
Mawar nampak melihat kebahagiaan yang tercetak jelas diwajah Bara dia sendiri bingung dia harus ikut bahagia atau tidak, saat senyuman terias diwajah nya namun kesakitan begitu terasa dihatinya.
"Mawar dengar aku akan mengenal mu pada Aleska, dia seorang dokter yang hebat dan juga cantik aku berharap nantinya kamu bisa bersama dan berteman baik. " Ucap Bara terus bercerita tentang Aleska.
"Iyaa aku akan ikut kak Bara, tapi tidak saat ini aku harus segera kembali ke rumah bunda pasti menunggu kepulangan ku.. " Gumam Mawar begitu lembut.
"Ah iya kamus sudah terlalu lama disini, biar aku antar saja ya? "
"Eeh tidak usah kak, aku bawa mobil sendiri kok nanti kak Bara hubungi Mawar saja jika ingin bertemu dengan dokter Aleska. "
"Pasti aku akan menghubungi mu hati hari dijalan. "
Mawar tersenyum sekilas sebelum akhirnya gadis itu pergi meninggalkan Bara yang terus saja bersenandung bahagia, Mawar juga tidak melihat ibu Bara jadi membuat gadis itu segera pergi tanpa harus berpura-pura bahagia.
"Bara.. " Ucap Amalia menghampiri anak semata wayang nya itu.
"Maaa, ada apa? " Ucap Bara terkejut dengan keberadaan Amelia.
"Apa maksud kamu meminta Mawar untuk menolak pernikahan kalian?, kamu tega sekali berkata seperti itu pada seorang gadis.Dan kamu mengajaknya untuk bertemu dengan masa lalu mu apa kamu sudah tidak ada akal? "Amelia nampak marah mendegar percakapan anaknya yang begitu tega terhadap Mawar.
" Maaaa Mawar itu masih muda dia juga cantik dengan dia menerima perjodohan ini aku tidak ingin beranggapan jika aku memaksa nya, aku tahu pasti gadis itu sudah memiliki kekasih.. "
__ADS_1
"Lagi pula cinta tidak bisa dipaksakan maa, aku tidak mencintai nya dan sebaliknya dia juga tidak mencintai ku. " Ucap Bara nampak beranjak pergi.
"Dari mana kamu tahu jika dia tidak mencintai mu Bara Admaja? "
Bara menghentikan langkah nya mendegar penuturan Amelia yang begitu keras dan yakin, Bara menggeleng kepalanya menatap Amelia dengan senyuman manis.
"Aku percaya jika dia tidak mencintai ku ma, sudah lah aku tahu dia pasti menyukai orang lain yang seusia dengan nya. Mama jangan merusak masa depan seorang gadis.. "
Amelia menatap punggung Bara yang melangkah pergi dari hadapan nya Amelia tahu betul berapa keras kepala nya Bara saat dia sudah berkata, namun Amelia juga tahu jika Mawar menyukai Bara sejak mereka bertemu.
Amelia tahu jika Mawar hanya diam dan tidak memberi tahu tentang perasaannya pada Bara karena dia tidak ingin merusak kebahagiaan Bara, tapi bagaimana dengan perasaan Mawar sendiri.
"Mawar kenapa kamu tidak memberi tahu perasaan mu pada Bara.. "Gumam Amelia.
Aleska masih berada dirumah sendiri menikmati setiapkesendirian didalam hidup nya, beberapa hari ini tubuh nya terasa tidak baik baik saja.
Ting
Aleska dengan malas membaca pesan masuk didepan ponselnya.
{ Aleska aku harap kamu masih mengingat ku }
__ADS_1
"Siapa? " Gumam Aleska nampak membaca berulang chat masuk kedalam aplikasi berwarna hijau miliknya dengan bingung.
{ BARA ADMAJA }
Mata hitam nya membulat saat membaca nama Bara Admaja Aleska begitu ingat dengan jelas nama pria yang sudah mengejarnya cukup lama itu.
{ Bagaimana kamu bisa mendapatkan nomorku, apa kabar? }
{ Jangan kan nomor mu hatimu saja mungkin bisa aku dapat kan setelah 10 tahun tak bertemu, bagaimana kamar mu Aleska... }
{ Aku baik Bara, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kamus sudah menikah? }
{ Belum aku masih menunggu mu, ayo kita bertemu Aleska aku merindukan mu ha ha ha. }
{Berhenti mengejarku Bara mau sampai kapan ha, dasar Playboy cap badak.. }
{ Aku bukan playboy lagi Aleska, besok jika kamu tidak sibuk datang lah ke restoran Pak Khan jam 10 pagi aku menunggu mu. }
{ Iyaa.. }.
Percakapan mereka berakhir Aleska tersenyum mengingat bodohnya Bara yang selalu mengemis cinta dari nya meski begitu Bara tetep lah orang baik, dan sekarang mereka dipertemukan kembali.
__ADS_1
"Mungkin dia semakin tampan sekarang, haa... Bara Bara dari mana dia mendapatkan nomor ponselku astaga pria gila itu... " Ucap Aleska tertawa.