JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Cemburu


__ADS_3

Aleska nampak sedang berbincang-bincang dengan teman teman nya di malam itu ditemani api unggun dan juga segelas teh hangat yang mereka buat.


"Benarkah aku rasa tidak mungkin, lagi pula gak penting juga. " Gumam Aleska sembari Menyeruput tehnya.


"Kamu ini dikasi tahu juga, Juna tuh suka sama kamu sejak MOS pertama kita di SMA. " Celetuk Indah.


Aleska tidak terlalu mengambil pusing dengan ucapan temanya itu, karena bagi dirinya Kenan adalah kekasih hatinya. Bayak anak laki-laki yang sudah ditolak oleh Aleska, tidak hanya tampan anak laki-laki itu pun rata rata memiliki otak yang cerdas.


Namun Aleska tidak memilih satu pun dari pemuda yang mendekati dirinya, dia selalu beralasan bahwa dirinya masih ingin melanjutkan sekolah lebih tinggi lagi.


"Dari SMP kita tidak pernah melihat dirimu mempunyai hubungan dengan laki-laki, apa jangan jangan kamu.... " Ucap Laras menggantung.


Mereka menatap Aleska dengan pandangan yang aneh terhadap gadis yang hampir berusia 17 tahun itu.


"Gak lah gue masih waras gila... " Pekik Aleska membaca pikiran para sahabatnya itu.


Mereka kemudian tertawa bersama,Kenan nampak sedang duduk bersandar di kursi dan memandang Aleska dan teman teman nya, tak lama datang seorang anak laki-laki dari kelas lain mendekati Aleska.


"Hay Aleska, apa kabar.. " Ucap Juna pada Aleska yang terkejut dengan kehadiran Juna.

__ADS_1


Arjuna Elang Dimas atau yang biasa di panggil Juna itu adalah seorang kapten basket di sekolah Aleska, mereka satu sekolah namun berbeda kelas.


Juna adalah pemuda yang sudah lama menaruk hati pada Aleska namun dia ragu untuk menyatakan nya langsung, dia sudah menyukai Aleska sejak mereka bertemu di MOS pertama mereka.


Namun mereka berbeda jurusan yang membuat Aleska dan Juna kemudian tak pernah berada di tempat yang sama, bahkan Aleska tidak mengetahui bahwa Juna sering merhatikan dirinya saad di kantin.


Aleska selalu cuek jika ada laki-laki yang mendekati dirinya, ada hati di masa kecil yang harus tetap dia jaga, walaupun tidak tahu kapan penantian itu berakhir.


"Halo juga Juna, aku baik lama gak ketemu. " Balas Aleska.


Arjuna kemudian duduk disamping Aleska, semua teman Aleska nampak mengoda dua insan yang berbeda perasaan itu.


"Emzz gak papa sih, cuma mau gabung aja ha ha ha. " Balas Arjuna.


"Makanya Jun kalau suka tembak langsung jangan sampai keduluan sama yang lain jangan kelamaan dipendam sendiri. " Sahut Indah melirik Arjuna.


Arjuna dan Aleska nampak malu mendegar ucapan teman teman nya itu, Aleska bahkan tersipu malu melihat Arjuna mendekati dirinya.


Siapa pun gadis itu yang dideketi Arjuna akan tersipu malu, siapa yang tidak menyukai pemuda itu. Wajahnya yang oriental dan mata coklat ditambah lagi wajah yang tampan.

__ADS_1


Pahatan Tuhan memang sangat lah indah pada Arjuna, namun Aleska hanya mengangap dirinya sebatas sahabat.


Di lain tempat Kenan nampak tak suka saad ada pemuda yang berusaha mendekati Aleska, dadanya berdesis nyeri saad melihat Aleska tersipu malu saad bersama Arjuna.


"Kenapa anak itu mendekati Aleska, apa mereka pacaran atau hanya berteman. " Ucap batin Kenan.


Kenan kemudian mengalihkan pandangan nya dari Aleska yang sedang bercengkrama bersama Arjuna hatinya terasa nyeri, entah apa yang membuat nya menjadi seperti itu.


Dulu bahkan ada seorang gadis yang dengan suka rela menyerah kan tubuh dan hatinya untuk Kenan tapi dia menolak nya, namun saad seorang gadis SMA bisa membuat dadanya berdesis dan terasa sakit.


"Ada apa dengan ku, astaga hatikuu ku terasah nyeri" Gumam Kenan.


Kemudian Kenan berdiri dan menyuruh anak anak didiknya untuk segera masuk kedalam tenda mereka masing-masing karena waktu sudah malam.


"Baik lah perhatian semua, silahkan masuk kedalam tenda kalian masing-masing waktu sudah kian malam. Angin mulai menerpa tubuh kalian esok kita akan melakukan banyak kegiatan. " Teriak Kenan menatap semua orang.


Akhirnya Aleska dan teman-temannya masuk kedalam tenda mereka masing-masing, waktu memang sudah menujukan pukul 24.00Wib dan angin malam itu berhembus membuat tubuh terasa benar-benar dingin.


Kenan kembali duduk di kursi nya kembali, hari ini tugasnya untuk berjaga tenda. Kenan nampak mengunakan jaket yang sangat tebal ditambah lagi selimut rasfur yang dia bawak.

__ADS_1


__ADS_2