JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Debiola yang malang


__ADS_3

Arjuna membawa Aleska masuk kedalam mobil dan pergi dari wahana permainan itu,sedangkan Kenan menarik paksa tangan Debiola dan mengajaknya ke parkiran mobil bersama Naomi dibelakang mereka.Bayak pasang mata yang menatap mereka karena kegaduhan itu.


"Lepaskan aku..."Sentak Debiola pada Kenan yang menarik lengan nya sampai memerah.


"Itu belum seberapa Debiola berani sekali kau melukai Aleska?"Ucap Kenan marah.


"Kamu membelanya dan menyakitiku Kenan,wanita murahan seperti dia terus saja kamu bela sampai kapan ?Bahkan dia tidak pantas menjadi dokter atau yang lainya dia lebih pantas menjadi wanita malam..."Pekik Debilola.


PLAK


Satu tamparan mendarat sempurna di pipi mulus Debiola hingga membuatnya tersentak dengan apa yang baru saja dilakaukan Kenan,Naomi menatap nanar Debiola yang menurut dirinya sangat bodoh telah memancing emosi Kenan.


"Kau..kau..kau menamparku Kenan..."Ucap Debiola menahan pedih di pipinya akibat tamparan Kenan.


"Itu peringatan untuk mu Debiola jangan sampai aku melakukan hal yang jauh lebih buruk dari ini jika kau berani berbuat buruk pada Aleska."Tegas Kenan pergi masuk kedalam mobilnya.


"Dasar bodoh jika kau sudah tahu kakak ku mencintai wanita lain kenapa kau masih bertahan dan berusaha menyakiti nya,bukan dia yang tersakiti tapi kau..."Gumam Naomi beralalu pergi masuk kedalam mobil Kenan.


Mereka meninggalkan Debiola yang namapak kesal dan marah sendirian tak ada lagi rasa empati dan sayang pada diri Kenan saat Debiola menyakiti Aleska dan berkata buruk tentang dirinya,Kenan sangat marah pada Debiola dia tak menyangka bahwa wanita itu bisa berbuat hal yang buruk seperti itu.

__ADS_1


Debiola menghantakan kakinya sebal saat Kenan meninggalkan dirinya sendiri belum lagi ucapan Naomi yang sangat menusuk hati itu membuat wanita yang dulunya selalu lemah lembut dan berperilaku baik kini menjadi pendendam,dihati nya hanya ada dendam pada Aleska yang sudah membuat bayinya meninggal dan kini merebut Kenan suaminya.


Waluapun dari awal Debiloa tahu bahwa Kenan tidak akan pernah bisa mencintainya dia juga tahu bahwa Kenan hanya kasihan padanya dan juga anak yang dia kandung dulu,seandainya waktu itu Debiola tidak bertemu Kenan mungkin kini dia dan anaknya akan tinggal di tempat kumuh di Jepang.


Saat itu usia Debiola baru menginjak 18 tahun karena pergaulan nya yang sangat bebas belum lagi kedua orang tuanya sudah tidak ada membuat dia tumbuh dengan pergaulan yang buruk.Debiola tinggal bersama pamannya yang bekerja di perusahan Kenan sebagai orang kepercayaan nya dulu.


Debiola tubuh menjadi gadis yang sangat cantik dan pintar bayak pemuda yang menyukainya namun Debiloa hanya memanfaatkan semua itu untuk mendapatkan semua yang dia inginkan,samapai dimana gadis itu bertemu seorang pria dewasa yang ingin memberikan semua untuk nya,namun semua itu harus dibayar mahal oleh Debiola dengan masa depannya.


Beberapa bulan berlalu mereka namapak sangat intens bahkan Debiola sudah tidak lagi berangkat sekolah terkadang dia pun tak pulang ke rumahnya,paman Debiola sangat khawatir pada gadis itu tapi dia tidak tahu apa yang sudah dilakukan gadis yang sudah diangap anak oleh nya.


Debiola kembali kerumah pamannya dengan keadaan yang kacau perutnya namapk membuncit sudah lama dia tidak pulang dan pamannya tidak mengetahui bahwa dia bersama seorang pria hingga gadis itu kembali sendiri dengan keadaan sedang hamil.


"Paman maafkan Debiola paman..Debiola salah Debiola tidak mendengarkan ucapan paman."seru Debiola bersujut di kaki pamannya.


"Debiola mengandung paman laki laki itu tidak mau bertanggung jawab pada ku dan bayi ini,paman..."Timpal Debiola.


Pria paru baya itu namapak memegang dadanya yang terasa sesak mendengar penjelasan Debiola yang meruntuhkan harapan dan dunia nya,pria itu tidak dapat berkata apa pun dia sangat kecewa pada ponakanya itu demi gaya hidup mewah gadis itu melakukan hal buruk dan kini dia menanggung semua nya.


Paman itu melepaskan kakinya yang dipegang Debiola dengan kasar dia mendorong gadis itu menjahui dirinya hal itu hingga membuat Debiola terkejut dengan perlakukan kasar laki laki yang sudah membesarkanya itu.

__ADS_1


"Pergi dari hadapan ku Debiola gadis tidak tahu diri...Aku tidak sudi melihat mu ada didepan mataku."Ucapnya sembari menahan air mata yang hampir saja menetes dari pelupuk mata rentan nya itu.


"Pamannn aku mohon maaafkan aku paman..aku berjanji aku akan berubah paman..."Ucap Debiloa dengan tangisan.


"Aku sudah kecewa pada mu Debiola aku bekerja siang malam untuk pendidiikan mu agar kau bisa membuat ku bangga dan kau juga bisa menjadi orang sukses tapi kau membuat ku kecewa Debioa...Pergi..."Pekik Paman Debiola menutup pintu dengan keras.


Debiola menatap nanar pintu yang tertutup rapat itu dengan perasaan yang sangat sedih dia tahu betapa kecewanya pamanya padanya tapi semua sudah terjadi dan dia tidak bisa memutar waktu,dengan lesu gadis dengan perut besar itu pergi berjalan di jalanan yang ramai.


Dengan gontai dia terduduk di bangku taman semabri menangisi kehidupanya yang sangat buruk tiba tiba beberapa pria mendekati Debiola yang sedang sendiri,mengodanya dan berusaha melecehkan gadis yang sedang mengandung itu.


"Tolong ku mohon jangan lakukan itu padamu,aku mohon..."Rintih Debiola memohon.


Mereka mengoyak baju Debiola dengan kasar hingga membuat tubuh gadis itu hampir terlihat namun sesorang pria datang menolong Debiola dan membuat penjahat itu melarikan diri.


"Apa kau baik baik saja nonaa..."Pekik pria itu dengan panik.


Dia adalah Kenan Willjons yang baru saja kembali ke Jepang saat mengetahui kematian ibunya dan dia berusaha untuk melupakan Aleska,Kenan melepaskan jasnya saat melihat tubub gadis itu yang terlihat.


Debiola namapak sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya hingga gadis itu kehilangan kesadara di pelukan Kenan.

__ADS_1


__ADS_2