
Aleska pergi kerumah Liea untuk bertemu dengan Arjuna hatinya terasa sesak saat Liea menangis semabri memohon agar dia kembali pada Arjuna, Aleska pun menyesal telah melukai hati ptua yang sudah dengan sabarnya mencintai dirinya dan juga berkorban perasaan demi dia.
Aleska mengendari mobilnya perlahan memasuki perkaran rumah megah milik Liea yang di penuhi dengan berbagai bunga yang terawat sempurna, Aleska turun dari mobilnya dan masuk kedalam rumah itu.
"Aleska... kemari lah nak, mama senang kamu kesini. "Seru Liea bahagia .
"Aku pasti datang maa.. "Jawab Aleska sembari memeluk Liea.
"Masuk lah temui Arjuna dikamarnya, dari kemarin dia tak keluar kamar tidak makan dan tidak minum nak. "Ucap Liea.
Aleska mengangguk dan naik keatas menuju kamar Arjuna yang masih tertutup dengan rapat, Aleska mengetuk pintu itu dengan keras.
"Arjuna... "Pekik Aleska.
Arjuna yang sedang berbaring diatas kasur membuka matanya perlahan saat mendengar suara Aleska memanggil dirinya, Arjuna terduduk dan menguatkan pendengar nya itu.
__ADS_1
"Mungkin aku hanya berhalusinasi, kenapa suara mu terus saja berdengung ditelinga ku Aleska. "Ucap Arjuna gusar.
"Arjuna aku tahu kamu marah aku tahu kamu terluka dan kamu kecewa,aku minta maaf Arjuna.. "Gumam Aleska.
Arjuna mendegar ucapan Aleska kemudian bergegas membuka pintu dia tidak menyangka jika Aleska benar-benar ada didepan kamarnya, Arjuna menatap Aleska yang berdiri di depannya.
"Aku pikir aku berhalusinasi... "Gumam Arjuna.
Aleska memeluk tubuh tegap Arjuna yang masih meninggal kan bau alkohol di tubuh nya, Aleska menangis tersedu-sedu di dalam dekapan hangat Arjuna. Walaupun dia tidak ada perasaan pada laki-laki itu tapi bagi Aleska Arjuna adalah sosok kakak yang selalu melindungi dirinya.
"Berjanji lah kau tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, aku tidak suka kau mabuk itu bisa melukai mu Arjuna. "Gumam Aleska.
"Pergi lah mandi aku akan menunggu mu di bawah bersama mama, hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua mengingat mada masa bahagia diantara kita ok. "Jelas Aleska.
Arjuna menatap Aleska dengan senyum walapun dia tahu bawa itu semau mungkin hanya untuk menghibur dirinya, tapi Arjuna bahagia saat tahu Aleska begitu menghawatirkan dirinya.
__ADS_1
"Aku mandi dulu setelah itu kita habis kan waktu bersama. "Gumam Arjuna.
"Aku harap kamu melupakan semua kejadian tempo hari, aku minta maaf untuk semua.. "Ucap Aleska terputus.
"Sudah lah aku tidak ingin mengingat hari kemarin ."Putus Arjuna saat mendegar permintaan maaf Aleska.
Aleska meninggal kan Arjuna di dalam kamarnya yang sedang mandi dia memilih untuk duduk di taman depan rumah Arjuna yang begitu Indah, Aleska memetik bunga Mawar merah yang mekar begitu besar dan Indah.
"Maama berharap suatu hari nanti kita bisa berkebun bersama Aleska, duduk bersama sembari menikmati udah pagi. "Celetuk Liea dari belakang tubuh Aleska .
Aleska terkejut dan menatap Liea yang sedang tersenyum padanya, Aleska tersenyum melihat wanita yang sudah berusia lanjut itu. Walaupun dia sudah tidak mudah lagi tapi wajah cantik dan kulitnya yang kencang membuat siapapun akan iri melihatnya.
"Aku juga berharap begitu ma, walaupun esok hari kita tidak tahu kenyataan apa yang akan kita lalui. "Gumam Aleska lirih.
"Mama berharap penuh pada mu Aleska. "Ucap Liea memeluk Aleska.
__ADS_1
Mereka duduk di bangku taman sembari berbicara bayak hal dan sesekali membicarakan taman bunga dan toko bunga Aleska esok hari, Liea menatap Aleska dengan tatapan kasih sayang yang pada gadis itu dia berharap masa tuanya bisa bersama Aleska dan cucunya nanti.