
Hari ini Debiola dan bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang dan meninggal kan rumah sakit, Aleska membaca laporan kesehatan Bintang Arshka Wiljons yang membuat dirinya terkejut.
Bayi yang baru berusia 1 minggu itu dinyatakan mengalami komplikasi pada jantung nya, dirinya harus di rawat oleh dokter khusus yang akan menangani bayi itu.
"Bagaimana mungkin bayi itu bisa memiliki penyakit yang separah itu, kasihan sekali." Gumam Aleska.
"Dokter apa anda sudah membuka hasil tes pada bayi ibu Debiola. " Ucap Anggun pada Aleska.
"Sudah lalu suster tapi hasilnya sangat tidak baik, komplikasi pada jantung nya akan membuat bayi itu tumbuh dengan tangan dokter yang menangani dirinya. " Gumam Aleska sedih.
Suster Anggun terkejut dengan penjelasan Aleska dirinya juga tidak mengira bahwa hasil memeriksa akan menuju kan sebuah kabar buruk.
"Lantas bagaimana cara kita menyampaikan semua itu pada orang tua Arzkha Dokter? " Celetuk Anggun.
"Aku bingung suster belum lagi hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang. " Jawab Aleska.
Aleska duduk dikursi nya dan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut dengan semua hasil pemeriksaan itu, dirinya khawatir akan ditempatkan di rumah Kenan untuk menjaga anaknya.
"Jika semua itu benar, itu berarti Dokter Aleska harus pindah tugas bersama keluarga Wiljons? " Sahut Anggun.
"Dan itu yang saya tidak ingin kan.. " Balas Aleska.
Suster Anggun nampak terkejut bagaimana mungkin dokter Aleska tidak ingin menyelamatkan seorang bayi yang baru saja menghirup udara.
"Maksudnya Dokter? Apa dokter tidak akan menolong bayi itu.. " Gumam Anggun terkejut.
"Apa kah dokter Ririn belum kembali dari bandung? " Celetuk Aleska.
__ADS_1
"Seperti belum dokter, karena anaknya juga belum sembuh jadi beliau belum bisa kembali bertugas. " Balas Anggun.
"Baiklah ikut bersama ku ke ruangan Debiola, kita harus menyampaikan semua berita buruk itu. " Ucap Aleska.
Aleska dan Anggun segera berdiri dan bergegas menuju ruangan VIP milik Debiola dan bayinya, Aleska mengetuk pintu itu dan perlahan masuk kedalam. Terlihat pancaran kebahagiaan begitu nampak pada wajah Debiola saat dirinya diperbolehkan pulang kerumah nya.
"Selamat pagi ibu Debiola dan pak Kenan. " Ucap Aleska sembari tersenyum.
"Selamat pagi Dokter, saya sudah menunggu sedari tadik. Kita sudah boleh pulang bukan, semua sudah di siapkan oleh suami saya. " Ucap Debiola.
Aleska agak tidak nyaman saat mendegar Debiola menyebutkan nama suami saya, hatinya terasa bergetar sakit saat mendegar ucapan hangat Debiola untuk Kenan.
"Emmz begitu buk Debiola, saya dengan berat hati harus menyampaikan semua hasil dari pemeriksaan Askha. Silakan ibu baca. " Jelas Aleska.
Aleska memberikan selembar kertas berwarna putih itu kepada Debiola, kemudian mereka membaca nya dengan teliti dan nampak begitu terkejut saat mengetahui penyakit yang tengah di idam oleh putra pertama mereka.
"Mohon maaf Bu Debiola semua itu diluar kendali kami semua sebagai dokter, kami sarankan anda untuk mengambil dokter khusus untuk menangani Askha. mungkin sari rumah sakit yang akn saya rekomendasi untuk anda. " Jelas Aleska.
"Apa tidak ada jalan lain Dok, bayi ku baru berusia 1 minggu.. " Ucap Debiola dengan deraian air mata.
"Hanya itu yang bisa kami sarankan, demi keselamatan anak anda jika ingin melakukan operasi itu semua tidak mungkin mengingat bayi itu masih sangat kecil. " Sahut Aleska.
Kenan nampak menenangkan Debiola yang nampak sangat shok dengan kabar itu, Kenan memeluk Debiola agar dia bisa lebih tenang.
"Kenapa hati ku terasa begitu sakit, kenapa... " Batin Aleska.
"Dokter saya mohon buat agar anak saya bisa bertahan, berapa pun biayanya akan saya berikan iya kan kenan? " Pekik Debiola.
__ADS_1
"Iya Dokter Aleska, lakukan yang terbaik untuk anak kami. " Ucap Kenan dingin.
"Anak anda akan dirawat jalan oleh seorang dokter khusus yang sangat handal,saya akan merekomendasikan beberapa dokter teman saya pada anda. " Ucap Aleska.
"Saya ingin anda yang menangani anak kami Dokter, saya percaya pada anda. " Ucap Debiola.
"Mohon maaf buk, tapi saya tidak bisa. Saya akan menghubungi kenalan saya yang sangat hebat dalam penanganan. " Ucap Aleska.
"Tapi kenapa Dokter? " Seru Debiola.
"Maafkan saya bu Debiola saya permisi dulu, saya berjanji akan mendapatkan Dokter khusus yang akan menjaga Arska dengan baik. " Balas Aleska.
Aleska meninggalkan ruangan Debiola yang nampak masih terdengar suara isak tangisnya, Aleska benar-benar tidak bisa berasa ditempat yang sama bersama Kenan dia tidak ingin luka yang lama dia rasakan begitu sakit harus melihat yang jauh lebih sakit lagi.
"Dokter Aleska bukan kah itu sangat darurat Dokter, jika bayi itu dibawa pulang tanpa ada dokter yang bersama nya lantas bagaimana dengan keadaannya yang akan tiba-tiba tidak terkendali. " Pekik Anggun melihat Aleska begitu diam.
"Saya akan menghubungi dokter Niko Anggun, saya tidak bisa memberi tahu apa yang sedang saya rasakan. " Gumam Aleska.
Anggun mengerti dengan privasi Aleska kemudian menghentikan langkah nya menatap Aleska yang hilang bersama pintu lift yang tertutup.
"Ada apa dengan Dokter Aleska dan suami pasien Debiola? " Gumam suster Anggun.
Dalam lift air mata Aleska menetes begitu saja dirinya tidak bisa mengendalikan perasaan dan emosi nya, walaupun dia tahu bahwa bayi itu sangat butuh dirinya. Tapi Aleska tetap tidak bisa bersama Kenan kembali.
"Askha maafin Dokter Aleska, dokter tidak bisa membuka luka lama dokter. Tapi percayalah dokter akan dapatkan seorang dokter spesialis yang sangat bagus untuk mu. " Ucap Aleska.
Aleska menghapus air matanya dan keluar dari lift yang nampak sudah terbuka, Aleska berjalan keluar dari rumah sakit. Melepas jas putih nya dan melaju ke sebuah rumah sakit yang cukup besar di kota jakarta.
__ADS_1
"Aku berharap dokter Niko bisa membantu ku. " Ucap Aleska.