas.

__ADS_1


__ADS_2