JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Rasa Tak Enak


__ADS_3

Rendy nampak memijit pelipisnya yang terasa berdenyut karena begitu banyak pikiran yang sedang sedang menyerang nya,Derry menatap sahabat karib nya itu dengan penuh tanpa tanya.


"Apa yang mengganggu pikiran Rend? " Seru Derry duduk disamping sabahat nya itu.


Setelah rapat selesai Derry tidak langsung kembali kekantor nya karena dia ingin bertemu dengan Rendy dan membicarakan tentang batalnya perjodohan kedua anak mereka.


"Entah lah akhir akhir ini kepala ku terasa lebih berat, emz ada apa kenapa kau masih berada disini? Aku pikir kamu sudah pergi berlalu? "Ucap Rendy yang menatap Derry.


" Aku hanya ingin meminta maaf tentang batalnya perjodohan anak anak kita, aku pikir apa yang dibicarakan Bara tidak seharusnya begitu. Aku tidak ingin dengan semua ini hubungan kita menjadi regang Rend.. "


"Sudah lah anak anak kita berhak atas diri mereka sendiri,tidak masalah jika Bara menolak. "


"Bagaimana dengan Mawar? "


Rendy hanya diam saat pertanyaan Derry menuju kepada putri nya dia berpikir bagaimana jika Derry tau keadaan anaknya ifu, dia pasti akan merasa bersalah karena membuat nya sedih.


Namun jika dia tidak memberi tahu mana dia juga akan mengorbankan anak nya, tentang perasaan gadis itu pada Bara mereka juga baru mengetahui nya.


"Rendy.., ada apa? "


"Sebenarnya Mawar menyukai Bara Der, aku pun bingung harus bagaimana sekarang? "


Rendy nampak lesu mengucapkan tentang keadaan putri nya itu.


"Apa..? "


Derry begitu tekejut tak kalah sahabat nya itu bebicara tentang perasaan putri nya pada putra nya, Derry terdiam dia bingung harus bagaimana saat ini.


"Sudah lah jangan kamu ambil pusing nanti juga Mawar akan melupakan Bara dan mencari kesibukan sendiri, aku tidak ingin kamu dan istri mu menjadi terbebani dengan semua ini. "

__ADS_1


"Ini terjadi juga karena anakku Rend, sungguh kamu tidak tahu jika Mawar menyukai Bara secara itu. "


"Aku pun baru tahu jika gadis kecil ku menyimpan perasaan nya pada Bara, tapi dia tetap memilih mundur demi kebahagiaan anakmu.. "


"Rend.. " Pekik Derry saat Rendy berdiri dan meninggal kan nya sendiri diruang meeting.


"Ah.... "


Derry nampak mengacak rambutnya dengan kesal kenapa semua ini terjadi pada kehidupan mereka, Derry merasa bersalah pada sahabatnya itu namun dirinya juga tidak mungkin memaksa kan kehendak anak nya itu.


***


Bara diruangan kantor nya nampak sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk begitu tinggi, matanya sesekali melirik ponsel nya yang nampak sunyi.


"Kenapa Aleska tidak mengubungi ku?, Apa dia dirumah sakit sekarang. " Gumam Bara menutup laptop nya.


"Hallo.. " Suara lembut menyapa indra pendengar Bara.


"Hay..Aleska, kamu diamaa? " Ucap Bara dengan senyuman.


"Aku dirumah sama Sandar ada apa? "


"Emz tidak ada hanya ingin mengubungi mu saja, kenapa Sandra ada dirumah mu sekarang? "


"Iya tadi kebetulan ketemu aja di supermarket makanya aku ajak kerumah, kamu sudah makan siang? "


"Oh.. iya sebenar lagi, emz ya sudah jika ada Sandra nanti ku hubungi lagi love you.. "


"Love you.. "

__ADS_1


Bara mematikan sambung telepon mereka kemudian bersandar pada kursi kebesaran nya tersenyum setiap mengingat perjuangan nya mendapatkan Aleska.


Pintu ruangan nya terbuka nampak Derry masuk kedalam dengan wajah yang kurang bersahabat membuat Bara segera membenarkan duduk nya dan merasa heran.


"Papa.. kenapa? " Gumam Bara menatap sang ayah yang nampak gusar.


"Papa bingung harus bagaimana Bara. "


"Bingung bagaimana maksud papa, Bara kurang paham? "


"Mawar menyukai mu.. " Ucap Dery menatap Bara dalam.


Ucapan itu lantas membuat mata Bara membulat tekejut mendegar nya Bara tidak pernah mengira jika ayahnya akan mengatakan hal yang tidak ingin dia dengar.


"Mawar suka sama Bara gak mungkin lah pa, usia Mawar dan Bara itu terpaud 12 tahun dan mana mungkin dia suka sama Bara ada ada aja papa nih. " Kilah Bara.


"Apa menurut kamu papa sedang bercanda sekarang Bara, dengar papa baru tahu juga masalah ini dari om Rendy ayah Mawar. Kekecewaan begitu nampak diwajahnya nak. "


Bara diam dia juga terkejut saat tau jika gadis itu menyimpan rasa pada dirinya Bara masih tak habis pikir bagaimana bisa dia menolak perjodohan itu hanya karena Bara yang meminta.


Seharus Mawar memberi tahu dirinya jika dia menyukai dirinya bukanya malah mendukung Bara membatalkan perjodohan itu dan melukai dirinya sendiri, hal itu membuat beban sendiri untuk Bara dan Derry.


"Aku tidak tahu jika Mawar menyukai ku pa, aku pikir dia menolak perjodohan itu karena dia mempunyai kekasih dan memang tidak ingin terjadi nya perjodohan. " Ucap Bara lemah.


"Sekarang papa merasa bingung Bara, disatu sisi kamu sudah mengenal Aleska pada papa dan mama namun disisi lain kami juga tidak enak pada keluarga Mawar.. "


"Bara juga bingung harus bagaimana sekarang, Mawar sudah seperti adik bagi Bara melihat nya terluka membuat ku juga terluka. tapi jika aku harus melanjutkan perjodohan itu aku tidak bisa pah.. "


Hening hanya deru nafas mereka yang terdengar diruangan itu, mereka sibuk dengan pemikiran nya masing-masing tanpa ingin mendegar pemikiran yang lain.

__ADS_1


__ADS_2