JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Tidak Percaya Takdir.


__ADS_3

"Disana dok.. " Ucap seorang polisi menujuk seseorang anak laki-laki yang tertimpa barang barang.


Mereka segera berlari untuk menolong anak itu dengan cepat, Aleska segera memeriksa nya apa anak itu masih hidup atau sudah meninggal.


"Denyut nadi nya lemah lukanya juga begitu parah kita harus bawak dia ke rumah sakit sekarang.. " Pekik Dokter Nike.


Polisi itu segera memboyong anak laki-laki itu berlari cepat karena suara gemuruk bangunan yang terdengar, Aleska dan dokter Nike berlari cepat agar tidak tertimpa bangunan.


Para polisi berhasil mengeluarkan anak laki-laki itu dan segera berlari menuju menjauh menujukan rumah sakit, sedangkan Aleska membantu dokter Nike yang terjatuh.


"Ayoo dokter.. " Pekik Aleska.


"Kaki ku sakit dokter Aleska... " Pekik dokter Nike menahan luka di betisnya.


Kenan melihat para polisi suduh keluar matanya mencari keberadaan Aleska yang nampak membuat nya begitu khawatir.


"Maaf di mana dokter Aleska.. " Seru Kenan pada seorang polisi yang baru saja keluar.


Mereka nampak bingung mencari keberadaan kedua dokter itu, mereka berlari berpencar hingga tidak sadar bahwa kedua dokter itu tidak bersama mereka.


"Kalian ini bagaimana sih, bagaimana bisa kalian melupakan kedua dokter itu. " Bentak Vero.

__ADS_1


"Maaf Pak kami berpencar hingga tidak sadar kehilangan kedua dokter itu. " Ucap seorang polisi.


Mereka segera berlari masuk untuk mencari Aleska dan dokter Nike yang masih terjebak disana, Kenan berlari ke arah Aleska yang berusaha membantu teman nya berdiri.


"Mereka disana. " Seru Kenan berlari.


Mereka semua segera mendekati Aleska dan dokter Nike yang terluka dengan cepat membawa dokter Nike segera keluar, sedangkan Aleska nampak bingung saat melihat Kenan berada di depan nya.


"Kita harus segera keluar bangunan ini akan segera runtuh. " Pekik Vero memberi aba aba pada mereka agar segera keluar menyelamatkan diri.


Mereka semua berlari dengan cepat menyelamatkan diri mereka dari reruntuhan bangunan, Kenan nampak menggandeng tangan Aleska agar cepat berlari menjauh.


Mereka semua keluar dengan selamat menjauhkan diri dari bangunan itu membantu dokter Nike untuk segera ditangani, Aleska segera mengambil obat obatan untuk membalut luka dokter Nike.


Nampak dokter Nike menahan sakit karena Aleska menjahit lukanya tanpa obat bius untuk menahan sakit nya, dengan cepat Aleska menyelesaikan tugasnya agar tidak terjadi infeksi yang serius.


"Sudah selesai sebaiknya kita bawa dokter Nike pergi, kita melakukan pencarian yang tempat lain dulu sampai keadaan disini membaik. " Ucap Aleska.


Mereka akhirnya mengangguk dan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke posko relawan, Aleska terdiam bagaimana bisa dia terus saja bertemu dengan pria yang sangat ingin dia hindari.


Kenan menarik tangan Aleska saat mereka jauh tertinggal dari para relawan dan juga polisi, Aleska rersentak saat Kenan berani menyentuh nya.

__ADS_1


"Lepaskan tangan ku, tidak seharus anda menyentuh dokter relawan. " Tegas Aleska ingin segera pergi.


"Dengar Aleska, mau samapai kapan kamu menghindari dari takdir? Tuhan menciptakan kita untuk bersama Aleska diamana pun ada dirimu maka disana akan selalu ada aku. " Ucap Kenan saat Aleska berbalik membelakangi dirinya.


"Saya tidak peduli tentang takdir itu, saya juga akan segera menikah jadi buang jauh jauh pemikiran anda tentang takdir yang anda bicarakan. " Seru Aleska berjalan menjauh dari Kenan.


Tak terasa air matanya mengalir begitu saja Aleska segera menghapus air matanya kasar agar Kenan tidak tahu perasaannya saat ini, gerimis menerpa tubuh nya.


Air hujan mulai menetes disepanjang jalan yang dia dan yang lainnya lewati sama seperti hatinya yang sedang terluka, lagi lagi air matanya mengalir tanpa permisi mengingat ucapan Kenan.


Kenan berjalan didepan Aleska sembari berbincang dengan Vero membahas tentang pencarian adiknya, namun hati dan perasaan nya masih tertuju pada Aleska.


Tak lama mereka sudah sampai kembali ke posko relawan sembari menurunkan dokter Nike dari tandu yang mereka buat, Aleska segera maju kedepan untuk memeriksa keadaan dokter Nike.


"Dokter Aleska ada apa dengan Dok Nike? " Ucap para dokter yang datang melihat.


"Sedikit luka tapi sudah lebih baik. " Gumam Dokter Nike.


Hujan deras turun beserta dengan angin kencang membuat mereka segera masuk kedalam posko berlindung, Kenan menatap keluar memikirkan bagaimana keadaan adiknya sekarang.


"Berdoa lah semoga adikmu baik baik saja, kita akan menemukan segera. " Ucap Vero.

__ADS_1


"Hujan terlalu deras entah apa dia berteduh di mana sekarang.. " Gumam Kenan sendu.


Aleska mendegar percakapan mereka dari kejauhan merasa iba pada Kenan saat tahu adiknya juga berada dalam bencana itu.


__ADS_2