
Aleska barus saja selesai mandi dan mengenakan pakaian santai sembari menunggu kedatangan Arjuna ke apartemen nya, sembari menunggu Aleska memutuskan untuk membuat nasi goreng untuk dirinya dan Arjuna.
Aleska berkutat dan alat dapur dan juga bahan bahan untuk nasi goreng nya,Aleska sangat lah pandai memasak walaupun kesibukan terkadang menyita semua waktu nya.
"Ok lah semua sudah siap. " Gumam Aleska.
Aleska duduk didepan televisi sembari memakan nasi goreng nya, Tiba-tiba bel pintuApartemen nya berbunyi.
Ting tong
"Aku rasa itu Arjuna.. " Gumam Aleska berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Saat membuat pintu Aleska tekejut bukan Arjuna yang berada didepan pintu Apartemen nya melainkan seorang penghantar bunga yang berdiri didepan pintu.
"Ah iyaa pak ada apa? " Ucap Aleska.
"Maaf mbk Aleska? Ada kiriman bunga dari pak Arjuna untuk mbk. " Gumam nya sembari tersenyum.
"Iya saya Aleska, bunga dari Arjuna? " Sahut Aleska sembari menerima Bunga mawar merah itu.
"Iya mbk kalau begitu saya permisi. " Balasnya.
"Ok Terima kasih. " Balas Aleska sembari menatap kepergian pengantar bunga itu.
Aleska mencium wangi dari bunga yang berukuran cukup besar itu, dirinya tersenyum menatap bunga itu.
"Kau yang selalu bisa melakukan semua hal seperti ini Arjun. " Gunam Alesaka.
Aleska membaca kartu pemberian Arjuna yang terselip diantara bunga bunga itu.
{Sungguh Aku Minta Maaf Aleska, Tiba-tiba Ada Rapat Mendadak Malam Ini. Besok Aku Akan Menemui Dirimu..
__ADS_1
Kecup Sayang Arjuna. }
"Rapat apa malam malam seperti ini, ya sudah lah dia juga seorang CEO jadi pasti bayak yang dia lakukan. " Ucap Aleska.
Aleska menaruk bunga mawar itu ke dalam sebuah vas bunga besar, kemudian melanjutkan makannya yang tertunda sembari menonton televisi.
Aleska berdiri dan kembali kekamar nya waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 Wib, matanya tidak terasa mengantuk sama sekali. Aleska berbaring di atas kasurnya menatap langit langit kamarnya sembari memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dia pikir kan.
"Kenan kenapa aku terus memikirkan mu, aku ingin melupakan mu tapi semua kenangan itu sangat sulit untuk ku lupakan. " Gumam Aleska.
Aleska berguling kekanan dan kekiri agar cepat tertidur, namun Aleska berdengus kesal karena dirinya tak kunjung tertidur juga.
"Kenan Kenaan terus yang ku pikiran kan, Aleska kembali lah ke masa depan mu bodoh.. " Pekik Aleska.
Drt tttt
Ponsel Aleska bergetar tanpa panggil lan masuk, Aleska mengambil ponselnya dan melihat nama seseorang yang menghubungi dirinya ditengah malam.
"Suster Anggun, kenapa dia menghubungi ku di malam hari. " Gumam Aleska.
"Halo suster Anggun ada apa? " Ucap Aleska.
"Selamat malam Dokter Aleska maaf mengganggu mu tengah malam, Dok da pasien yang ingin melahirkan. Air ketuban nya sudah rembes Dok... " Ucap Suster Anggun gugup.
"Apa bagaimana mungkin bisa seperti itu, baiklah lakukan penanganan dulu aku akan segera ke rumah sakit. " Ucap Aleska mematikan telpon.
Aleska segera menganti pakaian nya dengan pakaian dinasnya, Aleska menyambar jas putih nya lalu pergi turun menunju mobilnya terparkir.
Aleska melanjukan mobilnya dengan tergesa-gesa karena pasien nya dalam keadaan darurat.
Setelah berkendara beberapa menit Aleska sampai di rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari Apartemen nya.
__ADS_1
Aleska turun dari mobil dan segera menuju ruangan bersalin dilantai 3 rumah sakit itu, Aleska melihat rumah sakit yang nampak sepi karena hari sudah menjelaskan tengah malam.
"Suster Anggun, bagaimana keadaan Pasiennya? " Teriak Aleska melihat suster yang menghubungi nya sedang berjalan menuju ruang bersalin.
"Aaaa Dokter Aleska cepat lah, dia sudah kehabisan tenaga dok.. " Ucap suster itu.
Mereka segera menuju ke ruangan persalinan di mana sudah ada perawatan yang menunggu kedatangan Aleska.
"Dokter tolong selamatkan anak ku.. " Pekik wanita itu.
"Ibu tenang dulunya, saya dan para perawatan akan berusaha menyelamatkan kalian berdua. " Ucap Aleska.
"Dokter tapi pasien belum mengisi formulir dirinya, kita juga tidak bisa melakukan tindakan tanpa ada keluarga yang memberi izin Dok. " Ucap seorang suster.
"Apa maksud mu dirinya pergi ke rumah sakit sendiri, bagaimana bisa ada suami yang seperti itu. " Balas Aleska.
"Dokter ku mohon tolong aku, aku sudah tidak kuat lagi dok.. " Pekik wanita itu.
Aleska dan para perawatan itu membantu wanita tanpa identitas itu untuk berjuang melahirkan malaikat kecil tak bersayap itu.
Setelah berjuang cukup lama akhirnya tangis bayi terdengar nyaring di ruangan bersalin itu, Aleska tersenyum lega melihat hal itu.
"Selamat buk bayi nya kaki laki sangat tampan. " Ucap Aleska.
"Terima kasih Dok tanpa Dokter aku tidak tahu lagi.. " Gumam wanita itu.
"Tapi buk kita harus membawa anda ke ruangan perawatan, jadi kami harus tahu dulu identitas ibu dan juga kerabatnya. " Ucap Aleska.
"Nama ku Debiola Williams, supir ku akan segera kembali bersama suami ku Dokter pindah saja dulu kami ke rumah VIIP Dokter. " Gumam Debiola.
"Baiklah suster pindah pasien segera, saya permisi dulu ibu Debiola. " Ucap Aleska tersenyum.
__ADS_1
Aleska menatap wanita itu dengan kekaguman melihat kecantikan yang dimiliki dirinya.
"Sungguh cantik sekali pria itu sangat beruntung memiliki wanita itu tapi kenapa dia tidak ada saat istrinya sedang akan berjuang melahirkan anaknya. " Gumam Aleska.