
Malam ini adalah malam yang melelahkan, Rian dan Mita pun sudah masuk kamar pegantin, Mita pun kekamar mandi buat ganti gaun pegantin degan baju tidur nya, baju Daster berbahan sutra bertali satu memperlihatkan kedua bahunya, di tambah belahan dadanya yang berenda rendah, yang memperlihat dalamnya yang tak memakai Bh.
Rian yang melihat istrinya berpakai seperti itu cuma bisa menelan Saliva nya, dia pun berpentasi Liar.
"Mas, gak mandi ?" tanya Mita.
"Nanti aja, Mas mau makan dulu," kata Rian.
"Apa mas lapar nanti Mita ambil nasi nya," kata Mita.
"Mas gak mau makan nasi, sayang ," kata Rian.
"Lalu mau makan apa mas," kata Mita.
"Mau makan kamu, di bawah ni udah lama puasa sayang jadi udah lapar," kata Rian.
"Mas ini aku kira apa," kata Mita.
"Mau gak sayang, mas udah gak tahan ni," kata Rian.
"Boleh kok mas," kata Mita malu.
"Kenapa harus malu sayang," kata Rian.
Mita cuma diam dan tak mau menjawab pipinya semakin merah seperti kepiting rebus, melihat wajah istri nya merah, Rian pun mengecup bibir ranum istrinya.
Entah siapa yang memulainya, akhirnya Rian dan Mita saling Berpagutan dan menukar seliva mereka.
Karena kurang pernapasan akhirnya Rian melepas panutan itu dan mulai melepas satu persatu pakaian yang melekat di tubuh istrinya dan dirinya.
__ADS_1
setelah semua polos, Rian meremas buah dada sang istri dan membuat Kiss Merek di sana, menghisap dan ********** kaya bayi haus susu, erangan kenikmatan dari mulut Mita pun keluar.
Desah-desah mereka berdua pun bersahutan, karena sudah tak tahan Rian pun mulai menuntun pusaka miliknya memasuk goha milik Mita.
Kenikmatan tak dapat di hindar lagi, kebahagian yang mereka dua dapat kan tiada tara, akhirnya Rian tak lagi perlu ke kamar mandi bila mau melalukan atau gairah nya datang.
Tak terasa jam 3 pagi, 3 kali ronde cukup meng lelahkan bagi mereka berdua dan tidur lelap.
malam telah berganti siang, matahari pun merambat dengan indah menaik keatas kepala.
Dua insan masih asik dengan mimpinya.
Tokkk , "Ka ini Rallisa, mamah memanggil kalian buat serapan," kata Rallisa.
Mita pun terbagun mendengar ketukan pintu dan teriak Rallisa.
"Iya ka," kata Rallisa.
"Sayang, kenapa ?" tanya Rian.
"Cepat mandi mas, Ibu, Mamah, Bapak, Johan, Hesti, Fahmi semua orang menunggu kita buat serapan," kata Mita.
"Yu, mandi bersama aja," kata Rian.
"Ogah," kata Mita.
"Biar cepat mandinya," kata Rian.
"Bukan cepat mandinya malah lama, mas," kata Mita.
__ADS_1
"Udah Jagan cerewet ayu cepat mandi," kata Rian.
Mereka berdua pun mandi cepat agar orang tak lama menunggu, setelah selesai memasang baju mereka berdua pun turun.
"Aduh pengatin baru lama bangat, gak tau perut udah lapar," kata Hesti.
"Maaf tuan Ratu," kata Mita.
"Mentang - mentang ada selimut menghangatkan jadi lupa jam berapa bagun ," kata Maya.
"Kalian semua memojok ku," kata Mita.
"Gak juga," kata Hesti.
"kalian berdua mau aku potong gajih nya," kata Mita.
"Enak aja," kata Maya.
"Makanya kalau gak mau sudah, jangan mengejek aku lagi," kata Mita.
"Eh Rian gimana malam pertamanya enak," kata Johan..
"Iya lumayan buat buka puasa," kata Rian.
Mita pun Riflek mencubit Rian.
"Awwww,sakit," kata Rian.
"Emang enak, mau di tambah lagi," kata Rian.
__ADS_1