JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Aku Membenci Semua Tentang Mu


__ADS_3

"Kak mama gak papa kan, aku takut kak... " Ucap Naomi menangis dipelukan Kenan.


"Mama akan baik baik saja Naomi kamu jangan khawatir ok.. " Balas Kenan menenangkan adiknya.


Seorang perawat nampak keluar dari ruangan oprasi Margaret,dia nampak sibuk menelpon sesorang.


"Suster bagaimana keadaan ibu saya Sus, dia baik baik saja kan Sus.. " Tanya Naomi begitu khawatir.


"Mbk Sabar yaaa kita sedang menghubungi dokter Diana, anda sabar dan berdoa saja. " Balas suster itu kemudian pergi kembali.


"Dokter Diana bukan kah wanita pengoda itu kak... " Gumam Naomi.


Kenan mengepalkan tangan nya saat mendegar nama wanita yang sekarang sangat dirinya benci, karena dirinya Margaret ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menjatuhkan diri dari lantai 4 perusahaan mereka.


Aleska melihat Diana pergi terburu-buru dengan jas kebanggaannya itu, Aleska melihat ibunya bingung kenapa diwaktu ulang tahun nya dia malah pergi ke rumah sakit.


Aleska ingin menghentikan Diana tapi dia urungkan karena seperti nya pasien itu sangat membutuhkan bantuan dari ibunya.


Diana mengendarai mobilnya dengan kecepatan tanpa menghiraukan pengendara lain yang memberi peringatan untuk dirinya, Diana benar-benar bersalah saad mengetahui Margaret berusaha mengakhiri hidupnya.


"Apa kau wanita bodoh Margaret, dengan kau mengakhiri hidup mu sendiri kau memberi tahu aku bahwa kau sangat tidak beruntung. " Gumam Diana sedih.


Diana memarkirkan mobilnya dengan buru buru lalu segera masuk kedalam rumah sakit menuju ruang operasi Margaret yang sudah sangat kritis.


Diana menghentikan langkah nya saat tangan Kenan mencengkram tangannya begitu kuat, Kenan menatap Diana dengan tatapan yang sangat mengerikan.


"Kami tidak butuh Dokter seperti mu, menjauh lah dari dari ruangan ibu ku."Bentak Kenan.


" Lepaskan tangan mu nak, jika kau ingin ibu mu selamat. "Ucap Diana menghempas tangan Kenan.


" Dokter pasien kehilangan denyut nadinya... "Teriak seorang perawat.


Kenan dan Naomi semakin khawatir saat mendegar ucapan perawat itu, sedangkan Diana segera masuk kedalam ruangan oprasi Margaret.


Kenan dan Naomi ikut masuk kedalam ruangan itu dan melihat Margaret yang begitu menghawatirkan, darah terus saja keluar dari kepalanya.


" Mama mama ini Naomi ma, mama jangan tinggalkan Naomi ma... "Pekik Naomi.


Margaret membuka matanya saat mendegar suara tangis Naomi, dia tersenyum manis menatap kedua anaknya.

__ADS_1


" Na.. o.. mi.. Kenan, kemarin nak.. Mama Minta maaf sama kalian, mama salah mama tidak bisa menjaga kalian lagi nak.. "Ucap Margaret terbata bata.


" Tidak mama tidak akan pergi ke mana pun, kak jelaskan pada mama bahwa dia akan baik baik saja."Pekik Naomi.


Kenan hanya terdiam menatap Naomi yang histeris dengan keadaan ibu mereka yang sedang berjuang.


"Kenan jaga adik mu baik baik hanya Kenan yang Naomi punya. " Ucap Margaret sebelum menutup matanya.


Naomi memeluk ibunya dengan sangat erat Kenan tidak bisa berbuat apa pun lagi, kini dirinya hanya bisa mengalahkan diri sendiri karena tidak bisa menjaga ibunya.


"Suster tulis tanggal dan waktu kematian kita harus segera mengurus semua nya. " Printah Diana para perawat.


Naomi yang sangat marah dan membenci nya kemudian bertatap muka dengan Diana yang sama sekali tidak merasa bersalah karena kematian Margaret berawal dari dirinya.


"Kau adalah pembunuh ibuku, kau wanita ****** yang sudah menghancurkan keluarga ku.. " Teriak Naomi sembari mendorong Diana sampai terjatuh dibawa kakinya.


Suster yang melihat hal itu berusaha untuk mereda emosi Naomi yang sangat membara, Kenan hanya bisa terdiam dirinya bingung pada kenyataan pahit ini.


"Hey anak kecil kematian ibu mu bukan karena diriku, dia sendiri yang bodoh mengakhiri hidupnya. " Teriak Diana sembari berdiri tegak.


"Kau bilang apa wanita ******... " Teriak Naomi emosi.


PLAK


"Apa ibu mu yang bodoh itu tidak mengajarkan cara sopan santun berbicara dengan orang yang lebih tua. " Teriak Diana.


PLAK


Dengan marah Kenan menampar pipi Diana yang sudah menghina dan juga menampar adiknya, dengan marah bahkan Kenan sampai mendorong Diana hingga terjatuh.


"Kau pantas mendapat semua itu, Dokter macam apa kau ini... " Bentak Kenan.


Keributan itu dilaporkan oleh Suster yang sedang bersama dengan Diana, satpam itu kemudian mendekati mereka dan membawa Kenan menjauh dari mereka.


"Lepaskan sayaa anda salah menangkap orang, wanita ****** itu yang harusnya keluar dari sini. " Teriak Kenan.


"Kak Kenan pak tolong jangan bawak kakak saya.. " Ucap Naomi menahan satpam itu membawa Kenan.


Kenan dibawa secara paksa oleh dua orang satpam itu keluar dari ruangan itu, sedangkan Naomi nampak sangat kacau Diana berusaha untuk memenangkan Naomi yang histeris namun Naomi menolak di sentuh oleh dirinya.

__ADS_1


Diana nampak menghubungi seseorang saad melihat Naomi dirinya teringat akan Aleska, bagaimana jika posisi itu ada pada putri nya.


"Tenang lah Naomi ayahmu segera datang kemari untuk mengurus semua nya. " Ucap Diana saat melihat Naomi yang terduduk dilantai.


Diana meninggalkan Naomi dengan Margaret yang sudah tidak bernyawa lagi, dirinya menunggu kedatangan Willi yang sedang dalam perjalanan.


"Bukan karena aku ibu kalian pergi, tapi karena dirinya sendiri yang bodoh melakukan hal seperti itu demi laki-laki. " Gumam Diana gusar.


Perawat sudah mengurus jenazah Margaret dengan baik sedangkan Naomi nampak masih menangis belum lagi Kenan dibawa oleh satpam dan belum kembali.


"Diana bagaimana keadaan semua nya. " Ucap Willi.


"Jenazah nya sudah dibersihkan sedangkan anak anak mereka baik baik saja,hanya saja Kenan dibawa oleh satpam karena membuat kerusuhan. " Ucap Diana.


Wili menatap Naomi dengan rasa bersalah karena semua ini tidak akan terjadi jika dirinya dan Diana tidak pernah bertemu dan berhubungan.


Willi mendekati Naomi dengan takut akan penolakan sang anak, Willi menyentuh kepala Naomi dan mengelusnya dengan sayang. Namun dengan kasar Naomi menepis kasar tangan Willi.


"Pergi dari sini aku tidak sudi melihat wajah pembunuh ibuku, pergiiiiiiiiiii. " Teriak Naomi histeris.


"Naomi paapa hanya ingin memeluk mu nak, menambah kan hatimu. " Ucap Willi sedih dengan penolakan putri nya.


Diana kemudian membawa Willi pergi dari hadapan Naomi yang sedang marah dan sedih, diana membawa Willi untuk melihat Kenan di pos satpam.


Willi benar-benar takut saat bertemu dengan Kenan, Naomi yang biasanya akan bermanja padanya kini disentuh oleh nya saja terasa sangat menjijikkan.


Willi menatap Kenan yang sedang berada di dalam pos satpam dengan takut, tatapan mata tajam Kenan bahkan terasa sangat menguliti dirinya.


"Permisi pak saya ayah dari pemuda ini, saya kan menebusnya dan berjanji hal ini tidak akan terjadi lagi. Lagi pula Dokter Diana juga tidak mempermasalahkan itu semua. " Ucap Willi panjang lebar.


Akhirnya satpam itu mengabulkan permintaan Willi dan melepaskan Kenan begitu saja, Kenan keluar dari pos itu dan menatap ayahnya dengan kebencian.


"Terima kasih karena anda sudah mau membebaskan saya dari sini, dan saya bisa mengurus ibu dan adik saya sendiri. " Ucap Kenan.


"Kenan papa akan mengurus semuanya, ayah mohon izinkan ayah untuk bertemu dengan ibumu terakhir kalinya. " Ucap Willi.


"Tidak akan ku biarkan kau menemui ibu ku bahkan adik ku sekali pun. " Bentak Kenan.


Kenan berjalan pergi meninggalkan mereka yang nampak sangat bingung menghadapi kedua hati anak itu, bahkan Willi benar-benar merasakan kehancuran yang sedang dirasakan anak anaknya.

__ADS_1


__ADS_2