
TOK TOK TOK
Bunyi pintu ruangan nya diketuk oleh seseorang membuat Aleska segera menghapus air matanya dan berdiri mempersilahkan sipengetuk untuk masuk.
"Iyaa masuk lah. " Ucap Aleska.
Seorang pria parubaya datang dengan jasa putih yang melekat di tubuh gempal nya nampak sangat merasa kecewa saat melihat Aleska.
"Dokter Ferianwan silakan masuk Dok, ada hal apa yang membuat dokter datang sendiri menemuiku. " Gumam Aleska.
Pria itu nampak duduk tanpa ada senyuman diwajahnya yang nampak sudah menua dengan kerutan yan mulai nampak.
"Saya kecewa dengan anda Dokter Aleska, saya kemari hanya ingin memberikan surat unduran diri anda dari rumah sakit ini. " Ucap Dokter Ferianwan selalu kepala dokter dirumah sakit tempat Aleska bekerja.
"Maksutnya dokter apa saya dipecah secara tidak terhormat dari rumah sakit ini? " Gumam Aleska terkejut.
"Saya sangat menyayangkan semua ini Dokter Aleska, anda adalah dokter dari Universitas kedokteran yang sangat terkenal dan anda adalah seorang dokter yang sangat berbakat. " Ucap dokter Feriawan.
"Tapi anda sudah mengecewakan rumah sakit ini Dokter, saya minta maaf untuk ketidaknyamanan ini. Semoga anda bisa menjadi dokter yang baik tapi tidak di rumah sakit ini saya permisi. " Timpal dokter Feriawan.
__ADS_1
Dokter Feriawan meninggalkan ruangan Aleska dengan berat hati namun semua itu adalah komplen dari Debiola yang baru saja kehilangan anaknya.
Aleska hanya bisa pasrah dengan keputusan dari rumah sakit itu dirinya sendiri yang membuat semua kekacauan ini terjadi, semua adalah salah nya. Aleska merapikan semua barang barang nya han dibawa ke rumah sakit itu dengan berat hati.
Niko dan Anggun memasuki ruangan Aleska dan terperanga saat melihat Aleska dengan wajah sedih sedang merapikan semua barang barang nya kedalam kardus, Niko mendekati Aleska yang nampak tidak menyadari ke hadiran kedua sahabat nya itu.
"Dokter Aleska.. Dokter mau kemana? " Tanya Anggun bingung.
"Aku sudah dipecah dari rumah sakit ini, aku dipecah secara tidak terhormat... Aku... " Ucap Aleska tebata teringat ucapan Dokter Feriawan.
Anggun memeluk Aleska dia juga merasakan apa yang sedang dirasakan oleh teman nya itu, Niko membaca surat yang tergeletak di atas meja Aleska.
"Aleska ini semua bukan salah mu tidak adil jika kamu disalahkan dalam urusan semua ini, anak itu mengalami komplikasi sejak lahir dia... " Ucap Niko terputus oleh Aleska.
"Tapi aku menolak merawatnya malahan aku melibatkan dirimu dalam masalah ku, aku berharap Debiola tidak menyebutkan dirinya aku tidak tahu apa yang akan terjadi selajutnya. " Ucap Aleska penuh air mata.
Mereka berpelukan untuk sesaat kemudian membantu Aleska membereskan semua barang barang nya, Tiba-tiba Arjuna datang dan melihat Aleska yang bersiap pergi.
"Sayang... " Ucap Arjuna.
__ADS_1
Semua orang menatap Arjuna yang terlihat bingung dengan situasi saat itu, Aleska berlari memeluk Arjuna dengan erat. Rasanya terasa ringan saat Aleska bisa memeluk Arjuna.
"Kenapa? " Timpal Arjuna.
"Dokter Aleska dipecah secara tidak terhormat dari rumah sakit ini. " Ucap Anggun.
Hal itu membuat Arjuna begitu terkejut dia tidak mengira masalah yang akan di hadapi Aleska akan seberat itu, Arjuna mengelus punggung Aleska agar gadis itu lebih tenang.
"Aku percaya kamu akan menjadi dokternya yang lebih baik dari sekarang tapi tidak dirumah sakit ini Aleska, ayoo biar ku bantu. " Ucap Arjuna.
Mereka melepaskan pelukan kemudian Arjuna membawa kardus berisikan semua barang barang Aleska, Aleska nampak berpamitan kepada Niko dan Anggun Aleska berjalan meninggalkan mereka yang nampak begitu sedih melihat teman mereka keluar dari rumah sakit itu.
Aleska memandang setiap sudut rumah sakit itu dengan sedih, beberapa suster dan dokter memberi Aleska kekuatan untuk terus berkarya menjadi dokter yang lebih baik lagi. Mereka merasa kehilangan dokter yang berbakat dan menyenangkan seperti Aleska.
"Selamat tinggal semua nya. " Gumam Aleska memandang rumah sakit yang sudah menampung dirinya selama 2 tahun di Indonesia.
Arjuna memasukkan barang Aleska ke dalam mobil sedang kan Aleska nampak begitu lesu duduk sembari memandang rumah sakit itu, Arjuna memegang tangan Aleska menguatkan wanita yang dia cintai itu.
Dalam perjalanan pulang pun tak sepatah kata pun Aleska ucapkan dirinya hanya memandang keluar jendela mobil terdiam entah apa yang dia pikiran. Arjuna nampak begitu sedih melihat Aleska kembali terpuruk seperti dulu.
__ADS_1