
Siangnya tidak seperti biasanya Dena menunggu lama di depan gerbang sekolah. Biasanya saat keluar gerbang, ia sudah menemukan mobil yang menjemputnya standby di luar gerbang.
Tampak gadis itu mengotak-atik ponselnya.
"Halo, Pak. Bapak di mana? Dena udah nungguin loh ini dari tadi kok belum jemput juga?" tanya Dena menelfon sang supir.
"Aduh! Maaf, Non. Ini Bapak lagi di bengkel, soalnya tadi ban mobil bocor pas di dalam perjalanan. Duh... gimana ya, Non?"
"Huummm gitu ya, Pak? Yaudah deh, biar Dena pulang naik taksi aja."
"Iya, Non. Maaf ya, Non?"
"Iya, Pak, gak pa-pa kok santai aja. Yaudah kalau gitu Dena tutup telfonnya, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam." gadis itu langsung menutup telfon kala mendapat jawaban salam dari seberang sana. Rasanya sedikit kesal namun ia juga tidak bisa menyalahkan Pak Haryo.
Dengan sedikit terpaksa akhirnya ia membuka aplikasi GO-JEK. Sedikit menunggu abang abang ojol yang menjemputnya.
Brummm
"Pulang ke mana, Kak?"
Dena mendongak begitu mendengar asal suara yang sangat dekat dengannya. Sejenak ia terdiam, memastikan kalau dirinya yang ditanya.
"Jalan Mangga Sari. Kenapa?" tanya balik Dena meneliti.
"Oh, kebetulan searah. Mau nebeng?" tawar pemuda itu berbaik hati.
"Maaf, kayaknya enggak deh. Soalnya tadi udah pesen ojol, jadi mungkin bentar lagi sampai." tolak Dena sopan, ia menghargai tawaran pemuda itu.
"Beneran?"
"Huumm iya." jawab Dena kikuk. Kembali mencoba mengirim pesan kepada abang abang ojol.
__ADS_1
Sesaat ia meringis di dalam hati, kenapa hari ini sepertinya ia tidak beruntung? Barusan si abang ojol bilang kalau ia terkena macet parah karena ada kecelakaan beruntun. Dan kalau ia menunggu pasti memakan waktu yang lama.
Arya, pemuda itu sudah bersiap-siap tancap gas pergi.
"Eh! T-tawarannya masih berlaku gak?" tanya Dena sedikit berteriak karena saat ini Arya mengenakan helm full yang menutupi sebagian wajahnya.
Sontak Arya kembali mematikan motornya yang menyala. "Yaudah, naik!" ujar pemuda langsung memberi kode.
"Makasih." jawab Dena lalu naik ke jok motor Arya. Ia sedikit kesulitan karena pemuda itu menggunakan mogenya.
"Bisa?"
"Bisa kok." balas Dena yang kini sudah duduk anteng.
"Pegangan."
Dena menurut, ia hanya memegang ujung jaket Arya saat pemuda itu memacu kendaraannya. Arya melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang
"Makasih ya. Mau mampir gak?" tanya Dena menawarkan.
"Nggak usah, Kak. Kalau gitu gue pulang dulu."
"Oh iya. Hati-hati. Makasih sekali lagi atas tumpangannya." ujar Dena memberikan senyum.
"Iya, Kak." jawab Arya lalu dengan singkat is sudah tidak terlihat.
Gadis itu menghirup nafas dalam, lalu menghembuskannya sekaligus dengan senyuman. Langkah kakinya masuk ke dalam gerbang saat sudah dibukakan pintu oleh satpam rumahnya.
Rasa lelah dan lapar membuatnya langsung berjalan menuju dapur dengan pakaiannya yang sama sekali tidak ia ganti.
"Bik, makanan ada gak? Dena laper." tanya Dena membuat salah satu pelayannya yang asik cuci piring menghentikan aktivitasnya sejenak.
"Ada, Non. Mau Bibik siapin? Bentar ya, Bibik selesain ini sebentar."
__ADS_1
"Eh! Eh... gak usah, Bik. Bibik lanjut aja kerjanya, kan masih ada yang lainnya."
"Baiklah kalau gitu, Non."
Dena berjalan ke arah meja makan, lalu datang seorang pelayan lain yang melayaninya.
Saat sudah kenyang, Dena langsung naik ke atas menuju kamarnya lalu berganti pakaian dan istirahat sebentar baru setelah itu ia belajar.
Tidak terasa mata lentik itu mulai terpejam saat baru menyambangi kasurnya yang empuk. Hanya menggunakan celana sepaha dan baju kaos selengan, ia terlelap damai. Menikmati dinginnya AC kamarnya.
Entah jam berapa ia terbangun, intinya ponsel yang ia simpan di atas nakas sudah berdering dengan riwayat telfon sebanyak 3 kali. Gadis itu mengecek, nomor asing, jadi ia mengabaikannya.
Rupanya sekali lagi ponselnya berdering, membuat ia yang malas sedikit beranjak mengambil ponselnya.
"Halo?"
"Kenapa gak diangkat?"
"Ini siapa ya?"
"Cowok yang suka maling mangga."
"Haaa???"
Otaknya langsung berpikir keras. Langsung terduduk di atas kasur dengan muka yang kusut. Ekspresinya sangat membingungkan. Maklum baru bangun tidur jadi nyawanya belum semuanya terkumpul.
.
.
.
Astaghfirullah ini udh dr jam 8 malam loh ๐ฅ
__ADS_1