
Seorang pemuda nampak begitu panik saat seseorang menghubungi dirinya, seru nafasnya begitu sesak seakan tak akan ada udara lagi yang bisa dia hirup.
"Kenan, kamu kenapa? " Ucap seorang wanita menghampiri Kenan.
Kenan nampak mematikan sambung telepon nya dan menatap wanita itu dengan mata yang berkaca.
"Sandra, Naomi Sandra.. " Ucap Kenan terbata.
"Iyaa aku tahu Naomi, ada apa dengan adikmu? " Sahut Sandra menatap Kenan heran.
"Dia terjebak bencana Tsunami di aceh, aku harus membatalkan semua rencana meeting kita. Aku harus menyusul Sandra, dia begitu ketakutan. " Gunam Kenan begitu guyar.
Naomi yang sedang melakukan KKN dikota itu bersama beberapa mahasiswa lain terjebak dalam bencana yang sedang terjadi, sudah dua hari mereka berada di pengungsi dan baru bisa menghubungi saudara mereka.
"Astaga, lalu apa kau akan pergi sekarang? Aku akan ikut bersama ayoo.. " Seru Sandra.
Mereka segera masuk kedalam kamar mereka masih masih dan berkemas dengan cepat, sembari mencari penerbangan tercepat menuju Aceh.
"Mungkin dengan ini aku bisa lebih dekat dengan Kenan, yaa walaupun aku harus ikut bersama dengan nya menuju tempat stunami itu. " Gunam Sandra tersenyum.
__ADS_1
Sandra segera keluar saat semua sudah dia kemas kedalam koper miliknya, Sandra sudah lama menyukai Kenan sejak mereka bertemu di perusahaan Kenan dan menjalin hubungan bisnis yang cukup dekat.
Walaupun dia begitu menyukai Kenan namun keberadaan nya masih dianggap seorang teman dan rekan kerja oleh Kenan, walaupun semua perhatian sudah diberikan pada pria itu namun Kenan tak kunjung menuju ketertarikan nya pada Sandra.
Sandra begitu cantik dan juga sexy setiap mata menatap indah tubuh moleknya yang begitu terbentuk dalam balutan busana yang cukup minim, wanita itu selalu memoles wajah ayu nya dengan make-up yang cukup tebal.
Namun apa pun kelebihan gadis itu tidak membuat Kenan bisa melupakan masa lalunya dan menerima orang lain dalam hidup, meski begitu tidak membuat Sandra frustasi di tetap bersama Kenan dan dia yakin suatu saat Kenan akan membuka perasaan nya pada Sandra.
"Apa kau sudah siap? " Ucap Kenan menghampiri Sandra .
"Emmm iya aku sudah siap ayoo,apa kamu sudah mengecek penerbangan? " seru Sandra berjalan beriringan dengan Kenan.
"Ada penerbangan malam ini pukul 20.00,kita akan sampai ke Aceh esok siang. " Gumam Kenan.
Kenan nampak diam memikir keadaan adiknya keluarga satu satunya yang dia miliki, kini pikiran tidak tenang memikirkan bagaimana keadaan Naomi diantara para pengungsi dan juga korban bencana itu.
Ting
Bunyi lift terbuka membuat mereka segera turun dan berjalan di lobby hotel dengan cepat untuk segera keluar dari hotel dan segera menuju bandara, mereka masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan didepan pintu hotel dan segera pergi menuju bandara.
__ADS_1
Jam sudah menujukan pukul 19.00 wita, Kenan dengan cepat mengendari mobilnya cepat agar segera sampai di bandara dan berangkat. Tanpa tahu bahwa Sandra begitu takut mengendarai mobil dengan kecepatan seperti itu.
"Kenan bisa kah lebih pelan saja.. " Seru Sandra nemapak takut.
"Aku harus cepat sampai disana Sandra, Naomi pasti begitu membutuhkan ku. " Gumam Kenan tanpa mengirau Sandra.
Sandra hanya diam menahan rasa takut nya berharap segera samapai agar semua penderitaan ini segera usai, keringat dingin membasai tubuh Sandra yang begitu ketakutan.
Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sampai tepat waktu di bandara yang nampak sepi malam itu, Kenan dan Sandra segera keluar dan membawa koper mereka untuk segera masuk karena pesawat sudah akan berangkat.
Dengan lemas Sandra memaksa kan diri mengikuti deru kaki cepat Kenan yang tidak mengirau kan dirinya itu, walaupun pun begitu Sandra tetap mengikuti Kenan dan langsung masuk kedalam pesawat untuk segera pergi.
Dengan lemas Sandra menghembuskan nafas kasar sembari terduduk lemas di kursi dalam pesawat, Kenan nampak heran menatap Sandra yang begitu lelah dan berkeringat.
"Kamu kenapa? " Ucap Kenan menatap Sandra.
Gadis itu nampak membenarkan duduk nya dan tersenyum tipis pada Kenan yang baru bertanya tentang keadaan nya.
"Gak papa hanya sedikit lelah, aku butuh istirahat sejenak. " Gumam Sandra lemas.
__ADS_1
"Astaga Sandra aku mintak maaf tidak memperhatikan mu, ini pasti karena aku berkendara terlalu cepat dan aku sempat meninggalkan mu di lobby tadi. " Ucap Kenan merasa bersalah menatap Sandra.
"Tidak masalah lagi pula kamu kan khawatir dengan Naomi, biasa saja... " Ucap Sandra tersenyum senang karena Kenan meminta maaf padanya dengan lembut.