
"Ayo kita pulang, tak ada gunanya kita di pesta ini, pesta penuh kesombongan," kata Ali.
"Kami ***bawa mobil sendiri de," kata Aira.
"Biar pelayan yang ngantarnya kerumah," kata Ali.
"Yasudah," kata Aira.
"Kalian semua bubar dari sini dan keluar ini hotel punya mbak ku, tak pantas kalian mengijak kan kaki kalian yang kotor," kata Ali kepada Bertenius, Natasa ,Lauren dan Devano.
"Dan kau aku tunggu di rumah," kata Ali kepada Devano.
"Ayo Mbak, de , kita pulang," kata Ali.
Sesampai di parkiran, Mereka pun menaiki mobil dan membelah jalan di dalam mobil terlihat diam tak ada yang bicara.
Tiba-tiba Ali berbicara.
"Berpisah lah, tak ada yang kau harapkan dari lelaki macam itu," kata Ali.
"Tapi Al, aku tak ingin Bunda sakit hati dan apa kata orang aku baru menikah dan bercerai," kata Aira.
" Apa mbak sanggup di perlakukan seperti hewan, apa mbak sanggup di acuh kan dan malah tak di anggap dari suami mbak sendiri," kata Ali.
"Aku tak inggin bunda sakit hati dan membuat dia jatuh sakit," kata Aira.
"Nanti aku yang bicara," kata Ali.
"Al, jangan," kata Aira.
"Mbak, apa yang di katakan Abang benar, dari tadi aja aku udah greget mau nampar tu muka ," kata Anaya.
"Biar bagai mana pun dia pilihan bunda, mbak yakin suatu saat dia akan berubah," kata Aira.
"Sampai kapan mbak, sampai kau mati baru dia sadar," kata Ali.
"Bang," kata Anaya.
"Dia tak akan sadar karena dia lelaki tak punya hati, dia sama seperti Ayah yang rela meninggalkan anak istrinya demi wanita yang tak ada apa-apa nya di banding bunda.
"Aku mohon Al, beri aku waktu setahun, jika tak ada perubahan dari sikap mas Devano, aku akan berpisah," kata Aira.
"Mbak, apa yang kau tunggu dari dia, uang tak pernah di kasih, tidur tak pernah bersama," kata Ali.
"Dari mana kau tau kalau mbak tak pernah satu kamar dan uang tak pernah di kasih?" tanya Aira menyelidiki.
"Karena aku tau semua mbak ," kata Ali.
"Aku tak ingin kau terlalu ikut campur rumah tangga ku bang," kata Aira .
"Aku melakukan ini semua demi Mbak, biar aku tak dekat dengan mbak tapi aku tau mbak baik-baik saja atau tidak," kata Ali.
"Tadi pagi Mbak di tampar ka?" tanya Ali.
"Dari mana kamu tau?" tanya Aira.
"Tak perlu Mbak tau darimana aku tau, karena aku tak mau orang lain menyakiti mbak , karena aku adik mu tak pernah menampar mu meski kau salah," kata Ali.
"Aku cuma ingin bertahan ," kata Aira.
"Bertahan boleh, tapi jangan kau lukai batin dan perasaan mu," kata Ali.
"Pulang lah mbak bila tak sanggup," kata Anaya.
Pembicaraan mereka bertiga pun putus karena udah sampai di depan rumah.
Aira dan Anaya pun turun dan memencet bel.
__ADS_1
"Non, udah pulang," kata Bibi Lusi.
"Iya bi," kata Aira dan Anaya serempak.
"Bunda mana bi?" tanya Anaya.
"Ada di ruang tamu," kata Bi.
"Bunda, Mbak dan kakak pulang," kata Anaya.
" Jangan teriak-teriak ," kata Bunda seperti menahan sesuatu.
"Bunda kenapa?" tanya Aira.
"Bunda gak kenapa," kata Bunda Mita.
"Oh, Aira kekamar ganti baju dulu ya Bun," kata Aira.
"Iya," kata Bunda.
"Anaya juga Bun," kata Anaya.
" Kenapa dada ku sakit bangat," kata Mita.
"Bunda mat malam, anak mu yang paling ganteng pulang," kata Ali.
"Anak bunda udah pulang, kok bisa barengan sama mbak dan Ade mu?" tanya Mita.
"Ketemu di acara tadi," kata Ali.
"Oh, yaudah ganti baju sana," kata Bunda Mita.
"Iya Bun," kata Ali.
Aira pun keluar ingin ngobrol dengan Bunda nya, bukan bicara dengan bundanya malah melihat bunda nya tersungkur memegang dadanya.
"Bunda kenapa mbak," kata Ali .
"Mbak gak tau sediakan mobil," kata Aira.
"Baik mbak," kata Ali.
"Bunda bangun," kata Anaya.
"Sabar de," kata Aira.
Aira pun takut- takut bundanya kenapa- kenapa .
"Bunda bangun," kata Aira di dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Sesampai di rumah sakit, Ali mengendong Bunda nya, dan Aira berteriak memanggil Dokter dan Suster, Suster pun datang membawa bed , untuk membawa Mita keruang UGD.
" Ada Apa ni pak Ali," kata Dokter Miko.
"Tolong tanganin bunda saya," kata Ali.
"Baik pak," kata Dokter Miko.
Rumah sakit Medical Santoso adalah rumah sakit swasta yang di bangun Rian dulu agar siapa diantara anaknya bisa mengabdi di sana , tapi 3 anaknya memilih jalan nya sendiri, Ali jadi Seorang CEO, Aira Guru dan pengusaha sukses, dan Anaya Desainer termuda.
Aira dan Anaya menangis melihat kondisi Ibunya, Mamah Salma dan Papah Hesti datang.
"Gimana keadaan Bunda mu sayang?" tanya Mamah Salma kepada Aira.
"Gak tau mah, dokter masih di dalam," kata Aira.
"Sabar ya nak, Devan mana?" tanya Papah Hendro.
__ADS_1
Ali mau menjawab tapi di potong oleh Aira.
"Dia keluar kota papah," kata Aira.
Ali jengkel dengan mbaknya yang berbohong.
Dokter Miko pun keluar dari ruang UGD.
"Gimana keadaan Besan saya dok?" tanya Papah Hendro.
" Ibu Mita baik-baik saja tapi jantung nya yang bermasalah," kata Dokter.
"Apa Bunda kena penyakit serang jantung?" tanya Anaya.
"Iya, tapi masih ringan kita harus mencegah nya, jauhkan dia dari masalah atau terkejut," kata Dokter Miko .
"Bunda, " kata Ali.
"Bang," kata Anaya.
"Kita tak boleh mengatakan permasalahan ini dulu," kata Ali.
"Iya bang," kata Anaya.
" Ada apa nak Ali, kenapa kau terlihat bingung," kata Papah Hendro.
"Tak apa-apa om," kata Ali.
"Katakan nak, kita keluarga," kata Papah Hendro.
"Ini masalah pribadi saya," kata Ali berbohong, Mana mungkin dia membicarakan anak om Hendro.
"Oh yasudah," kata Om Hendro.
"Ai, kamu yang kuat ya sayang," kata Mamah Salma.
"Disaat seperti ini pun lelaki itu pun tak datang," batin Ali.
Bunda Mita pun di bawa ke ruang Inap No satu di rumah sakit ini.
"Mamah dan Papah boleh pulang kok takut Doni cariin," kata Aira.
"Yaudah, mamah dan Papah pulang ya," kata Mamah Salma.
"Iya mah, pah hati-hati di jalan," kata Aira.
Di jalan menuju parkiran.
" Mah, setau aku Devano tak ada jadwal keluarga kota, dan Anehnya Ali tak seperti biasanya kepada kita," kata Pak Hendro.
"Mungkin dia lelah pah, dan Bundanya gitu lagi," kata Bu Salma.
" mungkin," kata pak Hendro.
" Coba mamah telpon Devan," kata Pak Hendro.
"Iya Pah," kata Bu Salma.
Di ruang hotel seorang lelaki dan wanita sedang bercumbu mesra, tapi tak sempat melakukan apa-apa karena terkejut mendengar suara nada Dering hp.
Penasaran baca Lah terus jangan lupa Like dan komentar,
Cerita Devano dan Aira sudah hadir Lo di dalam***
Inilah cerita tentang Devano dan Aira.
__ADS_1