
*Rallisa pun menarik kopernya dan masuk kedalam dia tak mau debat dengan kakaknya.
"Selamat siang om dan Tante," kata Rallisa memberi salam keorang tua Mita.
"Siang juga nak Lisa," kata Ayah Mita.
Risa pun menuju kamar dan meletak kopernya setelah selesai dia pun keluar dan mencari kakak iparnya.
"Ka Lisa mau jalan-jalan dulu," kata Rallisa.
"Aku ikut Tan," kata Aira.
"Boleh, kamu bawa duit gak?" tanya Rallisa.
"Gak ada Tan," kata Aira.
"Enak aja nanti kamu minta sama Tante," kata Rallisa.
"Ah paling Tante minta di taktir oleh ka," kata Ali.
"Aku ada uang kok ," kata Rallisa.
"Udah nanti aku minta sama pah," kata Aira.
"Minta yang banyak ya, keponakan Tante yang cantik," kata Rallisa.
"Merayu, kalau mendegar kata yang," kata Ali.
"Emang cantik kok," kata Rallisa.
"Udah--udah , sana berangkat," kata Mita.
"Mamah Aira berangkat dulu," kata Aira.
"Ya, apa kamu ada ongkos Ai," kata Mita.
" nanti minta sama pah, mah," kata Aira.
"Ya udah, kalau begitu" kata Mita.
"Pah, minta uang buat jajan, ka mau jalan dulu," kata Aira.
"Jalan kemana kamu, sama siapa?" tanya Rian
"Jalan-jalan Keliling sama Tante pah", kata Aira.
"Yaudah ni," kata Rian mengasih uang sepuluh ribu.
"Mana cukup pah, mana Tante lagi minta," kata Rian.
"Ini pah tambah lagi," kata Rian mengasih uang 20 ribut lagi.
"Abang pelit," kata Rallisa.
"Biarin, apa enak kata mu cari uang," Kata Rian.
Mita pun mendegar semuanya, anaknya jalan cuma di kasih 30 ribu oleh suaminya dan mengasih uang lewat jendela.
"Aira sini," kata Mita.
"Apa mah?" tanya Aira.
"Ini uang jajan mu," kata Mita mengasih uang 50 ribu.
"Lumayan Ai, buat beli makan," kata Rallisa
__ADS_1
" Yok berangkat te, nanti pah marah," kata Aira.
"Yuk," kata Rallisa.
"Mah, masing uang lagi buat Aira," kata Rian.
"Iya pah, takut gak cukup ," kata Mita.
"Mamah jangan terus manjain mereka dengan uang," kata Rian.
" Tapi pah, kasian," kata Mita.
"Pah tau mah, pah takut nanti anak kita tak bisa menghargai uang," kata Rian.
" Ternyata suami ku, orang nya mengharga uang dan tak terlalu boros kalau itu tak kepentingan. Terimakasih Tuhan kau hadiah kan dia untuk aku," batin Mita.
Di lain tempat Rallisa dan Aira menikmati Sungai kapuas, mereka berdua pun bahagia, tiba-tiba orang jualan es Kelapa muda.
" Mang Es kelapanya dua dan Goreng nya 10 ," kata Rallisa.
"Iya neng," kata Paman.
"Ini neng, Esnya ," kata Paman.
"Terimakasih mang", kata Rallisa.
"Aira dan Rallisa pun asik menikmati Es kelapa mudanya, tiba-tiba ada orang yang menabrak nya, es kelapanya pun jatuh ketanah.
"Eh kurang ajar, kenapa kau gak liat apa, es aku jatuh gak punya mata apa," kata Rallisa sengit.
"Kamu aja yang disini berdiri gak liat orang, mana ini tempat umum lagi," kata Cowok itu.
Tiba -tiba Rallisa pun melihat muka cowok itu.
"Hah jadi luo, sengaja kan kamu numpah es aku, kamu harus ganti rugi," kata Rallisa.
"Eh, benar-benar ya luo, dasar gak punya hati, gak punya mata ," kata Rallisa.
"Oh dunggu kalau jalan tu pakai kaki bukan mata," kata Herman.
"Kalau mata gak ada bisa kamu jalan, gak kan," kata Rallisa.
"Bisa pakai tongkat lah," kata Herman.
"Dasar lelaki mulut cewek," kata Rallisa.
"Dasar Cewek aneh yang bikin orang makan hati," kata Herman.
"Eh kodok lembu, ngapain kamu disini, cari aku ya, atau jangan-jangan kamu udah jatuh cinte sama aku," kata Rallisa.
"Enak aja sampai dunia kiamat puna aku tak akan Sudi ," kata Herman.
"Jangan munapik nanti kamu jatuh cinta dan bucin gimana ," kata Rallisa.
"amit-amit cabang bayi," kata Herman.
"Aduh-aduh tak di rumah atau disini ribut melulu, gak malu apa di degar orang, dasar musuh bubuyutan ," batin Aira.
"Eh, cowok aneh nanti kalau kamu jatuh cinta pada ku, kau harus beli aku cincin berlian 50 karat," kata Rallisa.
"Enak aja, siapa juga yang jatuh cinta pada mu," kata Herman.
"Katamu nanti aja kamu bucin kok," kata Rallisa.
"Jangan-jangan kamu yang bucan sama aku," kata Herman.
__ADS_1
"Gak mungkin lah tampang pas-pasan kaya Kamu tu tak ada yang mau, paling ada yang mau babi guling aja," kata Rallisa.
'
" Enak aja kamu tu buaya kadal yang suka ," kata Herma.
"Enak aja cantik-cantik kaya Bidari gini di suruh sama buaya", kata Rallisa.
"Cantik dari Mana dari Hongkong," kata Herman.
"Stop, apa kalian tak malu jadi pusat perhatian orang," kata Aira, benar aja semua orang melihat mereka berdua.
"Oh My Good, malu gue," batin Rallisa.
"Tuhan, aduh hilang Imen gue cowok tertampan sekecematan ini," batin Herman.
"Mang Es kelapanya satu," kata Herman dan Rallisa barengan.
"Apaan kamu, ini," kata Herman.
"Kamu yang gikutin saya ," kata Rallisa .
"Jelas-jelas aku yang memesan dulu," kata Herman.
"Aku yang pesan dulu," kata Rallisa.
"Aku," kata Herman.
"Aku," kata Ralissa.
"Aku, aku," kata Herman.,
,
" Aku, aku, aku," kata Rallisa.
"Mbak, mas ini es nya," kata Amang jualan
"Diam," kata Mereka berdua serempak.
"Heh kalaian dua ni paman bilang es kalian dua, ribut Mulu gak pusing apa," kata Ibu-ibu yang lewat.
Mereka berdua pun nyadar dan malu sekali.
" maaf mang," kata Rallisa.
"Maaf amang ," kata Herman juga .
"Gak apa kalian dua musuh buyutan ya?" tanya amang tukang es.
" Ya," kata mereka berdua serempak.
"Awas luo benci dan cinta beda tipis aja," kata Amang.
"Gak mungkin lah mang, aku suka cewek rese ini," kata Herman.
"Aku juga gak mungkin mang ," kata Rallisa.
"Amang cuma ngigatin kok," kata Amang.
"Mang Es kok yang bayar ni cowok ya," kata Rallisa terus kabur.
"Eh cewek rese, enak aja," teriak Herman.
Tapi Rallisa dan Aira pun berlalu.
__ADS_1
"Dasar Cewek Rese bila ketemu lagi awas kau," kata Herman*.