
Aleska berjalan cukup jauh menarik kopernya dengan perlan menatap matahari yang begitu indah berseri, jalanan nampak sepi karena mereka semua berada di posko relawan melihat keberadaan saudara mereka.
"Juna.. " Batin Aleska menghela nafas berat.
Mengingat indah nya kebersamaan mereka dulu saat bersama canda tawa Arjuna masih teringat jelas dalam ingatan Aleska, tak terasa air matanya mengalir begitu saja.
Berjalan tanpa arah dan tujuan hatinya begitu perih dan juga saat mengetahui kebenarannya tentang perjalanan hidup nya yang begitu rumit dan sulit, Aleska menghapus air matanya dengan kasar berjalan dengan cepat agar dia bisa menemukan tumpangan untuk pergi ke kota.
"Arjuna.. tunggu lah aku akan datang padamu. " Gumam Aleska.
Setelah beberapa lama berjalan Aleska akhirnya bertemu seseorang yang mengendarai mobil untuk pergi ke kota, Aleska segera menumpang dan duduk di belakang.
"Maaf mbk nya duduk dibelakang, soalnya istri saya sedang hamil .. " Ucap pria itu.
"Tidak masalah pak. " Ucap Aleska singkat.
Berteman dengan kesedihan dan juga gerimis yang mengguyur tubuh nya Aleska hanya diam membisu menatap kosong perjalanan yang sedang dia tempu, mengingat semua kenangan dirinya dua orang pria dalam hidup nya.
Sedangkan Kenan berusaha kuat menghadapi kenyataan bahwa adiknya yanga selalu ad dalam ingatan dan juga do'anya kini telah pergi, air matanya tak henti menetes menatap tubuh dingin dan pucat sangat adik.
"Aku masih sangat sulit untuk menerima jika kamu benar-benar pergi meninggalkan kakak Naomi, kenapa kamu pergi bukanlah kita sudah berjanji bersama.. " Gumam Kenan.
__ADS_1
"Kenan ikhlas kan kepergian Naomi, aku tau berat dan sangat sulit tapi kamu harus bisa menerima semua ini. " Gumam Sandra menyentuh pundak Kenan.
"Apa yang dikatakan oleh pacarmu itu benar Kenan, kamu harus bisa menerima kenyataan bahwa Naomi memang sudah tidak bersama mu lagi. " Timpal Vero.
"Kembali lah ke Jakarta Sekarang kamu sudah menemukan apa yang kamu cari, kami semua disini meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan adikmu. " Ucap Vero.
Kenan hanya diam memandang jenazah Naomi yang terbujur kaku,Kenan menggenggam erat tangan itu untuk terakhir kalinya sebelum mereka kembali ke Jakarta.
"Ayo kita pulang Naomi. " Ucap Kenan.
Kenan dan Sandra membawa jasad Naomi untuk dimakamkan bersama dengan makan Ibu mereka di jakarta, dengan mobil ambulan mereka pergi meninggalkan posko relawan itu.
"OMG ada juga yang bilang kalau aku adalah pacar Kenan dan Kenan sama sekali tidak menyangkal semua itu. " Batin Sandra berbunga bunga.
"Aleska apa dia kembali ke Jakarta atau tetap disana, kenapa aku tidak kepikiran akan dirinya. " Batin Kenan menatap jauh jalanan yang nampak begitu sepi.
Hujan gerimis mengikuti mereka yang sedang berduka Kenan hanya pergi bedua bersama Sandra menuju Jakarta, Vero tidak bisa mengantar mereka karena dia bertanggung jawab penuh dengan angkatan nya.
"Langit pun menangis mengiringi kepulangan mu, Adikku. " Gumam Kenan.
"Langit pun tahu aku sedang terluka,lihat lah dia mengiringi ku dengan teteskan air yang begitu banyak. Arjuna apa kamu melihat ku di sana? Hujan pun mengiringi kesedihan ku.. " Ucap Aleska menatap langit.
__ADS_1
"Pak, apa gak papa mbk itu dibelakang? Mana hujan lagi nanti dia berpikir kita jahat? " Ucap wanita hamil itu pada suaminya.
"Cuba ibu tanya mau gak dia duduk disini bersama kita? " Ucapnya yang masih fokus dengan jalanan.
"Iya Pak, mbk eh mbk.. mau duduk di dalam bersama saya? " Ucap wanita hamil itu berteriak.
Aleska seketika memandang wajah bulat wanita hamil itu kemudian mengelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak ingin.
"Saya disini saja, nanti ibu tidak nyaman jika duduk berhimpitan. " Tolak Aleska dengan senyuman.
"Tapi di luar hujan mbk, nanti mbk nya bisa sakit? " Timpal nya lagi.
"Tidak masalah buk, saya memang sudah sakit teramat sakit. " Gumam Aleska mengelengkan kepalanya.
Wanita hamil itu nampak mengerti dengan ucapan Aleska jika dia sedang tidak baik baik saja, wanita itu tersenyum kemudian kembali diam.
"Kenapa bu? " Ucap suaminya.
"Sudah dia tidak mau, mungkin dia sedang tidak baik Pak. Matanya menyiratkan kesedihan entah apa yang sudah terjadi pada nya. " Ucap wanita hamil itu.
"Ya sudah buk biarkan saja, seperti dia memang sedang ingin sendiri kita juga tidak baik memaksa kan kehendak jika memang gadis itu mau. " Timpal suaminya.
__ADS_1
Wanita hamil itu hanya mengganguk kemudian kembali fokus pada makanannya dan juga jalanan yang nampak air turun semakin deras, sembari beberapa kali menatap Aleska yang hanya diam menatap kosong.