
Merasa sudah cukup kembar di antar oleh Ali dan Rina kerumahnya, sesampai di rumah mereka si kembar cuma di antara oleh Rina aja.
"Permisi Bu," kata Rina Formal.
"Iya," kata Bibi Supiah.
"Ini aku ngantar kembar Bu," kata Rina.
"Iya, silahkan masuk non," kata Bibi.
"Gak usah Bi, aku di tunggu suami soalnya, dan tolong bilang buat ibu kembar besok kembar di jemput jam 7 buat ada acara sekolah nya," kata Rina.
"Baik Bu," kata bibi.
Siang pun berganti sore, Aira pun pulang kerumahnya, setelah sampai dia pun menuju kamarnya buat mandi.
30 menit kemudian dia pun selesai mandinya.
Sesudah mandi Aira pun kekamar putra putrinya.
"Asralan Ngapain?" tanya Aira.
"Aku mau titip rindu pada papah," kata Asrlan.
"Oh doakan papah supaya tenang di alam sana ya nak," kata Aira .
"Mamah kalau papah meninggal di mana kuburan, tapi jika dia masih hidup di mana dia," kata Asralan.
"Bunda gak bisa sekarang ke kuburan papah mu, bunda masih gak kuat," kata Aira menangis.
"Basi mah, kalau bahas tentang papah pasti mamah menangis," kata Asrlan.
"Asralan kenapa kau berubah nak?" tanya Aira.
"Sebelum meninggal kakek menitipkan surat untuk aku dan Asila," kata Arsalan.
"Dalam suratnya?" tanya Aira deg kan.
"Ini bunda baca sendiri, Asrlan dulu gak mau baca karena masih bersedih, tapi tadi siang Arslan menemui surat itu dan terdorong membacanya, ternyata papah masih hidup," kata Arslan.
" Maaf kan mamah sayang , bukan maksud mamah buat kalian tak bertemu papah tapi ada maksud lain yang tak kalian ketahui," kata Aira.
"Mamah jahat, bahkan mah gak bilang kalau nenek dan om kami orang berada dan masih hidup," kata Asila.
"Asila dengar kan mamah, ada maksud tertentu di sini," kata Aira.
" Mamah orang jahat tega memisahkan kami dari papah dan nenek," kata Asila.
"Anak-anak dengarkan mamah," kata Aira.
"Gak mamah jahat kami gak mau percaya atau teman lagi sama mah, " kata Asila dan pergi ke kamar nya, bahkan Asrlan tak mau melihat mamahnya terlihat dia sangat kecewa, Asrlan pun merapikan pakaiannya ketas ranselnya.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Aira.
"Kami ada acara di sekolah besok dan berkemah di sekolah," kata Asrlan asal.
"Setau mamah anak SMP dan menengah atas yang berkeping," kata Aira.
"Iya tapi ibu mau kami semua kumpul di sekolah besok jam 7," kata Arslan.
"perlu mamah antar?" tanya Aira.
"Gak karena Tante Rina yang jemput ," kata Arslan.
"Tante Rina, sayang kamu yang sopan sama guru mu," kata Aira.
"Aduh keceplosan deh utung mamah lemot," kata Arslan.
__ADS_1
"Jadi kalian tidur di sekolah?" tanya Aira.
" Gak kami tidur di rumah Ibu, mana anaknya menyukai Asila, " kata Arslan.
"Yaudah hati-hati ," kata Mamah.
"Maaf kan Arslan yang bohong mah, Arslan ingin ketemu papah," batin Arslan.
@@@@@
Di lain tempat Ariya merasa hidupnya hampa sekali dia ingin di hari tuanya bersama anak-anak tapi semua anaknya tak mau, Anaya tak mau merawatnya, Cia tak mau merawat tapi masih memberi uang.
"Tuhan cabut nyawa ku, aku tak sanggup lagi hidup seperti ini," batin Ariya.
Ternyata penyesalan memang sering terlambat seperti halnya Ariya.
Kalau Anaya jangan kan merawat atau memberikan uang melihatnya pun seakan tak Sudi.
semakin dalam sakit derita yang di alami Ariya
yang dulu lelaki mapan, tampan dan berkerisma kalau sekarang kere, kusam dan kurus .
Dendam Anaya kepadanya lebih besar dari rasa cinta.
#######
malam pun menjadi pagi yang cerah di hari Minggu ini, Di kembar udah siap dengan perlengkapan mereka dan turun buat serapan dan menunggu tantenya menjemput.
"Anak mamah udah cantik dan tampan," kata mamah Aira.
"Tak ada senyum di raut wajah Asila.
"Mamah ini surat panggilan buat orang tua murid," kata Arslan.
"Apa kalian terlibat perkelahian?" tanya Aira.
"Bukan itu adalah pemilihan anak yang cerdas atau mampu, dan orang tua pun di undang," kata Arslan.
" Besok ," kata Arslan.
Akhirnya jemput pun datang dan mereka pun pergi bersama 30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di mesion yang megah kaya kelasku Eropa .
"Bang, ini istana," kata Asila.
" Iya de, kaya rumah nenek ya kemaren," kata Arslan.
"Iya bang," kata Asila.
Ayo silakan masuk," kata Rina.
Di dalam ruang tamu yang megah.
" Siapa sic mamah tamu yang istimewa itu, aku mau pergi ke suatu tempat," kata Devano.
"Sudah diam kamu tak akan menyesal ," kata Nyonya Salma.
" Ah paling orang tak penting," kata Devano.
"Kamu bilang orang tak penting," kata Nyonya Salma.
"Devano hapal sifat mamah," kata Devano.
"Kamu," Perkataan Salma terhenti.
"Oma selamat siang," kata anak gadis yang cantik dan imut di belakang Devano.
"Oma batin Devano.
__ADS_1
"Sayang sini, kenal sama om Daffi," kata Salma.
"Kok Daffi aja mah, aku gak?" tanya Devano.
"Katanya tamu gak penting," kata Salam judes.
"Kalau ini sic lain," kata Devano yang sudah melihat kedua anaknya.
"Halo om," kata Arsila.
"Halo," kata Daffi.
" Hai kakak cantik dan tampan," kata Fani dan Aurel.
"Mulai deh, kecentilan," kata Arslan.
"Devano yang mendegar putranya bicara pedas cuma bisa mengerutkan dahinya.
"Benar anak-anak ku," batin Devano .
"Oma, ini siapa ?" tanya Arsila.
"Itu om Vano dia duda di tinggal istrinya pergi karena om orang nya nyeramin," kata Fani.
"Eh bocil, tau apa luo," kata Devano.
"Itu kata Tante Anaya ," kata Fani.
"Enak aja," kata Devano.
"Oma, papah kami yang mana?" tanya Arslan buka mulut.
"Tunggu dulu, sebentar," kata Oma Salam.
"Om, kenapa bisa mirip dengan Bang Arslan?" tanya Asila.
"kembar mungkin," kata Fani.
"Iya, bisa jadi mukanya sama kelakuanya juga sama-sama dingin," kata Arsila.
"Iya-iya lah mirip kan papah kalian," kata Daren yang baru datang dari mana.
" Papah, jadi dia papah kami Oma?" tanya Arsila.
Kalau Arslan masih meneliti lelaki yang duduk di depannya.
"Iya dia papah kalian," kata Oma .
"Papah Arslan Rindu," kata Arslan dan memeluk papahnya .
"Papah juga boy," kata Devano.
"Cucu nenek udah ketemu papah," kata nenek.
"Iya nek," kata Arslan dan Asila serempak.
"Nenek ini ada surat dari kakek," kata Arslan.
"Terimakasih nak," kata Mita.
"Sebelum meninggal kakek berpesan agar nenek ikhlas memaafkan dia ," kata Arslan.
"Baik nenek udah ikhlas ku," kata Nenek.
"Papah malam nanti aku mau bobo sama papah," kata Arsila.
"Arslan juga pah," kata Arslan.
__ADS_1
"Kan Abang biasanya gak mau mamah teman tidur," kata Arsila .
"Kalau mamah kan sering de," kata Arslan.