
Setelah makan malam Aleska dan Arjuna duduk berdua di taman kota sedang kan Leia ibu Arjuna memilih untuk berdiam diri ir Apartemen milik Aleska, dia tidak ingin menganggu kedua insan yang sedang bersedih itu.
"Kau masih memikirkan semua itu, Aleska dengar kau adalah seorang dokter yang terbaik sangat mudah untuk mu menjadi seorang dokter di rumah sakit lain. Atau jika kau mau kau bisa buka praktek mu sendiri kan, jangan terus terpuruk seperti itu ku mohon. " Ucap Arjuna menggenggam tangan Aleska.
gadis itu nampak mendegar ucapan laki laki yang sudah merubah bayak hal dalam hidup nya dengan intens, apa yang dikatakan Arjuna memang benar bahwa dirinya bisa jadi menjadi dokter dirumah sakit lain atau membuka praktek nya sendiri. Tapi bagi Aleska kejadian Aksha benar-benar akan merubah hidupnya.
"Aku sudah pikiran kan semua nya Arjuna, aku tidak akan menjadi seorang dokter lagi aku akan membuat usaha ku merintis semua nya kembali dari nol.. Aku tidak bisa aku tidak bisa Arjuna.. Bayang akan Ashka masih menghantui ku. " Ucap Aleska meneteskan air mata.
Arjuna memeluk nya menenagkan Aleska dengan penuh cinta dan sayang, Arjuna selalu mendukung semua keputusan yang di ambil oleh Aleska walaupun dia sendiri tidak menyukai keputusan itu. Bagi Arjuna kebahagiaan Aleska adalah tujuan hidup nya.
"Aku akan selalu mendukung semua keinginan mu Aleska lakukanlah apa yang membuat dirinya nyaman, aku selalu menjadi bayangan mu disetiap langkah yang akan kau ambil. Mungkin aku tidak tahu bagaimana keadaan mu tapi aku percaya kau bisa melewati semua ini. " Gumam Arjuna.
"Aku beruntung memiliki mu terima kasih Arjuna. " Balas Aleska.
Arjuna menatap Aleska dan menghapus setiap air mata yang lolos mendarat dengan mulus di pipi nya.
__ADS_1
"Tersenyumlah Aleska karena senyuman mu dapat mengubah setiap luka menjadi bahagia. " Gumam Arjuna.
Aleska tersenyum mereka nampak melihat langit yang begitu cerah dengan bintang dan bulan yang nampak bersinar begitu terang, mereka berbicara bayak hal membahas tentang bisnis baru Aleska yang akan dia lakukan esok hari.
"Bagaimana mungkin aku rasa itu tidak cukup sulit dan mengerikan. " Gumam Aleska.
"Hemmm membangun toko bunga Aleska, gimana baik ya aja lah ha ha ha.. Nanti kita akan bicara bersama mama dia suka bunga dan bayak hal tentang bunga bagaimana? " Balas Arjuna.
"Ok... Terima kasih untuk semua nya. " Sahut Aleska menyenderkan kepalanya kepundak milik Arjuna.
"Suatu hari nanti jika kita berjodoh aku hanya ingin kau berada dirumah merawat ku dan juga anak anak kita nanti, tak akan ku biar kan kau pergi untuk bertemu orang lain. " Gumam Arjuna mencium puncak kepala Aleka.
Sampai pada detik ini Aleska tetap mencintai Kenan sahabat kecil nya dulu Aleska sudah berusaha untuk belajar mencintai Arjuna, namun sekuat hati dia melupakan Kenan dan belajar mencintai Arjuna maka sekuat itu pula Kenan bertahan di hati nya.
Sudah cukup lama bagi Aleska berusaha mencintai kaki laki yang sudah menolong dirinya keluar dari masa kelam dulu, namun hati nya tetap milik Kenan. Rasa cinta nya begitu kuat kepada laki-laki itu hingga dia lupa bahwa Kenan sudah berkeluarga.
__ADS_1
"Heyy kok diem tidurnya? " Gumam Arjuna.
"Gak lagi menikmati kebersamaan dengan orang sebaik dirimu. " Balas Aleska menatap Arjuna.
Arjuna nampak tersenyum sembari menatap wajah Aleska yang cantik, Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah Aleska. Deru nafas Arjuna begitu terasa di wajah Aleska membuat gadis itu mengerti apa yang akn terjadi selajutnya.
Aleska memalingkan wajahnya saad Arjuna akan mencium bibir nya Arjuna yang mengerti akan penolakan Aleska kemudian menjadi gugup.
"Emm pulang yuk mama pasti sudah menunggu lama. " Sahut Arjuna berdiri.
Aleska menatap Arjuna dengan tatapan bersalah dari hubungan mereka mereka lebih cocok dia sebut sebagai seorang sahabat dari pada sepasang kekasih.
Aleska berjalan disamping Arjuna dan mengenggam tangan besar Arjuna yang nampak menjadi lebih rilek karena kejadian beberapa menit lalu.
"Maaf."
__ADS_1
Satu kata keluar dari bibir Aleska membuat Arjuna sadar bahwa gadis itu tetap tidak bisa melupakan kekasih dimasa lalu nya, hati Arjuna begitu kacau dia memiliki Aleska tapi hanya tubuh nya bahkan hati nya.
"Seharusnya aku sadar Aleska, aku tidak akn pernah bisa mengantikan Kenan di hidup mu. " Batin Arjuna.