
setelah satu bulan Aan tanpa kabar Fifi pun bertekad melupakan Aan dan mama nya pun selalu menghibur nya mama pun mengajak Fifi ke kota kelahiran mama Fifi karena akan diadakan pesta pernikahan sepupu Fifi
kota kelahiran mama Fifi ini ditengah kota ada sungai luas dengan bebatuan terjal Krn lagi musim kemarau air sungai tidak terlalu dalam dan terlihat pemandangan indah bebatuan sungai dgn air jernih
sungai itu tepat dibelakang rumah Nenek Fifi tempat yang akan diadakan pesta
" ma aku boleh ke sungai nggak jalan jalan " pinta Fifi
" boleh nak hati hati yah " mama pun ijinkan Fifi ke sungai , mama Fifi pun sibuk melayani karib kerabat yang sudah berdatangan dari beberapa kota karena besok akan diadakan pesta
sesampai Fifi di sungai dia pun berjalan di pinggir sungai dan dia tiba disebuah batu besar Fifi pun duduk diatas batu itu tiba-tiba dia mengingat kejadian 6 tahun lalu dimana dia hanyut di sungai dan diselamatkan oleh Aan ,air matanya pun menetes mengingat sikap Aan dulu yang sangat menyayangi nya tapi semua berubah sekarang
tanpa Fifi sadari ada seseorang yang dari tadi mengamati nya , orang itu bernama Ari
"apa aku sedang mimpi yah melihat bidadari yang duduk diatas batu , tapi tampaknya dia sedang sedih aku hampir i saja deh ,yah lumayan bisa kenalan sama bidadari sungai " gumam Ari sambil menghampiri Fifi yang sedang melamun
" lagi galau yah , klo putus cinta itu tidak usah dipikirin klo jodoh tidak kemana kok " ucap Ari sambil duduk disamping Fifi
" nggak kok siapa yang galau sok tahu " ucap Fifi sambil mengusap air mata nya
" kenalin aku Ari ,nama kamu siapa " ucap Ari
" aku Fifi "
" namanya cantik seperti orang nya , tapi knp tadi kamu nangis , sudahlah nggak usah bohong klo kamu sakit hati itu obatnya adalah hati, jadi klo putus cinta cepat cari ganti supaya lukanya tidak terlalu dalam " Ari pun menghibur Fifi
" kak Ari emang pernah putus cinta " tanya Fifi
__ADS_1
" pernah bahkan sering tapi yah patah satu tumbuh seribu" jawab Ari sambil tersenyum
mendengar hal itu Fifi pun tersenyum
" jadi kak Ari itu play boy dong " ucap Fifi
"bukan play boy tepatnya belum menemukan tempat menetap untuk hatiku , dan belum bertemu tulang rusukku " ucap Ari
"emang klo udah ketemu enggak akan ditinggal dan disakiti " tanya Fifi
"enggak akan karena dia adalah bagian dari diri ku " Jawab Ari
" wah pasti wanita tulang rusuk kakak itu pasti akan hidup bahagia selamanya, seandainya semua laki laki berpikir an seperti kak Ari enggak akan ada wanita yg sakit hati " tiba tiba Fifi jadi murung lagi karena teringat Aan
" sudah nggak usah sedih lagi ayo pulang sudah mau Maghrib " ucap Ari
Ari pun turun dari batu dan membantu Fifi turun tapi kaki Fifi menginjak batu licin membuat Fifi terpeleset dan jatuh ke arah Ari dan keduanya pun terjatuh dengan posisi Fifi diatas Ari , mereka saling menatap , jantung kedua nya berdetak kencang deg deg deg beberapa saat Fifi tersadar akan posisi nya diatas Ari lalu bangun dan langsung berlari pulang , Ari pun bangun dan terduduk diam
Fifi yang tadi berlari sudah sampai kerumah nenek nya
"Fifi kok lari lari sih kayak habis liat hantu " ucap mama Fifi
"Iyya ma tadi Fifi lihat hantu " ucap Fifi
"ada ada aja kamu sana mandi dan bersiap siap untuk acara nanti malam " perintah mama
"iya ma aku mandi dulu yah " Fifi pun masuk kamar lalu mandi dan bersiap untuk acara malam itu
__ADS_1
malam pun tiba Fifi keluar dari rumah dan menuju ke tempat acara dilihat mama nya yg sedang bercanda gurau dengan anggota keluarga lainnya Ari pun ada disana
Fifi pun ikut bergabung dan duduk disamping mamanya
" eh fi nih kenalin nak Ari dia anak angkat om Rendi polisi juga seperti om Rendi tempat tugas nya di kota x dekat kan dari kota kita cuma beberapa kilo meter " ucap mama
" Udah kenal ma " ucap Fifi enteng
"hah kenal Dimana " mama Fifi heran
" tadi di sungai " ucap Ari dan Fifi serempak
"jangan jangan yang kau bilang hantu tadi itu ......fi kamu tuh yah bisa bisanya orang ganteng kayak gini di bilang hantu " ucap mama Fifi sambil tertawa
"hantu ....wah parah kamu fi masa aku di bilang hantu " Ari pura pura marah
" bercanda kok kak maaf yahh " Fifi pun mulai membujuk Ari yang pura pura marah
" nggak kamu harus dihukum , udah bikin tanganku lecet , sekarang dikatai hantu lagi " ucap Ari mulai jahil
" maaf yah , kan tadi nggak sengaja ,sini liat lukanya aku obati " Fifi pun menarik tangan Ari
" ihh luka begini doang dasar polisi cengeng " ucap Fifi
"ihh siapa yang cengeng dasar kamu fi , nanti hukuman nya aku tambah lho " ucap Ari sambil menggelitik perut Fifi
" ampun kak ampun geli tahu hehe hhe " ucap Fifi sambil tertawa menahan geli
__ADS_1
mama Fifi menyaksikan adegan itu merasa bahagia melihat anak nya tertawa lepas
"Alhamdulillah ,Fifi sudah bisa tersenyum lagi , mudah mudahan nak Ari ini bisa mengobati luka Fifi " gumam mama Fifi