JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Hancur


__ADS_3

Aleska kembali ke rumah dengan keadaan yang benar-benar kacau, bahkan sapa dari bik Jeni dan ibunya tidak dia hiraukan Aleska memilih pergi ke kamarnya mengurung diri dan tidak ingin bicara.


"Non Aleska makan dulu Non, nanti sakit. " Ucap bik Jeni.


Tak ada sautan dari dalam kamar itu, Aleska terduduk menatap kalung pemberian Kenan untuk nya.


"Kau berjanji akan kembali padaku, namun saad kau kembali kau malah berkata yang sangat menyakitkan. " Gumam Aleska.


Aleska melemparkan kalung itu dengan masa marah, hari sudah beranjak senja namun hujan yang turun tak juga ingin berhenti.


DRDRDRDR


Bunyi ponsel Aleska bergetar Aleska melihat siapa yang menghubungi dirinya, tertera nama Laras yang menelpon dirinya. Namun Aleska tidak ingin berbicara dengan siapa pun saad ini.


Aleska mematikan ponselnya agar Laras atau orang lain tidak bisa menghubungi nya, Aleska tertidur di lantai kamarnya yang dingin. Ditambah hujan yang sangat lebat membuat tubuh nya menjadi demam.


Tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa Aleska sedang demam, dia membiarkan dirinya belajar kuat untuk menghadapi semua hal.


Aleska mengigil lalu pindah ke atas kasurnya menyelimuti tubuh nya yang terasa sangat lemas dan tidak berdaya.


Waktu sudah menunjukan pukul 07.00wib namun belum ada tanda tanda Aleska turun dari kamarnya, Diana yang khawatir dengan putri nya kemudian berusaha untuk menemui Aleska yang mengurung diri.


"Aleska bukak pintu nya, bunda mau bicara sama kamu... Aleska... " Teriak Diana.


"Jangan ganggu aku, aku mau sendiri pergi sesuka hatimu. " Teriak Aleska.


Diana benar-benar merasa bersalah pada Aleska dirinya tidak menyangka jika Aleska semarah itu pada dirinya, ponsel nya bergetar panggilan dari rumah sakit.


Diana kembali harus pergi dan meningkatkan Aleska sendrian, bik Jeni sudah berulang kali mengedor kamar Aleska namun semua itu tidak membuat kan hasil apa pun.


Di sekolah Laras dan yang lain nampak bingung karena jam pelajaran sudah dimulai dan belum ada tanda keberadaan Aleska atau kabar darinya.


"Apa kau sudah menghubungi Aleska Laras? " Ucap Indah.


"Dari kemarin sore tapi ponselnya mati sampai sekarang aku tidak menerima kabar apa pun darinya. " Ucap Laras.


Kenangan memasuki kelas itu dengan seperti biasanya, dia memandang kursi dimana setiap paginya dirinya akan melihat Aleska.

__ADS_1


"Selamat pagi anak anak. " Ucap Kenan.


PAGI PAK WILLIAMS.


Seru mereka kompak, Kenan mulai menatap anak didiknya itu dengan serius. Dia berpikir apa Aleska sedang sakit karena hujan hujan kemarin.


"Dimana Aleska...? " Seru Kenan.


Mereka saling tatap tanda tidak ada yang mengetahui keberadaan Aleska.


"Dari kemarin sore saya tidak bisa menghubungi dirinya pak, ponselnya juga mati. " Ucap Laras.


Kenan akhirnya memulai pelajaran pagi itu dengan hati yang sangat cemas takut jika sesuatu terjadi pada Aleska, karena dirinya meninggalkan Aleska yang sedang terluka dengan kata-kata yang sangat menyakitkan.


"Apa kau sakit Aleska, atau kau ingat menghindari dari ku. " Batin Kenan.


Kenan bermain ponselnya sembari memberi sebuah tugas pada murid nya, Kenan menatap poto poto di Instagram Aleska dan juga Facebook nya.


Tidak ada update sejak hari perkemahan itu, Kenan menatap poto dirinya semasa kecil dulu saad bermain bersama Aleska.


"Kau masih menyimpan semua kenangan kita Aleska. " Batin Kenan.


Jam pelajaran akhirnya selesai dan Kenan segera keluar untuk pergi ke rumah Aleska,Kenan sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada gadis kesayangan nya.


Kenan mengendarai mobilnya dengan buru buru menuju rumah Aleska, membentang jalan yang sangat ramai oleh pengendara lainnya.


Setelah beberapa saad berkendara Kenan sampai dirumah Aleska yang nampak sangat lah sepi, Kenan mengetuk pintu dan dibuka oleh bik Jeni


"Eh pak guru ganteng, mau cari non Aleska ya pak.. " Gumam bik Jeni.


"Iyaa bik saya ingin bertemu Aleska. " Ucap Kenan ramah.


"Maaf Pak guru sebelumnya, tapi Non Aleska sedang tidak ingin bertemu dengan siapa pun dia mengurung diri sejak kemarin. " Gumam bik Jeni


"Biar saya yang membujuk nya bik, ada hal penting yang ingin saya katakan apa saya bisa ke kamar Aleska." Tanya Kenan.


"Kamar Non Aleska dilantai atas pak guru, didepan kamarnya ada tulisan namanya. Saya permisi dulu mau kepasar. " Ucap bik Jeni.

__ADS_1


Kenan tersenyum memandang bik Jeni yang pergi, Kenan menaiki lantai atas menuju kamar Aleska.


Kenan berdiri menatap pintu kamar yang begitu sepi seperti tak berpenghuni.


"Aleska.... " Ucap Kenan.


Aleska yang sedang terdiam menatap langit langit kamarnya mendegar suara Kenan yang memanggilnya, kemudian segera berlari membuka pintu.


Aleska termenung menatap Kenan yang berdiri di depan kamarnya, Aleska segera berlari kepelukan Kenan yang sangat dirinya rindu kan.


Kenan membalas pelukan itu dengan rasa bersalah, Kenan menatap kamar Aleska yang begitu berantakan dan tubuh Aleska pun sedikit hangat.


"Apa kau demam Aleska, tubuh mu terasa mengahangat. " Ucap Kenan.


"Aku menghangat karena aku bisa memeluk mu kembali Kenan, aku sangat terpukul dengan ucapan mu jika kau akan meninggalkan ku lagi. " Isak Aleska.


Kenan mengelus punggung Aleska yang bergetar hebat karena isakan tangisnya, Kenan pun merasakan sakit yang dirasakan oleh Aleska.


Aleska mengajak Kenan masuk kedalam kamarnya yang sangat tak pantas disebut kamar, semua barang barang Aleska berserakan bahkan ada yang sudah terpecah.


"Maaf aku belum membersihkan kamar ku, apa kau ingat minum sesuatu? " Gumam Aleska.


Kenan duduk di balkon kamar Aleska sembari menghirup udara segar.


"Tidak usah aku tidak butuh apa pun, cepat mandi dan makan lah aku tahu kau belum memakan apa pun. " Ucap Kenan.


Aleska mengganguk dan masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya, Kenan merapikan semua barang yang berserakan di lantai.


Kenan menatap album masa kecil mereka yang masih terawat sempurna, Kenan tersenyum sembari merapikan sebagian barang yang masih bisa dirapikan.


Kamar itu lebih terlihat rapi kembali bahkan tempat tidur Aleska pun dia bersihkan dengan senang hati, Hanya beberapa barang pecah yang belum dibersihkan Kenan.


Aleska keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai yang sudah dia siapkan sebelum mandi, dia menatap kamarnya yang jauh lebih baik dari tadik.


Kenan yang terduduk di kasur Aleska tersenyum manis menatap gadis itu yang sudah mandi, walaupun matanya tidak bisa berbohong kalau dia menangis semalam.


"Ayo turun makan lah, biarkan semua kekacauan ini biasanya Jeni yang bersihkan toh tinggal sedikit. " Gumam Aleska.

__ADS_1


Aleska turun diikuti Kenan di sampingnya, rumah nampak sangat sepi itu sudah biasa bagi Aleska rumah sebesar itu bahkan kehangatan keluarga pun tidak ada.


__ADS_2