
Kenan nampak melangkah dengan terburu buru menghampiri semua orang yang membawa beberapa jenazah yang di evaluasi dari badai 4 hari lalu, hatinya terasa cemas dan takut jika diantara mereka ada adik tercinta disana.
"Permisi.. " Gumam Kenan.
"Kenan.. kemari lah. " Pekik Vero memanggilnya dengan keras.
Kenan berlari menghampiri Vero yang begitu tegang, memegang pundak Kenan dengan erat sembari memberi kode untuk pria itu membuat sendiri tempat jenazah itu.
"Aku tidak bisa berkata, sebaiknya kamu lihat sendiri. " Gumam Vero.
Dengan cepat Kenan berlutut dan membuka tempat jenazah itu dengan perlahan dan nampak dengan jelas seorang gadis berwajah jepang yang sudah membiru.
Kenan tesentak hingga luruh ketanah saat mengetahui bahwa adiknya satu satunya keluarga yang dia miliki kini sudah pergi darinya, Vero menenangkan Kenan yang begitu lemas dan tidak berdaya.
"Tidak itu bukan adikku, itu bukan Naomi kan.. " Seru Kenan mulai menangis.
__ADS_1
"Tidak... Naomi bangun.. Naomi... ini kakak.. "Pekik Kenan histeris.
" Kenan.. ayoo berdiri, kamu harus bisa menerima semua ini. "Ucap Sandra menenangkan Kenan.
Nampak semua orang menatap sedih dan nanar Kenan yang meraung raung meratapi sang adik yang kini sudah tidak bernyawa, memeluk erat tubuh yang kini sudah membiru.
Wajahnya yang begitu putih kini nampak membiru bibir merah muda nya pun kini nampak membiru, tubuh nya begitu dingin dipelukan Kenan.
Tangis nya kian menjadi tak kalah sang adik yang masih mengengam erat kalung pemberian Kenan disana ulang tahun nya, kalung yang berisikan foto mereka bedua dan janji Kenan yang akan selalu bersama nya.
Vero menenangkan Kenan dan memohon agar dia melepaskan dan mengikhlaskan kepergian adiknya itu, Kenan nampak meletakkan kembali jenazah Naomi dan mengambil kalung nya.
Menatap sedih saat mereka membawa Naomi pergi canda tawa Naomi terasa teringat jelas di benak Kenan, air matanya tidak henti mengalir deras.
"Aku sudah menemukan Naomi, aku sudah ikhlas jika kamu pergi adikku.. Maaf kakak tidak bisa menjaga mu hanya memberi janji padamu.. " Batin Kena menatap foto mereka didalam kalung milik Naomi itu.
__ADS_1
"Sabar ayo kita ikuti mereka menuju rumah sakit dikota. " Ucap Sandra.
Aleska uang yang mendegar suara gaduh nampak melihat sejenak dan mengetahui bahwa itu adalah Naomi yang kini terbungkus plastik jenazah didepan matanya.
"Naomi... Aku tidak menyangka jika kamu akan pergi secepat ini.. sama seperti Arjuna. " Gumam Aleska.
Aleska menatap Kenan yang begitu histeris dia ingin sekali memeluk nya sama saat dia memeluk Aleska ditengah hujan menenangkan nya, tapi kaki dan raganya begitu berat saat menatap nya.
Aleska hanya memandang Kenan dari kejauhan menatap seorang wanita yang dia begitu kenal bersama dan begitu dekat dengan Kenan, mata tajam pria itu nampak memandang Aleska sejenak sebelum masuk kedalam mobil mengikuti jenazah Naomi.
Aleska menghapus air matanya menatap lurus mobil yang mulai pergi meninggalkan posko relawan,matanya tak lepas dari bayang-bayang Kenan bersama Sandra.
"Semoga kamu kuat Kenan kehilangan seseorang yang begitu berharga dihidupmu.. " Gumam Aleska.
Aleska kembali kekamar nya mengemasi semua barang bareng nya dia berniat untuk pergi ke Jakarta, kondisi disana sudah lebih baik tidak masalah jika dia pergi.
__ADS_1
Lagi pula dia tidak mungkin berada terus disana karena dia juga tidak bisa membantu mereka, Aleska kehilangan semua ke fokus nya karena Arjuna jadi dia memutuskan untuk pergi sejenak menghilang beban pikiran nya.