
Kini Aleska dan Kenan tengah duduk bersantai di balkon kamar Aleska setelah dibersihkan oleh bik Jeni, Aleska sudah jauh lebih baik dari kejadian kemarin.
Aleska bersandar nyaman dipundak Kenan sembari memandang awan mendung yang mulai terlihat, Aleska sangat menikmati kebersamaan dirinya itu.
"Aku berharap kita akan tetap bersama, entah apa yang akan terjadi jika aku kehilangan dirinya mu. " Gumam Aleska.
Kenan mengengam tangan Aleska erat, dirinya pun tidak ingin kehilangan gadis kecil nya lagi. Sudah cukup penantian 10 tahun yang sangat menyiksa.
"Aku tidak tahu Aleska aku tidak ingin berjanji dengan mu, aku takut aku tidak bisa menepati janji ku itu. " Ucap Kenan.
Aleska dan Kenan bercerita bayak hal sejak mereka tidak bersama, menceritakan kehidupan Kenan di negeri matahari terbit itu. Bahkan Kenan tidak pernah berhubungan dengan gadis mana pun dia masih berharap bisa berjumpa dengan Aleska.
"Benarkah bukankah gadis Jepang sangat cantik. " Ucap Aleska.
"Sangat cantik dan imut bahkan pesona mereka tidak bisa mengalahkan kecantikan gadis kecil ku. " Gumam Kenan mencubit hidung Aleska.
"Ihhh sakit tau.. " Pekik Aleska memegang hidung nya.
Kenan terkekeh melihat gadis itu, Kenan menatap jauh ke masa yang akan datang bagimana jika sampai ibu Aleska dan ayah Kenan benar-benar menikah dan mereka akan menjadi saudara.
__ADS_1
Aleska menatap Kenan yang sedang terdiam menatap air hujan yang mulai berjatuhan dari langit, Aleska tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kenan tentang masa depan mereka dan orang tua mereka kelak.
"Kau tahu Kenan, saat pertama aku tahu bahwa ayah mempunyai wanita lain selain aku dan bunda hidup ku terasa hampir tidak bisa berdiri di kaki ku sendiri. Belum lagi bunda sangat lah hancur saat itu, dan kini bunda melakukan hal yang sama seperti ayah lakukan dulu. " Gumam Aleska mengingat masa lalu yang kelam.
"Aku tahu Aleska dan kini aku merasakan sakit itu, sakit yang teramat sakit. " Balas Kenan.
Aleska terdiam saat mendegar ucapan Kenan yang benar-benar sampai ke hatinya, Aleska sangat menyayangkan semua yang sudah dilakukan oleh Diana.
"Kau tak usah risau Kenan, aku akan membuat bunda melepaskan ayah mu. Aku akan membuat ayahmu kembali ke pada keluarga nya. " Gumam Aleska.
"Aku tidak berharap itu akan terjadi Aleska, rasa sakit itu sudah membekas dalam ingan dan perasaan ibuku. " Balas Kenan.
"Kau tidak perlu khawatir Kenan, aku sendiri yang akan menjamin ayahmu kembali kepada mu dan ibumu lagi. " Batin Aleska.
Kenan mencium kening Aleska dan mengacak rambutnya kasar, membuat Aleska merasa tidak senang dengan tindakan itu.
"Kau sudah semakin besar dan sudah hampir menginjak Perguruan tinggi, aku berharap kau bisa menjadi dokter yang hebat seperti ibu mu. " Ucap Kenan menatap mata Aleska.
"Apa kau ingat aku meneruskan pekerjaan ibuku? " Gumam Aleska.
__ADS_1
"Tentu saja kau sangat pantas menjadi seorang dokter yang hebat Aleska, aku akan menjadi pasien pertama mu. " Ucap Kenan.
Aleska tersenyum dan berhamburan ke pelukan Kenan yang nyaman, Kenan memeluk Aleska dengan sangat erat dia merasa esok hari dirinya tidak akan bisa sedekat ini dengan gadis itu.
"Kenan besok adalah hari ulang tahun ku yang ke 17,boleh aku meminta hadiah padamu? " Ucap Aleska.
Kenan melepaskan pelukan nya dan menatap Aleska.
"Boleh saja kau mau apa dariku, jika aku bisa aku akan berikan padamu. " Gumam Aleska.
"Berjanji lah kau akan tetap bersama ku apa pun yang akan terjadi esok hari, kau tidak akan pernah meninggalkan ku walaupun pun esok mungkin kita akan berpisah. " Ucap Aleska.
Kenan terdiam mendegar ucapan yang dilontarkan Aleska begitu membuat teringat jelas di otak nya.
"Walau dunia dan seisinya tidak menginginkan kita bersama tetap lah bersama ku, tetap menjadi Kenan ku yang selalu ada saat aku membutuhkan mu. Berjanji lah Kenan" Timpal Aleska kembali sembari menatap Kenan dengan berkaca kaca.
"Aku tidak bisa menjajikan hal yang bahkan aku sendiri tidak tahu bisa menepati atau tidak Aleska, tapi percayalah aku akan tetap disini bersama mu walaupun esok kita tidak ditakdirkan untuk bersama. " Gumam Kenan.
Kenan mengecup lembut bibir Aleska, dirinya begitu merindukan gadis itu seperti esok hari dirinya tidak dapat bertemu dan mengecup gadis itu.
__ADS_1