Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ku Menyesal


__ADS_3

***Ingatan Rian kembali ke dua tahun yang lalu di mana dia menyusul ke kampung halamn Dahlia.


"Untuk apa lagi kau kesini mas, aku sudah tak membutuhkan kamu lagi," kata Dahlia.


"Maaf Dah, aku ingin bersama mu dan menua, karena aku tau kesalahan ku tak termaafkan," kata Rian.


"Maaf mas, aku tak bisa menerima mu dengan keadaan seperti ini hidup susah, mau makan apa aku nanti," kata Dahlia.


"Dahlia aku mohon, aku akan mencintai anak mu seperti anak ku sendiri," kata Rian.


"Dulu aku mau hidup dengan mu dan meninggalkan kekasih ku karena satu alasan nya kamu kaya," kata Dahlia.


"Tapi sekarang maaf aku tak bisa hidup dengan mu, mulai sekarang kau angkat kaki dari rumah ku," kata Dahlia.


Sungguh sangat kecewa yang di rasakan Rian, Mita dulu pernah memberikan dia suatu syarat dia kembali kepada istri dan anak-anak nya asal dia meninggal Dahlia, tapi bila dia tetap bersama Dahlia maka dia akan berpisah dengan Mita.


Tapi dia memilih Dahlia dan meninggalkan Istri dan anak-anak nya, kini dia menyesali.


Aku berjanji dalam hidup ku, aku tak akan pernah kembali lagi kepada Istri dan anak ku karena cukup luka yang aku berikan.


"Malam itu aku pergi dari rumah Dahlia, karena aku di usir secara tak hormat, karena marah aku pun melapor Mereka ke kantor polisi atas pembunuhan ibu ku, tapi karena task cukup bukti mereka pun tak jadi masuk sel.


Hati ku sangat geram karena mereka rumah tangga ku hancur, karena mereka mamah pergi untuk selamanya.


Aku berjanji di dalam hati akan membalas semuanya, nyawa harus di bayar nyawa.


Tapi setelah mereka keluar sel mereka tak pernah menampakkan wajahnya di kampung, mereka hilang bak di telan bumi.


Aku pun kembali ke kota tapi tidak jadi orang kaya, tapi jadi pemulung.


Maaf kan aku Mita, Ku sangat menyesal," batin Rian.


"Ada apa pak," tanya Anak kecil berumur10 tahun.


"Gak ada apa - apa nak," kata Rian.


"Kenapa bapak menangis?" tanya Anak itu.


"Mata bapak kelilipan," kata Rian.


"Sekarang anak bapa mau menikah," kata Rian.


"Kenapa bapa gak datang,' kata Anak itu.


"Bapa malu karena dulu bapa meninggalkan mereka demi seorang istri baru ," kata Rian.


"Oh gitu," kata Anak itu.


***$$**


Di dalam toko Devano dan Aira terus berdebat.


Aira menginginkan cincin yang sederhana tapi memikat, tapi Devano gak mau karena harga nya murah.


"Pokoknya aku mau yang ini ," kata Aira.


"Gak aku mau yang ini ada tatakan berlianya," kata Devano.


Karena cape Aira pun mengalah.

__ADS_1


"Terserah kau saja lah," kata Aira sengit.


"Begitu lah, cari cincin yang berkelas jangan malu-malu aku," kata Devano.


" Asal kau tau kemewahan, uang dan harta bukan menjamin kerukunan rumah tangga," kata Aira.


"Kata siapa, kalau gak ada uang kepala kita pusing," kata Devano.


"Tapi kalau kau bangun rumah tangga yang kokoh yang terbuat dari Pendasinya dari cinta, Tiangnya kesetian, Atapnya pengorbanan, lantainya dari kasih sayang," kata Aira.


"Cinta tak boleh di makan lah," kata Devano.


"Memang tak ada yang boleh makan tapi cinta ibarat kan sebuah pohon yang akarnya terbuat dari pengorbanan, tangkainya kesetian, daunnya dari kasih sayang, buahnya dari cinta," kata Aira.


" Kamu belajar dari mana?" tanya Devano.


"Dari kehidupan," kata Aira singkat.


"Aneh," kata Devano.


"Kehidupan tu ibarat batu karang di laut sering di hatam ombak memang tak akan retak atau rubuh, tapi dia terkikis, begitu juga cinta bila di landas kebohongan dan kecurangan, lama-lama akan ketahuan juga," kata Aira.


"Ternyata Nona pandai berpuitis," kata Pelayanan.


"Biasa aja," kata Devano.


Malas berdebat Aira pun kembali keparkiran.


Aira dalam keadaan melamun 2 bulan ini dia mencari Ayahnya tapi tak pernah bertemu, begitu juga dengan pelakor itu hilang di telan bumi.


"Hey Sampai kapan kau jadi patung di situ," kata Devano.


"Aira, terdiam tak mau menyahuti, karena malas berdebat.


"Pelit amat jadi orang, aku kan anak kuliahan," kata Aira.


"Kuliah boleh tapi tak boleh dekat lelaki," kata Devano.


"Peraturan apa itu," kata Aira.


"Terserah aku," kata Devano.


"Aneh pernikahan ini seperti pernikahan kontrak di novel aja, sayang di sini dunia nyata," batin Aira .


"Terserah aku mau sendiri," kata Aira.


Devano pun meninggalkan Aira di depan parkiran.


Aira pun pergi menguna taksi, dia pun terdiam sampai taksi membawakan dirinya ke tempat yang di tujukan.


Aira menuju pantai.


"Aku memang tak mencintai nya dan dia juga tapi bukan begini caranya ," batin Aira .


Aira menangis sejadinya, Ayahnya dulu meninggalkan mereka karena istri baru, apakah dia akan bernasib sama, karena di malam pertunangan mereka dia melihat Vano membawa seorang kamar .


"Aira mengira mereka ingin mengobrol, tapi 1 jam berlalu tak ada yang keluar.


"Jadi dia lelaki liar batin Aira.

__ADS_1


"Ayah aku rindu," kata Aira.


Ini lah Alasan Aira tak mau menikah dia takut di hianati lagi .


Airmata Meleh deras meganak sungai.


Aira terkejut ada seorang memegang pundak nya, karena terkejut dia melihat kebelakang.


"Kamu Sep," kata Aira.


"Iya Ai, kok kamu di sini juga, Devano mana?" tanya Septi.


"Pulang aku sendiri di sini kata Aira.


"Ada aku buat kau," kata Septi.


"Terimakasih selalu menemani aku dalam suka duka," kata Aira.


"Kita kan sahabat," kata Septi.


"Iya sahabat selamanya.


" Sep, apa aku gak pantas bahagia," kata Aira.


"Kamu kok bilang gitu sic," kata Septi.


"Aku seperti menikah kontarak kaya di novel," kata Aira.


"Sabar dan serahkan semua di atas," kata Septi.


"Iya terimakasih mau mendengarkan keluh kesah, selalu bersama dalam suka duka.


"Itu lah gunanya teman," kata Septi.


"Sep, aku rasa pernikahan ku seperti Nikah kontrak," kata Aira.


"Kok bisa gitu," kata Septi.


"Sebelum menikah aja banyak aturan nya apalagi sudah," kata Aira .


"Yuk pulang, sudah mau senja," kata Septi.


"Yuk ," kata Aira tegas.


Bila ada yang mencintai kita dengan tulus maka gemgam lah dan jangan di lepas, jika di lepas maka akan terjadi sesuatu tak di ingin kan.


"Cinta itu ibarat nasi yang mengiurkan karena nasi membuat kita candu.


"Tuhan berikan kebahagian ku, dan anak-anak.


" Ai, kuat dan tabah," kata Septi.


" pasti dong," kata Aira.


Aira pun melihat ke arah laut di sana tenang dan menjejukan.


Dia pun ingin seperti rumah yang tempat berlindung yang aman.


Begitu juga dengan pintu hatinya akan terbuka bagi yang mau singgah***.

__ADS_1



ini lah novel tentang Aira dan Devano di sini akan ada cerita seru dua manusia, yang terus bertahan dengan pendirian nya, karean mereka berdua sama-sama memiliki masalalu yang kelam, apakah mampu Aira dan Devano bersatu.


__ADS_2