JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Menghilang


__ADS_3

2 bulan telah berlalu Aleska telah kembali ke rumah sakit menjalankan tugasnya menjadi seorang dokter, gadis itu tidak bisa terus menerus sembunyi dari kewajiban nya meskipun rumah sakit itu miliknya.


Gadis itu menatap kan tugas untuk membantu bidan desa di kampung Wangi karena kekurangan tenaga medis, di desa itu Aleska juga bisa sejenak menghilang pikiran nya yang kalut sejak 2 bulan lalu.


Aleska menatap hamparan sawa hijau di kebun milik warga desa disana juga ada Pantai yang cukup ramai di datangi para wisatawan yang berlibur saat weekend datang.


"Mbk Aleska masih disini to? " Ucap seorang gadis berusia sama seperti Aleska.


"Eh mbk Wulan, iya masih menatap hamparan hijaunya padi itu mbk. " Seru Aleska yang tekejut saat gadis bernama Wulan itu mengampiri dirinya.


"Mbk Aleska sebaiknya pulang hari juga sudah mulai sore, takutnya nanti mbk Aleska diganggu oleh para pemuda kampung yang sering nongkrong disini. " Ucap Wulan menasehati Aleska.


"Benarkah? " Gumam Aleska menatap Wulan dengan tanda tanya.


"Benar mbk, pemuda disini sering mengoda gadis gadis yang sering lewat atau hanya sekedar duduk duduk disini. Apa lagi mbk Aleska gadis kota cantik lagi. " Ucap Wulan memuji.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku akan pulang ke penginapan ku, kamu juga pulang ayo bareng sama. " Ajak Aleska.


Mereka berjalan beriringan menuju arah yang sama sesekali Aleska bertanya tentang gadis itu dan warga desa yang sedikit sulit untuk berobat di sana.


"Maklum mbk warga sini lebih suka ke mantri atau kalau gak mereka suka obat tradisional. " Ucap Wulan.


"Tapi bukan kah itu sudah tidak dianjurkan lagi Wulan, lagi pula desa ini memiliki puskesmas juga yaa walaupun kekurangan tenaga medis. " Seru Aleska.


"Yaa ada lah mbk beberapa warga yang datang ke puskesmas tapi hanya sedikit kata mereka semua itu mahal, lagi pula hanya di periksa saja sampai habis beratus ratus uang. " Jelas Wulan.


Wulan tersenyum sembari meninggalkan Aleska di penginapan sedang kan dirinya kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah nya yang masih agak jauh dari penginapan Aleska.


Aleska sudah berada di desa Wanita 2 minggu nampak beberapa dari mereka tidak menyukai keberadaan Aleska sebagai dokter disaja, karena menurut mereka semua itu tidak lah ada artinya sama sekali.


Aleska memandang matahari yang nampak kian redup ditelan oleh kemalaman yang datang, matanya tak henti menatap langit dan juga hamparan hijau dedaunan.

__ADS_1


"Ini sudah lebih dari 2 bulan aku mencari keberadaan mama Arjuna,walaupun hanya bertemu batu niaan mu saja aku sudah bahagia. " Ucap Aleska sedih karena Ritha tidak memberi tahu dimana Arjuna dimakamkan.


"Kenapa mama Ritha membawa jauh padahal aku juga ingin melihat mu untuk terakhir kalinya. " Timpal Aleska menghapus jejak air matanya.


Ritha membawa jenazah anaknya pergi ke Singapura dan dimakamkan disana agar dirinya bisa lebih dekat dengan sang anak, setelahmenghubungi Aleska tempo hari Ritha segera menganti semua nomor ponsel nya hingga Aleska tidak bisa menghubungi dirinya lagi.


Beberapa kali gadis itu bertanya pada kelaurga Arjuna di Indonesia tapi mereka memilih untuk bungkam dan tidak memberi tahu dimana alamat rumah Ritha, Aleska tidak ingin Ritha berpikir dirinya melupakan Arjuna dan akan hidup sendiri.


Namun pemikiran Ritha berbeda dari Aleska wanita berusia lanjut itu berpikir jika Aleska akan kembali pada masa lalu nya dan akan melupakan dirinya dan juga Arjuna, melupakan perjuangan sang anak yang begitu malang.


Sedangkan Kenan sering menghubungi Aleska sekedar bertanya tentang keadaan gadis itu atau bertanya apa kah dia sudah menemukan ibu Arjuna atau belum, Aleska juga belum membuka hatinya demi menjaga perasaan keluarga Arjuna.


Aleska memutar kembali video terakhir yang dikirim kan oleh Arjuna sebelum dia meninggal, Aleska menitihkan air mata setiap kali mengingat Arjuna hatinya begitu terluka dan terasa teramat sakit.


"Maafkan aku Arjuna, rasanya berat jika aku tidak menangis terus menerus mengingat mu. Aku merindukan mu.. " Ucap Aleska mencium foto Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2