Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ketiban Sial.


__ADS_3

"Tante kenapa *sic suka bangat cari keributan," kata Aira.


"Siapa yang cari keributan, dia yang mulai membuat Es Tante tumpah," kata Rallisa sewot.


"Mungkin aja dia gak sengaja Tante," kata Aira.


"Sudah diam ," kata Rallisa.


Mereka berdua pun santai pulang kerumah, di pertengahan jalan ada anak kecil tak sengaja menendang bola ke kepala Rallisa.


"Bukkk bola mendarat di kepala Rallisa.


"Aduh sakit, kurang ajar anak siapa sic, yang nimpok kena kepala aku," kata Rallisa.


" Itu bukan di timpuk, tapi itu bola di tendang Tante ," kata Aira.


"Kurang ajar bangat siapa yang berani nendang bola ke kepala aku," kata Rallisa.


"Bakalan rame lagi ni," batin Aira.


"Sudah lah tan, mungkin mereka tak segaja," kata Aira .


"Enak aja, kepala aku sakit tau," kata Rallisa.


"Gak apa lah Tan gak berdarah juga," kata Aira.


"Gak bisa ," kata Rallisa.


"Hey siapa yang udah tendang bola ke kepala aku, kalau gak ngaku bola ini kulepar ke sungai atau ku potong-potong ," kata Rallisa.


"Ka maaf tadi aku yang tendang, gak sengaja kok," kata Anak itu.


"Enak aja ," kata Rallisa.


"Udah lah Tante kasian tau, mana orang nya tampan lagi," kata Aira*.


"*Anak itu mendegar Aira memujinya jadi malu.


"kamu ini masih kecil aja, apa kamu tau yang tampan atau gak ini jauh dari kata tampan, tubuhnya aja dengkil gitu," kata Rallisa.


"Tante pilih-pilih makanya, belum dapat jodoh ," kata Aira.


"Karena mencak-mencak Rallisa marah, tak sengaja seorang Ibu membuang Air bekas pelnya ke tubuh Rallisa, dia tak sengaja karena tak melihat Rallisa di balik tembok.


"Kurang ajar siap sic yang nyiram sembarang kaya ini, apa matanya gak ada apa," kata Rallisa.


"Maaf neng Ibu gak sengaja," kata Orang itu.


" Ibu kenapa sic gak melihat orang ada gak di sini," kata Rallisa marah.


"Mana soal katiban sial lagi," kata Rallisa lagi.


"Ini hari sial mu Tan," kata Aira tertawa keras.


"Udah diam ayo kita pulang," kata Rallisa marah.


"Ayo gan," kata Aira.


"Siapa sangka di tengah jalan dia ketemu Herman lagi.


"Kamu kenapa basah kuyup, mandi dimana atau tercebur di mana?" tanya Herman.


"Diam luo," kata Rallisa marah .


"Jangan-jangan kamu kualat ya," kata Herman.


" Kualat apa," kata Rallisa.

__ADS_1


"Karena kamu gak ngaku, kalau kamu suka aku," kata Herman.


"Amit-amit, mending aku pingsan dari pada aku jatuh cinta padamu," kata Rallisa.


"Jangan sasumbar dulu, siapa tau nanti kamu jatuh cinta pada aku," kata Herman.


"Udah jangan menghayal, aku mau pulang," kata


Rallisa.


"Ingat aku di mimpi mu ya," kata Herman.


"Ogah," kata Rallisa.


"Tu anak manis juga kalau rambutnya basah, mana senyumnya bikin hati Abang meleleh ," batin Herman.


"Apa-apaan aku ini menghayal orang musuh aku," kata Herman, sampai mati pun tak boleh aku jatuh cinta padanya.


"Sebenarnya Herman ganteng juga apalagi kalau senyum, manis bagat kelihatan lesung pipinya," batin Rallisa.


"Apaan aku ini menghayal musuh buyutan ku, tidak," kata Rallisa.


"Tante kenapa?" tanya Aira.


"Gak ada kok," kata Rallisa.


"Jangan-jangan Tante otaknya geser gara-gara kena bola tadi," kata Aira.


"Enak aja, kamu bilang Tante gak waras apa," kata Rallisa.


30 menit berjalan kaki, akhirnya mereka pun sampai juga di rumah.


"Astga , Rallisa kamu kenapa basah kuyup gitu?" tanya Mita.


"Mandi di kali mungkin mah," kata Ali sok tau .


"Aku hari ini ketiban Sial ketemu cowok rese, kena kepala dan kena air bekas air pel lagi," kata Rallisa.


"Haaaaaaa, apa enak Tante," kata Ali.


"Enak pala luo," kata Rallisa sengit.


"Papah kemana mah," tanya Aira.


"Pah berangkat tadi ada miting jam 2 katanya," kata Mita.


"Oh, utung gak ada, kalau gak perang lagi," batin Aira.


"Udah mandi sana Sa, ," kata Mita.


"Iya ka," kata Rallisa.


"Tadi kalian dua Tante jalan kemana aja Ai?" tanya Mita.


"Liat sungai, pelabuhan dan menikamati es kelapa mah," kata Aira.


"Kakak kenapa gak beli buat Abang," kata Ali.


"Mana kakak tau kalau Abang juga mau," kata Aira


"Kakak gak asik deh," kata Ali.


"Udah nanti ada ajang amang lewat nanti kita beli," kata Mita.


"Mah, Ai mandi dulu ya," kata Aira.


" paling masih Tante mu Ai," kata Mita.

__ADS_1


"Oh iya lupa Tante mandi," kata Aira.


"Taruhan berapa botol atau berapa saset sampo di habis Tante Bang," kata Aira.


"Satu botol ," kata Ali.


"Man cukup, 1 botol sama 5 saset pasti aja," kata Aira.


"Benar juga Tante kan boros sama sampo," kata Ali.


"Mah, pah berapa lama di sana ?" tanya Aira.


"Mah gak tau sayang, emang kenapa?" tanya Mita balik.


"Aku takut pah diambil orang," kata Aira.


"Biar aja pah diambil orang," kata Mita.


"apa mah gak sayang pah," kata Aira.


"Sayang lah, tapi kenapa mah gak takut pah di ambil orang," kata Aira.


" Sayang meski papah di sembunyikan dalam kamar, kalau waktunya pah diambil orang pasti ketemu ku, yang peting saling percaya dan tak mencurigai pah," kata Mita.


"Mah adalah yang terbaik buat kami, gak salah pah menikah dengan mah," kata Aira tulus.


"Iya sayang," kata Mita.


"Mamah, mamah itu pamannya," kata Ali.


"Iya nak, tanya kakek dan nenek mau gak es kelapa ," kata Mita.


" Oke mah," kata Ali.


"Man es kelapanya 4 ya," kata Mita.


"Oke Bu," kata Paman.


"Mah nenek sama kakek mau katanya," kata Ali.


" Oke, man tambah 2 lagi," kata Mita.


" Gorengan juga man 50 ribu," kata Aira.


"Sayang gak kebanyakan kah?" tanya Mita.


" Gak kok mah," kata Aira.


Tiba-tiba dari dalam rumah Rallisa pun teriak ke paman es kelapa.


"Paman ngapin kesini?" tanya Rallisa.


"Ya jualan lah masa paman manjat pohon sic neng," kata paman ketus.


"Satu mang," kata Rallisa.


"Iya kata paman.


Tiba-tiba Herman lewat depan rumah.


"Herman apa kabar, kamu?" tanya Mita.


"Baik kak," kata Herman.


"Ngapain kamu kesini, kangen aku iyakan," kata Rallisa.


"Enaka aja ," kata Herman*.

__ADS_1


__ADS_2