JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Sangat Kecewa


__ADS_3

Oprasi itu berjalan dengan lancar dibantu Aleska dan dokter Fidia, Aleska sudah membayar semua perawatan ibu dan bayi itu sampai pulih.


"Apa kalian semua sudah puas, rumah sakit ini untuk menolong orang anda semua sebagai suster ataupun dokter tidak seharusnya mengambil keputusan seperti itu, jika saya terlambat sedikit saja bagaimana dengan kedua nyawa itu haaa... " Pekik Aleska begitu marah pada suster dan Dokter Fidia.


"Dengar Dokter Aleska saya minta maaf atas tindakan yang sudah dilakukan para perawatan dirumah sakit ini, saya baru masuk hari ini jadi tidak tahu menahu ada kejadian seperti ini. Saya akan mengambil tindakan keras dengan skorsing pada perawat yang terlibat dalam masalah ini. "Jelas Dokter Fidia merasa bersalah.


" Untuk kalian semua saya harap kalian akan paham untuk semua konsekuensi yang sudah kalian lakukan. "Ucap Aleska.


Aleska meninggalkan mereka yang nampak sangat takut karena berurusan dengan dokter yang paling disegani oleh setiap rumah sakit, mereka harus menerima semua hukum mereka.


" Astagaa dia seorang dokter, kenapa aku tidak mengenali seorang dokter Aleska.. "Gumam Agnes di balik dinding.


Aleska mendekati suami wanita itu dan menyampaikan semua baik baik saja dan bayinya sudah selamat, ditambah Aleska sudah melunasi semua biaya persalinan samapai mereka benar-benar pulih.


" Bahagia selalu untuk dirimu Dokter terimakasih untuk semua nya. "Ucap pria itu menagis dan ingin menyentuh kaki Aleska.

__ADS_1


" Pak pak sudah lah yang penting semua sudah baik baik saja, saya permisi dulu pak. "Ucap Aleska tersenyum.


Aleska meningalkan rumah sakit bersama Agnes yang mengikuti dirinya.


" Dokter apa sudah selesai saya akan antara kan pulang. "Ucap Agnes.


" Ha ha ha jangan pangil saya dokter Agnes pangil saja Aleska, saya bukan seorang dokter. "Balas Aleska masuk kedalam mobil.


Agnes mengikuti Aleska masuk kedalam mobil, dia berpikir kenapa Aleska bilang bukan seorang dokter sedangkan dokter Fidiya memanggilnya dokter.


" Iya dokter siap. "Balas Agnes mengemudikan mobilnya.


" Berhenti memanggil ku Dokter aku sudah bukan seorang dokter lagi ok. "Ucap Aleska.


Agnes hanya terkekeh pelan walaupun mereka baru saja bertemu beberapa jam lalu tapi mereka sudah nampak sangat akrab, Agnes meminta nomor ponsel Aleska untuk hanya menyimpan nya.

__ADS_1


Aleska memejam kan matanya rasa letih dan lelah membuat dirinya sangat ingin memejamkan mata sejenak, Agnes mengendari mobilnya dengan santai mengikuti petunjuk pada ponsel nya.


Setelah beberapa saat mereka samapai pada apartemen miliki Aleska, Agnes mengoyak kan tangan Aleska pelan untuk membangun kan gadis itu yang nampak begitu lelap.


"Emmm iyaa apa sudah sampai Agnes? " Gumam Aleska meregangkan otot-otot nya.


"Sudah mbk dokter.. " Balas Agnes.


Aleska duduk tegap dan merapikan rambutnya dan pakai nya yang nampak berantakan saat tertidur tadik, Aleska merogo uang didalam tasnya yang berjumlah cukup bayak pada dan memberikan langsung pada Agnes yang sudah menolongnya dan wanita hamil tadik.


"Terima kasih sudah membantu ku, simpan dan gunakan dengan bijak bye. " Ucap Aleska sembari turun dari mobil.


"Tapi ini bayak sekali mbk dokter akuuu... " Ucap Agnes terputus melihat Aleska berjalan cepat meninggalkan dirinya.


"Alhamdulillah masih aja ada orang baik, ini bisa jadi untuk membayar uang sekolah Mika dan juga membelikan kado untuk ulang tahunnya minggu depan. " Ucap Agnes bahagia.

__ADS_1


Gadis itu mengendarai mobilnya menjauhi Apartemen Aleska dengan perasaan bahagia dan senang dengan kebaikan Aleska.


__ADS_2