Jodohku Di Kampung Kakek

Jodohku Di Kampung Kakek
Bab 13


__ADS_3

"DENA!!!"


Dena yang saat itu berbaring manja di kasurnya terlonjak kaget, otomatis langsung duduk dengan rambut yang berantakan. Memangnya siapa sih yang berhasil mengganggu istirahat siangnya.


"Dena, ada teman kamu di luar, Sayang. Temuinn gih!" ujar Kakek dari luar.


"Siapa, Kek?" tanya gadis itu sembari mengikat asal rambutnya menjadi satu.


"Mending kamu liat aja di luar. Kakek lagi ngupas singkong."


"Hmmm... iya, Kek."


Gadis itu langsung berjalan keluar menuju pintu lalu membukanya perlahan. Dena hanya tersenyum saat melihat banyak pasang mata yang melihatnya. Dewi, Anna, Risty, dan Fairel beserta teman-temannya.


"Na, ke sungai yuk!" ajak mereka.


"Sekarang?"


"Iya, sekarang. Emangnya kapan lagi?"


"Okedeh. Gue siap-siap bentar."


"Oke."


Tidak butuh waktu lama Dena bersiap-siap. Ia hanya merapikan rambutnya saja dan berganti baju. Lalu keluar kamar menemui teman-temannya yang menunggu dirinya di teras luar.


"Udah?" tanya Dewi.


"Hmmm... udah kok."


"Kakek. Lo udah ijin belum sama Kakek?"


Gadis yang mengenakan celana jeans dan baju kaos itu menepuk keningnya pelan. "Lupa gue." ujarnya segera kembali masuk ke dalam untuk meminta izin pada sang Kakek.


Setelah mendapat izin, ia kembali ke luar dan langsung berangkat bersama teman-temannya. Berjalan kaki? Ya, tentu saja. Lagi pula berjalan kaki itu menyehatkan dan juga mengasikkan. Apalagi berjalan di perkampungan yang suasananya tentram dan nyaman membuat hati senang.

__ADS_1


Apalagi kalau merasakan hembusan angin yang menyapa tubuh. Segar. Udaranya sangat fresh. Cocok untuk orang yang memiliki kesibukan dan mau healing.


Dena berjalan di tengah-tengah antara Fairel dan Dewi lalu di depan mereka ada Risty, Anna, Dicky, dan Rafael.


"Lo mau nyebur gak di sungai??" tawar Fairel.


"Pengen sih. Apalagi siang-siang gini."


"Kok pengen?"


"Ya gitu."


Obrolan singkat mereka karena sudah hampir sampai di sungai. Sesampainya di sana, Fairel dan teman-temannya langsung bersiap-siap untuk berenang. Sungai yang pinggirannya banyak bebatuan memudahkan para gadis duduk di atasnya.


"Aih! Kenapa pada buka baju sih?" gerutu Dena sembari mengalihkan pandangannya ke samping. Malu? Sudah jelas ia malu. Tapi, kenapa dirinya yang menanggung malu coba.


"Hahaha... lo kenapa, Na, pake nutup mata segala?" ledek Anna sambil tertawa.


"Gue gak nutup mata ya." balas Dena tidak terima.


"Apasih kalian?" ketus Dena yang sudah menghadap depan. Melihat bagaimana para cowok asik berenang sambil sesekali menyiratkan air.


"Awas ntar bintitan kalo ngintip, Na." tegur Risty seraya menahan tawa.


"Kalian juga." balasnya meladeni.


Byurr


"Aaakkhhhh... Lo... Arelllll!!!" teriak Dena kesal saat Fairel menyipratkan air ke wajahnya.


"Apa?" tanya Fairel dengan tampang wajah polos.


"Lo... kebangetan banget sih." omel Dena mengusap wajahnya yang basah.


"Jangan dilap. Ntar basah lagi."

__ADS_1


"Lagi apanya? Orang cuman ini doang."


"Nih lagi!"


Kembali Fairel menyipratkan air, bedanya sekarang tubuh Dena hingga membuat pakaiannya setengah basah.


Semua teman-temannya hanya tertawa. Dena melirik sekitarnya dan menemukan Dewi, Risty, dan Anna sudah berada di sungai. Gadis itu sedikit terkejut. Kapan mereka ikut turun?


"Na, ayo turun sini!" teriak Anna melambaikan tangannya.


"Iya, Na. Turun sini!" sambung Dewi mengajak.


"Lo pasti gak tau berenang ya? Tenang, di pinggiran aja kok. Lagian ini kering. Tuh liat! Cuman di sebatas perutku aja." ujar Risty memberitahu.


"Ahh, kelamaan lo, Na." ucap Fairel tanpa rasa kasihan menyipratkan air ke Dena dengan banyaknya. Gadis itu hanya mendengus kesal. Sudah kepalang basah jadi yasudah ikuti saja.


Perlahan Dena bangkit dari duduknya lalu turun. Lama-kelamaan volume air naik saat ia berjalan sedikit jauh dari pinggiran.


"Nah... gitu dong, Na. Dari tadi kek." ceketuk Dicky dan Rafael.


"Ck!" gadis itu berdecak sambil memutar bola matanya malas. Jujur, dirinya tidak tau berenang. Dena adalah type gadis yang susah menahan nafas ketika berada di dalam air. Ia hanya tahan sekitar kurang lebih lima menitan di dalam air. Itu adalah salah satu kelemahannya.


Mereka tertawa bersama, bercanda ria sambil saling menyipratkan air ke wajah masing-masing. Dena yang awalnya kurang mood kini malah bersemangat. Terlihat senyum lebarnya yang begitu indah. Membuat sepasang mata begitu betah menatapnya.


Byurr


"Haaa!! Kena lo!" pekik Dena berhasil menyipratkan air ke wajah Fairel. Pemuda itu cukup terkejut, ia tampak mengusap wajahnya yang terkena air.


Fairel menatap Dena sebentar. Lalu senyum smirknya langsung tercetak. Menghiraukan Dena, ia lebih memilih bergabung bersama yang lain membuat Dena berpikiran yang tidak-tidak.


Dena murung, gadis itu berniat naik ke atas saja. Baru saja ia akan membalikkan badannya tapi tiba-tiba wajahnya langsung terciprat air. Rupanya itu Fairel yang kembali membalas perbuatan Dena tadi.


Fairel mengangkat alisnya sebelas bermaksud untuk menantang gadis itu. Keduanya saling pandang dalam diam. Netra matanya saling bertaut.


"Gajah terbang." ujar Fairel tiba-tiba yang refleksnya membuat Dena dan yang lainnya mengadahkan kepalanya ke atas.

__ADS_1


__ADS_2