JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Bersandar Nyaman Pada Mu


__ADS_3

Aleska sudah menyiapkan semua pakaian dirinya kedalam tas ransel besar tak lupa juga semua perlengkapan perkemahan yang sudah dijadwalkan untuk dibawak oleh dirinya.


"Ok dua tas ransel besar ku sudah penuh semua, saad nya berangkat. " Gumam Aleska.


Aleska mengangkat satu persatu ransel miliknya ke lantai bawah menunggu bus sekolah menjemput dirinya, terlihat Aleska tergopo gopo keberatan dengan tas ransel nya.


Dua kali dia berputar mengambil tasnya dan meletakkan nya tepat didepan pintu rumah agar muda saad bus datang,Aleska kemudian terduduk lelah diatas sofa.


"Ya ampun nonton, maafin bibik yaa gak nolongin non Aleska. " Pekik Bik Jeni tergopo gopo mendekati Aleska


"Gak papa bik udah selesai juga kok, lagian bibik kan belanja ke pasar. " Balas Aleska.


"Non busnya sudah datang Non. " Pekik bik Jeni.


Aleska kemudian keluar dan menatap bus itu berhenti kemudian keluar lah seorang pria yang membuat dirinya kesal beberapa hari ini.


"Selamat pagi Anak didik ku Aleska. " Sapa Kenan tersenyum.


"Ya ampun Non ganteng banget sih, guru Non Aleska. " gumam bik Jeni.


"Udah lah bik ganteng apa an sih, ayo bantu aku bawak tas ke mobil. " Balas Aleska.


Kenan nampak terkekeh dengan sikap ketidak sukaan Aleska pada dirinya.


"Sudah bik biar saya saja yang membawa tas nak ini, dia terlihat kurang sopan Saad berbicara.


" Ucap Kenan sembari mengambil dia tas ransel milik Aleska.


Aleska hanya merengut kan bibirnya sembari menghentak kaki sebal dengan sikap Kenan pada dirinya.


"Cepat masuk ke mobil, tidak tahu apa jika tas mu ini berat. " Teriak Kenan.


Aleska langsung menyusul Kenan dengan buru buru menentang tas slempang merah muda milik nya.


"Siapa suruh sok jagoan jadi orang dasar sok... " Gumam Aleska saad berada di dekat Kenan.


Aleska lantas masuk kedalam bus yang sudah pihak sekolah siapa kan, Aleska duduk dideket Laras tan tersenyum pada dirinya.


"Udah dari tadik yaaa? " Gumam Aleska.


Laras menggeser tempat duduk nya untuk Aleska.

__ADS_1


"Baru aja tadik juga keliling dulu, lagian bayak amat bawaan mu. " Balas Laras yang memperhatikan Aleska sedari tadik.


Aleska hanya tersenyum melihat Laras menatap dirinya dengan aneh, mungkin Laras berpikir bahwa Aleska lebih mirip orang akan pindah rumah.


Kenan masuk kedalam bus kemudian duduk di bangku paling belakang bersama dengan para guru yang ikut serta dalam perkemahan itu.


Mereka melaju ke perkemahan di kota Bandung dengan gembira sembari beryanyi dan melakukan bayak sekali keseruan didalam mobil.


"Siapa disini yang suaranya bagus, saya akan memainkan gitar dan harus ada yang bernyanyilah. " Ucap Kenan berdiri menghadap ke arah para murid nya.


Semua murid nampak saling bersorban gembira sembari menunjuk teman teman mereka dengan penuh tawa.


"Aleska pak suaranya merdu banget. " Celetuk seorang murid permpuan sembari tersenyum.


Aleska terkejut saad namanya disoraki oleh semua penumpang bus itu yang tak lain para teman teman nya.


"Gak suara saya sangat jelek pak, maaf saya tidak minat. " Balas Aleska.


"Aleska cepat bernyanyilah untuk menjadi penghibur kita, kamu kan pemenang di lomba menyanyi tahun kemarin. " Timpal pak Ridwan selaku kepala sekolah.


Aleska tertunda dia sudah kalah jika melawan kepala sekolah nya yang sangat sangat sulit untuk di debat, akhirnya Aleska mengalah dan memilih untuk bernyanyi.


^^^*TAK ADA SEDIKIT PUN SESAL KU^^^


WALAU DIAKHIR JALAN KU HARUS MELEPASKAN DIRIMU


TERNYATA TAK MAMPU KAU MELIHAT DALAMNYA CINTA KU YANG HEBAT HINGGA ADA ALASAN MU MENINGGALKAN SETIA MU


DEMI NAMA CINTA


TELAH KU SEMBAHKAN HATIKU UNTUKMU


TELAH KU JAGA KESETIAAN DEMI CINTA*...


Aleska menyanyi lagu itu dengan penuh perasaan dan diiringi petikan gitar Kenan menambah indah dan merdu nya lagu itu, seru tepuk tangan terdengar begitu ramai di tambah sorakan dari para teman teman nya.


Aleska tersenyum kemudian kembali duduk ditempat nya kembali, Kenan tersenyum manis setelah mendengar suara merdu Aleska yang baru dia ketahui.


Mobil itu terus saja melaju dengan perlahan meninggalkan kota Jakarta yang ramai dengan pengendara padat, sebagian para guru dan murid sudah terlelap disiang hari itu.


Sedangkan Aleska nampak mulai tak nyaman dengan perutnya, kini dia mulai gelisah jika dia akan mengeluarkan semua isi perutnya.

__ADS_1


"Astaga aku lupa minum obat, jangan sampai isi perutku keluar didalam mobil. Mana anak anak pada tidur lagi. " Batin Aleska.


Kenan yang terbangun dari tidurnya kemudian melihat kegelisahan Aleska yang tidak tenang sedang yang lain sudah terlelap.


"Ada apa dengan gadis itu, kenapa dia terlihat begitu gelisah. " Gumam Kenan.


Aleska mulai mual mual dia menatap Laras yang tertidur lelap disamping nya, kemudian menghadap ke belakang dan bertatapan mata dengan Kenan.


Kenan yang sud mengerti akan kegelisahan Aleska kemudian membangunkan seorang guru yang duduk di samping nya kemudian menyuruhnya untuk berpindah tempat dengan Aleska.


"Bisa kan pak, saya rasa gadis itu mabok perjalanan jangan sampai kita yang susah nantinya. " Ucpa Kenan.


Kemudian guru itu tersenyum dan mengerti ucapan Kenan berdiri dan mendekati Aleska yang sudah pucat.


"Hey nak pindah lah ke belakang bersama pak Kenan, seperti nya kamu mabok perjalanan sana tak apa. " Ucap guru muda itu sembari tersenyum.


"Baik Pak Terima kasih. " Balas Aleska.


Aleska kemudian berjalan mendekati kursi disamping Kenan, Kenan berdiri dan membiarkan Aleska duduk menghadap jendela di samping nya.


Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya, Aleska merasa perutnya begitu mual dan lemas. Aleska memegang tangan Kenan karena dia merasa sangat lah lemas dan mual.


Kenan langsung memberi obat kayu putih pada Aleska yang terlihat pucat, tak ada orang yang tahu apa yang terjadi pada dua insan itu karena mereka semua sedang terlelap.


"Berikan minyak angin itu pada perut mu, aku tak akan melihat nya cepat lah sebelum kau membuat onar. " Ucap Kenan.


Aleska yang sangat lemas hanya menuruti ucapan Kenan tanpa perdebatan sama sekali, kini perutnya sudah terasa lebih baik dari tadik.


Aleska yang mengantuk menyandarkan kepalanya pada bahu bidang milik Kenan, dia bahwa tak sadar apa yang sedang terjadi pada dirinya.


Kenan membetulkan posisi duduknya agar Aleska nyaman saad berada di pundak nya, akhirnya mereka berdua tertidur dengan lelap tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi ketika mereka terbangun.


Aleska membuka matanya saad suara pekikan yang melengking membuat nya terkejut saad membuka mata, menatap semua orang sedang tersenyum pada dirinya.


Aleska kemudian tersadar bahwa dia sedang bersanding pada bahu seseorang, dia menatap seseorang disebelah tempat duduknya dan terkejut saad Kenan menatap dirinya.


Aleska memundurkan dirinya dari Kenan dan menata dirinya yang agak berantakan, semua siswa-siswi itu nampak bersorban sorak menatap kearah Aleska.


"Aku mabok guys makanya gak sadarkan diri, dah lah biasa aja sono... " Teriak Aleska.


Teman teman Aleska hanya ber O ria sembari tersenyum senyum menatap Aleska yang semakin salting.

__ADS_1


Kenan hanya tersenyum tipis diujung bibir nya, bahwa tak ada seorang pun yang tahu bahwa dirinya sedang tersenyum dengan tingkah gadis SMA itu.


__ADS_2