JODOH MASA KECIL KU

JODOH MASA KECIL KU
Dia


__ADS_3

"Ada apa apa kau merindukan ku?." Suara berat terdegar di sebrang telepon.


"Tentu saja sejak tadik siang kau menghubungiku tidak bertanya apa pun tentang ku,tidak menanyakan kabar ku..."Sungut Aleska sebal.


Waktu sudah menujukan pukul 21.00 malam tapi entah lah Aleska begitu gelisa karena Arjuna tidak menghubungi dirinya sejak makan siang tadik,biasanya Arjuna akan menghubungi dirinya atau pun datang langsung kerumah.


" Ha ha ha maaf sayang aku begitu lelah kau tahu aku tertidur,ini juga kalau kamu gak nelpon mungkin aku tidak menghubungi mu maaf.."Suara gelak tawa Arjuna begitu merdu.


"Apa kau lelah?" Ucap Aleska.


"Tidak aku tidak lelah hanya sedang memepersiapkan semua berkas dan juga barang barang yang akan dibawa besok pagi.Makanya aku sampai lupa menghubungi mu aku tertidur."Jelas Arjuna.


"Emmz ya sudah tidur lah aku tidak ingin membuat mu semakin lelah aku hanya ingin mendegar suara mu,mungkin saja saat di singa pura kamu tidak bisa menghubungiku."Ucap Aleska.


"Aku tidak apa sekarang sudah lebih baik saat mendegar suara mu dan kau merindukan ku..."Ucap Arjuna.


"Aku kerumah mu yaaa.."Timpal Aleska.


"Tidak tidak usah besok kamu harus berangkat pahi,nanti telat bisa ketinggalan pesawat.Aku baik baik saja lagian ada Anin dirumah."Ucap Aleska.


"Aku merindukan mu Aleska dan mungkin akan sangat merindukan.."Seru Arjuna.

__ADS_1


"Baru juga siang ketemu masak sudah rindu.."Cerca Aleska.


"Kau saja menghubungiku dijam malam itu artinya kau juga merindukan ku.."Kekeh Arjuna.


"Sudah tidur lah selamat malam."Ucap Aleska.


"Selamat malam mimpi indah Aleska."Ucap Arjuna.


Sambungan telepon itu pun terputus Aleska menatap langit yang begitu medung dan mulai meneteskan air nya kebumi,Aleska menutup jendela balkon kamarnya kemudian berbaring dan menatap langit langit kamarnya dengan diam.


"Mau sampai kapan semua nya seprti ini,apa aku harus tetap bertahan dengan perasaan ku ini."Gumam Aleska.


Arjuna menguap beberapa kali sejak Aleska mengakhri pangilan telepon mereka tadik,semua sudah dia siapkan dengan baik karena bisnis nya di singapura adalah bisnis besar yang akan membawak perusahan nya menjadi lebih besar.


DRRDRRR


Ponsel Arjuna bergetar tanda seorang sedang menghubungi dirinya Arjuna menatap nama Bagas tertera disana.


"Haloo ada apaa?"Ucap Arjuna.


"Besok gue ikut lo ke singa pura,lagian bosen dirumah muluk mana Gresia gak jenguk gue lagi."Grutuk Bagas.

__ADS_1


"Dia aja kagak tahu lo sakit lagian kalau suka kejar kek tembak kek selo amat hidup lo.."Cerca Arjuna sebal melihat tingkah sahabatnya itu.


"Gengsi bro dari dulu semua cewek bertekuk lutut di bawah kaki ku tidak baik kalau gue ngejer dia bisa besar kepala dia nanti."Balas Bagas.


"Terserah jangan nyesel kalau Gresia jadian sama Willi gila."Balas Arjuna.


Tidak ada balasan dari Bagas Arjuna menatap layar ponsel nya telepon itu masih terhubung namun tak ada balasan suara dari Bagas entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu.


"Bersiap lah besok berangkat jam 06.00 kalau lu mau ikut kalau kagak ya terserah."Ucap Arjuna mematikan ponselnya.


"Entah apa yang dia pikirkan astaga Bagas Willi entah apa yang akan terjadi jika gadis itu memilih salah satu diantara dua sahabat baik itu."Gumam Arjuna.


Jam sudah terlihat semakin larut Arjuna segera memindahkan semua pakaiannya kedalam koper tak lupa semua berkas berkas sudah dia persiapkan dengan sempurna,Arjuna menurun kan kopernya dan meletakanya di balik pintu kamar.


Pikirannya melayang jauh saat dia akan berpisah dengan Aleska untuk sementara waktu bagaiamana jika Kenan mendekati Aleska saat dia tidak berada disisinya,bagaiaman jika ada orang yang ingin melukai Aleska tapi dia berada jauh.


"Kepala ku terasa pusing jika memikirkan mu Aleska."Ucap Arjuna.


Arjuna menatap jam pada dinding kamarnya menujukan pukul 01.00 dia berjalan dengan senyuman dibibinya keluar dari kamar dan berlari menuju garasi besar rumahnya,menyamabar kunci montor sport berwarna hitam milik nya kemudian berkendara menjahui rumah.


"Aku akan memberi nya kejutan."Gumam Arjuna tersenyum.

__ADS_1


Dia mengendari montornya menuju rumah Aleska dengan sekedar untuk melepas rindu saat dia tidak bersama,Arjuna menghentikan motornya agak jauh dari rumah Aleska dan menatap seorang sedang diam semabri menatap rumah Aleska dari atas montor nya.


"Siapa dia.."Gumam Arjuna semabri membuka kaca halem nya.


__ADS_2