JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Frustasi


__ADS_3

Setelah asik mengobrol dengan orang tua Bara Aleska kini sudah berada di dapur milik Amelia menemani dirinya yang sedang sibuk dengan beberapa bumbu yang akan dirinya masak.


"Ada apa Aleska? " Ucap Amelia saat tahu Aleska datang menyusul nya ke dapur.


"Mau bantu tante,eh mama emmz mama mau masak apa? " Tanya Aleska.


"Kamu ini tamu di rumah ini kenapa kok malah repot repot masak sih, mama mau masak udang asam manis sama sayur kangkung kesukaan papa dan Bara. "


"Kalau begitu Aleska bantu ya ma, gak enak lah masak orang tua sibuk masak kita duduk manis aja. " Ucap Aleska mengambil kangkung dan memotong nya.


"Terserah kamu aja deh.. "


Alaska dan Amelia nampak sibuk dengan tugas mereka sendiri dapur itu nampak begitu sepi tanpa ada kata yang terdengar, Amelia melirik Aleska yang memotong kangkung dan juga cabe senyuman tipis terukir diwajah wanita berusia 45 tahun terakhir tersebut.


"Aku pikir dia hanya seorang dokter yang akan menangani pasien tapi ternyata dia juga bisa di dapur, wajar jika Bara begitu tergila-gila pada gadis ini. " Batin Amelia.


"Ini biar Aleska aja yang masak ya maa? " Ucap Aleska setelah selesai mencuci sayuran.


"Iya masak lah, kamu bisa masak udang ayam manis? Kalau bisa sekalian masak yaaa.. mama bantu bersihkan aja. "


"Ah masakan ku tidak begitu enak nanti mama kecewa? "


"Udah gak papa masak aja, mama mau lihat calon menantu mama ini pandai masak atau tidak.. " Kekeh Amelia menatap Aleska yang nampak diam.


"Sudah kok melamun buruan masak sebentar lagi makan siang.. "


"Ah iya ma.. "


Aleska berkutat dengan semua bahan dan alat dapur untuk memasak sesuai dengan perintah Amelia, senyum Aleska selalu merka merasakan kasih sayang yang tulus dari Amelia sama seperti dulu dia bersama ibunya.

__ADS_1


Tak lama semua masakan sudah tersaji dengan lengkap Aleska dan Amelia membawa nya kemeja makan untuk makan siang mereka.


"Wah.. seperti nya berbeda resep nih.. " Gumam Derry menatap masakan yang sedikit berbeda dari masakan istrinya itu.


"Iya ini masakan Aleska sendiri loh pa, yaa gak terlalu lah dengan masakan mama yang kadang-kadang berubah ubah rasa.. "


Mereka nampak tertawa bersama seperti sebuah keluarga yang utuh kehangatan keluarga Bara bisa mengobati rindu yang lama gadis itu rasakan, mereka menikmati kebersamaan itu dengan canda gurau.


Tak terasa sudah setengah hari Aleska berada dirumah Bara bercerita bercanda bahkan saling bertukar kecerian, keluarga itu menerima Aleska dengan baik sama seperti saat Mietha menerima Aleska meski Arjuna selalu dia tolak.


"Aleska... " Gumam Bara menatap wajah cantik Aleska yang diterpa angin di Gazebo.


"Hemz... " Gumam Aleska yang masih asik menyelupkan kakinya di air kolam.


"Orang tua ku menyukaimu mereka tidak menolak dirimu, kalian juga sudah cukup akrab sekarang. "


Aleska tersenyum menatap Bara.


"Aku belum bisa mengatakan nya Bara, terlalu banyak hati yang singgah di kehidupan ku saat ini. Tapi aku akan mencoba menerima mu.. " Aleska tersenyum manis menatap mata coklat Bara.


Senyuman manis tak henti menghias bibir merah muda milik Bara matanya berseri seri bahagia, mereka nampak bergurau bermain air dengan canda dan tawa.


***


"Mawar... " Pekik Sella memandang pintu kamar anak perempuan nya yang tertutup rapat.


"Mawar ini sudah siang nak, apa kamu tidak lapar sayang? " Timpal Sella yang mulai khawatir akan perubahan sang anak.


Sejak perjodohan nya dibatalkan Mawar lebih memilih menyendiri didalam kamar gadis periang itu kini menjadi lebih pendiam,membuat Sella dan Rendy orang tuanya menjadi khawatir.

__ADS_1


"Mawar masih kenyang maa,Mawar mau sendiri dulu. " Ucap Mawar dari balik kamar.


Sella hanya menghela nafas kasar mendegar ucapan anaknya itu dia tidak bisa berbuat apa pun, perjodohan itu juga sudah tidak bisa dilakukan lagi meski dia tahu putri menyukai Bara.


Didalam kamar nya Mawar masih diam diatas kasur empuk nya menatap langit yang cerah dibalik jendela besar yang dia buka, matanya masih nampak beair dan merah.


Lantunan lagu merdu terdengar dari ponselnya membuat suasana hatinya jadi lebih baik,Mawar nampak begitu frustasi tidak ada lagi suara bising suara nya yang selalu berteriak.


Rumah besar itu bak kehilangan kehidupannya saat Mawar tak lagi bersuara dan seriang dulu lagi, bunga bunga nampak tak segar seperti biasanya sejak Mawar berdiam diri didalam kamar.


"Kak Bara... aku mencintaimu kenapa kamu malah memilih orang lain yang bahkan menolak mu... " Gumam Mawar sendu.


"Akkkkhkhh... aku benci semua ini aku benci... " Pekik Mawar melemparkan semua boneka nya dan barang barang yang ada dideket nya..


***


Sedangkan dimeja makan Sella nampak murung menatap makanan yang dia buat semua nya kesukaan Mawar, namun tidak satu pun yang gadis itu sentuh.


Rendy menatap kesedihan istri hanya bisa menghela nafas kemudian menggenggam erat tangan Sella, dia juga tidak tahu harus berbuat apa saat ini agar anak dan istri nya kembali bahagia.


"Semua sudah diputuskan oleh Bara dan Mawar ma, mau bagimana lagi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri. " Gumam Rendy.


"Mama tahu paa,tapi bagaimana dengan putri kita apa kita akan diam saja melihat perubahan Mawar seperti itu?, mama gak bisa seperti ini terus... "


"Lantas mama mau papa bagaimana Bara juga kan sudah memilih seorang wanita yang memang dia cintai ma, belum tentu mereka akan bahagia jika kita tetap memaksakan perjodohan ini. "


Sella melepaskan genggaman tangan Rendy pada tangannya menatap pria berusia 49 tahun itu dengan kesal, dia tidak berharap suaminya akan berkata demi kian.


"Papa ini gak pekak sekali, bagaimana jika Mawar lantas tidak ingin berhubungan dengan lelaki lain? Dia mencintai Bara pa, bagaimana pun caranya papa harus bisa membuat Bara kembali pada Mawar. " Sella nampak kesal lantas meninggalkan Rendy sendiri dimeja makan.

__ADS_1


"Lantas papa harus bagaimana? " Gumam Rendy dengan hembusan nafas kasar menghadapi delima kehidupan nya.


__ADS_2