JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Berpisah


__ADS_3

Aleska mengerjapkan matanya sinar mentari masuk dibalik cela cela hordeng yang tidak tertutup rapat, Aleska nampak terkejut saat sebuah tangan menggenggam erat tangan nya.


Aleska memandang tangan kokoh itu sembari menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya, Aleska terkejut saat tahu bahwa dia adalah Kenan yang tertidur nyaman sembari mengenggam tangan nya.


"Kenan... " Gumam Aleska menarik tanganya pelan.


"Kenapa Kenan kenapa harus Arjuna yang berada diantara kita, kenapa harus dia yang pergi? " Ucap Aleska lirih.


Aleska memandang jam yang sudah menujukan pukul 8 pagi dan hujan badai juga sudah berhenti, pintu terbuka dan menampakkan dokter Nike yang terkejut melihat Kenan.


"Dokter Aleska, emmz maaf aku hanya mau menghantarkan bubur.. " Ucap dokter Nike salah tingka.


"Masuk saja dokter Nike, aku juga tidak tahu kenapa dia disini. " Ucap Aleska.


Kenan nampak mulai bangun dari tidur nya saat mendegar suara Aleska berbicara, matanya mengerjab perlahan sembari menatap dokter Nike.


"Hayy selamat pagi pak Kenan? " Sapa dokter Nike.


"Emmz selamat pagi dokter Nike, maaf saya permisi. " Ucap Kenan segera beranjak pergi.


"Apa kamu sudah lebih baik? " Gumam Kenan menatap Aleska.


Aleska hanya mengganguk menanggapi ucapan Kenan membuat pria itu tersenyum tipis lantas pergi, sedangkan Dokter Nike nampak kepo dengan hubungan keduanya namun dia urungkan mengingat Aleska sedangkan tidak baik baik saja.


"Apa sudah lebih baik? Aku membawa kan bubur dan juga obat jika belum sembu kita langsung ke rumah sakit saja. " Ucap dokter Nike lembut.

__ADS_1


"Aku lebih baik dokter Terima kasih maaf sudah merepot kan kalian semua. " Ucap Aleska menerima bubur dan meletakkan nya di meja.


"Kenapa ditarok disana, kamu harus makan dokter Aleska jika tidak kapan mau sembuh kita disini mau menolong orang. " Ucap Dokter Nike nampak kesal.


Aleska tertawa melihat tingkah dokter Nike yang nampak kesal karena dirinya tidak memakan bubur yang sudah dia buatkan.


"Aku akan memakannya nanti dokter, jangan khawatir aku sudah dewasa aku tahu yang harus aku lakukan. " Gumam Aleska.


"Terserah kau saja, kalau begitu aku pergi dulu ingat makan bubur mu dan obat nya juga.. " Seru dokter Nike pergi keluar.


"Bagaimana bisa aku makan sedangkan mama Ritha entah bagaimana perasaannya sekarang. " Gumam Aleska.


Ponsel Aleska berdering nyaring bertanda ada panggilan masuk, gadis itu nampak langsung mengangkat panggilan dengan riang.


"Selamat pagi maa.. " Sapa Aleska.


"Aleska sudah tahu semua nya ma, kenapa mama Rieta tidak memberi tahu jika Arjuna mengalami kecelakaan kenapa semua orang diam. " Cerca Aleska.


"Semua itu permintaan Arjuna agar kami tidak memberi tahu kamu jika terjadi sesuatu padanya, dengar Aleska kamu harus kuat sekarang kamu akan berdiri sendiri tanpa ada Arjuna yang menemani mu. Mama harap kamu tidak pernah melupakan Arjuna dan juga mama. " Ucap Ritha di sertai tangisnya yang pecah.


Aleska tersedu-sedu mendegar ucapan Ritha yang benar-benar membuat hati nya begitu sakit, dia bingung harus menjawab ucapan Ritha. Dia juga begitu terluka kehilangan kekasih sekaligua sahabat baginya.


"Apa yang menyebabkan Arjuna kecelakaan ma? " Gumam Aleska.


"Rem mobil Arjuna tidak berfungsi dan mengakibatkan kecelakaan nak, padahal saat itu Arjuna membawa baju pengantin yang sudah dia pesan untuk kamu. " Seru Ritha.

__ADS_1


"Tapi Tuhan berkata lain, mungkin memang kalian tidak berjodoh dan Arjuna memang tidak bisa memiliki mu. " Timpal Ritha.


"Maafkan Aleska ma.. " Ucap Aleska dengan tangis nya.


"Tidak itu bukan salah mu, percayalah Arjuna akan sedih jika tau kamu sedih dan terus menangis sesuatu yang bukan salah mu. " Gumam Ritha.


"Aleska jika nanti kamu mendapatkan seseorang yang baru jangan pernah melupakan Arjuna nak, dia begitu mencintai mu menunggu mu sampai kamu siap membuka hatimu untuk nya walaupun saat itu tiba dia sudah berbahagia disana. " Timpal Ritha.


"Aku tidak kan melupakan Arjuna maaa tidak akan pernah, karena dia adalah laki-laki terbaik dan akan menjadi yang terbaik dalam hidup Aleska. " Ucap Aleska menghapus air matanya.


"Maafin Aleska maa, andai aku tau semua ini terjadi mungkin sejak awal aku tidak akan perna meninggalkan dia sendiri. " Timpal Aleska.


"Maama tahu sayang, sekarang kamu harus lebih kuat lagi. Arjuna berpesan pada mama agar kamu tetap disana menolong mereka yang membutuhkanmu, mama juga akan segera kkembali ke Singapura. " Ucap Ritha.


"Tapi maaaa kenapa mama harus pergi, lantas Arjuna bagaimana? " Ucap Aleska.


"Arjuna bersama mama, ikut dengan mama di Singapura dan mama tidak mungkin tetap disini nak.. Mama harus kembali ke Singapura.. jaga dirimu. " Ucap Ritha.


"Bagaimana dengan Aleska? Kenapa kalian semua pergi meninggalkan Aleska? " Cerca Aleska.


"Kami tidak meninggalkan mu hanya saja, jika mama tetap di sini mama akan sedih saat nanti kamu bersama dan bersanding dengan laki-laki lain nak.. kamu tau mama begitu berharap kalian menikah. " Ucap Ritha lembut.


"Dengar Aleska jaga dirimu, mama akan segera pergi semoga suatu saat nanti jika akan bertemu kembali." Ucap Ritha mematikan panggilan nya.


"Hallo maa hallo... " Ucap Aleska merasa bersalah.

__ADS_1


"Arjuna...? " Gumam gadis itu kembali teringat.


__ADS_2