JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Insiden


__ADS_3

Aleska menutup toko nya karena hari sudah nampak mulai berganti warna, Arjuna dan Rendy sudah pergi sedari tadi karena mereka harus mengurus beberapa pekerjaan mereka sendiri.


"Ok selesai saat nya pulang, sebaiknya aku memesan taxi online saja. " Gumam Aleska memesan sebuah taksi online untuk nya.


Aleska menyambar tas slempang merah miliknya dan keluar dari toko tak lupa dia mengunci dan mematikan lampu pada tokonya, Aleska menunggu taksi didepan tokonya sembari berbalas pesan pada Arjuna yang masih berada di kantor nya.


TIN TIN...


"Mbk Aleska bukan.. " Ucap seorang wanita yang seusia Aleska.


Aleska menundukkan pandangannya untuk menjawab pertanyaan wanita itu yang berada didalam mobil.


"Iyaa... " Balas Aleska.


"Silakan masuk mbk. " Balas wanita itu.


Aleska membuka pintu mobil kemudian masuk kedalam dan duduk disebelah sopir wanita itu, wanita itu nampak menjalankan mobil perlahan meninggalkan toko Aleska.


"Kok malah duduk didepan sih mbk? " Ujarnya.


"Gak papa nyaman kek gini aja, Aleska.. " Jawab Aleska mengulurkan tangannya pada sopir wanita itu.


"Saya Agnes mbk, salam kenal. " balasannya menjabat tangan Aleska.


Mereka terlibat percakapan sepanjang jalan yang menceritakan kehidupan wanita itu yang harus menghidupi adiknya dan dirinya karena mereka seorang yatim piatu, Aleska nampak sedih mendegar penuturan gadia itu yang menceritakan kematian kedua orang tuanya karena kendala biaya.


"Tapi semua itu sudah berakhir mbk, untuk apa dia sesali apa lagi dendam. " Balas Agnes.


"Iya semua itu adalah takdir Agnes kamu harus semangat demi adikmu dan masa depan kalian esok hari. " Balas Aleska tersenyum.

__ADS_1


Nampak di jalan ramai orang orang berkerumun di tepi jalan, Aleska menyuruh Agnes untuk menghentikan mobilnya dan menepi melihat ke ramaian di tepi jalan itu.


"Aku coba lihat dulu siapa tahu mereka butuh kita.. " Gumam Aleska meninggalkan Agnes.


Agnes berlari mengejar Aleska yang berjalan cepat ke sebrang jalan itu, Aleska temenung menatap seorang wanita yang sedang akan melahirkan. Bayak diantara mereka hanya melihat wanita itu tanpa ingin menolongnya.


"Permisi permisi, maaf Pak kenapa istrinya tidak dibawa ke rumah sakit? " Gumam Aleska menatap wanita itu yang sudah mulai kelelahan.


"Mbk tolong istri saya, kami sudah ke rumah sakit dan baru saja pergi untuk memeriksa kandung nya tapi kami ditolak karena tidak memiliki biaya. " Jelas pria dengan kaos kumuh itu.


Aleska sudah berpikir pasti mereka dari kalangan rakyat susah, tapi Aleska kecewa dengan tindakan para dokter dan suster yang menolak keadaan darurat seperti itu.


Dengan sigap Aleska menyuruh mereka membawa wanita itu yang sudah mengeluarkan darah di pangkal kakinya, dan menuju rumah sakit dimana wanita itu baru saja keluar.


"Agnes antar wanita ini dulu nanti ongkos nya akan saya tambah. " ucap Aleska.


"Siap mbk. " balas Agnes.


Hari sudah menujukan pukul 18.05wib dan mereka baru saja tiba di rumah sakit itu dengan buru buru Aleska mengambil kursi roda dan mengeluarkan wanita hamil itu dengan perlahan dibantu suaminya.


Beberapa suster nampak terkejut dengan kedatangan kedua suam istri itu dengan kondisi yang darurat.


"Apa ada dokter dirumah sakit ini? Wanita iini butuh bantuan cepat. " Pekik Aleska.


Seorang suster datang menghampiri Aleska, menegurnya karena sudah membuat keributan.


"Maaf anda siapa, pasien ini sudah diberi tahu bahwa kamu tidak bisa membantu persalinan nya mereka tidak bisa mmebayar administrasi perawatan bayi dan melahirkan. " Jelasnya.


"Pak ibu sudah tidak tahan lagi... " Pekik wanita hamil itu.

__ADS_1


"Saya tidak perduli jika rumah sakit ini tidak mau menangani wanita ini, biar saya sendiri yang menangani nya awas. " Usir Aleska sembari mendorong wanita itu ke ruangan bersalin.


"Maaf mbk anda tidak bisa melakukan semua itu, anda bukan dokter yang bisa melakukan semua hal semua ucapan anda. " Cegah suster itu.


Rumah sakit itu kini nampak ramai dengan beberapa orang yang berkerumun melihat kegaduhan apa yang sedang terjadi.


Aleska tidak peduli dengan ucapan suster itu dia membawa wanita itu kedalam ruangan bersalin karena keadaannya sudah sangat menghawatirkan, beberapa suster nampak ikut masuk kedalam ruangan itu bersama Aleska.


Mereka menatap Aleska dengan tatapan yang takjub dengan kelincahan tangan Aleska memasang beberapa alat untuk membantu wanita itu, suster itu tercengang melihat Aleska yang melakukan semua nya sendiri.


"Jika terjadi sesuatu rumah sakit dan kami ora perawatan tidak akan mau bertanggung jawab nona. " Seru seorang suster.


"Jika kau tak ingin menolong setidaknya tutup mulut kalian, saya sebagai dokter sangat malu melihat tingkah kalian semua. " Pekik Aleska.


Mereka nampak terkejut saat mendegar bahwa wanita yang sedang berdiri didepan mereka adalah seorang dokter, wwalaupun diantara mereka nampak tidak percaya dengan ucapan itu.


Aleska memeriksa wanita itu yang sudah nampak sangat lemas karena kehabisan tenaga belum lagi air ketuban nya sudah keluar tidak mungkin jika dia melahirkan secara normal dalam keadaan seperti itu.


Cklek..


Suara pintu terbuka dan menampakkan seorang wanita dengan jas putih masuk kedalam ruangan persalinan dan terkejut melihat Aleska.


"Dokter Aleska... " Ucapnya.


"Dokter Fidia bagaimana anda ahh sudah lah saya mohon bantu saya melakukan operasi pada pasien, keadaan kritis. " Ucap Aleska kesal.


Wanita yang dipanggil Dokter Fidia itu nampak mengangguk dan menyuruh para suster itu membawa wanita itu yang kini sudah tak sadar kan diri ke ruang oprasi.


"Dokter selamat kan istri dan anak saya Dokter.. " Pekik Suami wanita itu.

__ADS_1


Agnes nampak menenangkan pria itu yang nampak histeris melihat istri nya tidak sadarkan diri, Walaupun dia merasa heran saat Aleska dengan berani mengambil keputusan untuk membantu wanita itu.


__ADS_2