
"Halo mah," kata Devan.
"Kamu dimana?" tanya Mamah Salma.
"Aku di rumah mah," kata Devano berbohong.
"Ke rumah sakit Medika segera," kata Mamah Salma.
"Siapa yang sakit mah?" tanya Devano.
"Ibu mertua mu," kata Salma.
" Baik mah," kata Devano.
Devano bergegas mengambil bajunya dan merapinya.
" Hampir saja untung mamah menelpon ," batin Devano.
"Vano kamu mau kemana?" tanya Lauren.
"Aku mau pulang mamah mencari ku," kata Devano berbohong.
"Aku gimana?" tanya Lauren.
"Terserah," kata Devano.
Devano pun bergesa pergi dan menuju parkiran.
"Kenapa si bodoh tak menelpon ku, nanti hilang Emiel ku menanti tak baik," kata Devano.
******
Di lain tempat di tempat yang kumuh Rian merasa ada perasaan tak enak.
"Pertanda apa kah ini semoga aja anak-anak dan Mita baik-baik aja ," batin Rian.
" Bapa kenapa ?" tanya Leon anak angkat dari Rian.
"Tak apa-apa nak," kata Rian.
@@@@@@
30 menempuh perjalanan akhirnya Devano pun sampai juga, dari petunjuk mamahnya dia pun menuju ruangan di mana mertua nya berada.
" Aira dan Anaya tidur di lantai berbalut kasur lantai, Ali menunggu Bunda nya.
Devano pun masuk dan melihat mertuanya di atas Bed.
"Untuk apa kau kesini?" tanya Ali.
"Ingin melihat keadaan bunda," kata Devano.
"Tak perlu, lebih baik kau menyenangkan hati selingkuh mu," kata Ali.
"Asal kamu tau aku tak akan selingkuhan jika kakak mu mau memberikan dirinya," kata Devano.
"Omong kosong apa itu," kata Ali marah.
"Al," kata Bunda lirih.
"Bunda," kata Ali.
"Ada apa nak siapa yang selingkuh?" tanya Bunda.
"Tak ada Bun, itu Manejer Ali yang selingkuh dan mengelapkan uang ," kata Ali.
"Iya udah, di urus yang benar jangan dalam keadaan marah selidiki," kata Bunda.
" Iya Bun," kata Ali.
"Aku tau kamu berbohong nak, karena di mata mu tersimpan kebohongan," batin Mita.
"Devano, kapan kamu datang nak, kata Ai kamu keluar kota?" tanya Bunda.
"Tadi Bun," kata Devano.
"Kenapa repot-repot datang kalau pekerjaan di sana penting ," kata Bunda.
__ADS_1
"Iya Bun," kata Devano.
" Ai," kata Bunda.
"Iya Bun," kata Aira.
"Kenapa kau menelpon suami mu untuk pulang nak, bunda kan tak apa-apa ," kata Bunda Mita.
" Aku tak ada memberi tahunya bunda," kata Aira jujur.
"Mamah yang memberitahu ke Devano Bun," kata Devano.
"Oh mamah mu, orang nya panikan," kata bunda.
" Keluar kota apa nya yang ke pesta," batin Ali.
"Nak Devano apa hubungan kalian berdua baik-baik saja?" tanya Bunda.
"Baik-baik saja Bun," kata Devano gugup.
"Syukur," kata Bunda.
"Bun, Al ke kantin dulu cari makan," kata Ali.
Sebenarnya Ali ke taman buat meredam kemarahan nya, andai saja bunda nya tak mengidap penyakit jantung, sudah dia tonjuk muka Devano.
2 jam mereda kemarahan Ali pun pergi ke kantin buat mencari makanan.
Anaya terbangun dari tidurnya Karena ingin buang air kecil, dia heran melihat ada Devano.
"Mbak kok ada dia?" tanya Anaya.
"Anaya yang sopan dia Kaka ipar mu," kata Bunda .
"Iya Bun," kata Anaya.
Tak lama kemudian, Ali pun datang membawa makan.
"Abang dari mana?" tanya Anaya .
"Tau aja Ana lapar," kata Anaya.
"Kamu ni makan mu yang di pikiran mu, apa kamu gak takut gemuk," kata Aira.
"Mana bisa dia gemuk mbak, liat tu kalau cungkring iya," kata Ali.
"Kaya aku ni Ideal gemuk tak kurus tak," kata Anaya.
"Mana ada kalau kekurangan gizi iya," kata Ali.
"Bunda Abang," adu Anaya.
" Odih mulai mengadu anaknya," kata Ali.
"Maklum anak kecil," kata Aira."
"Bunda," kata Anaya.
"Udah Ai, kamu gak malu liat suami mu masih bertengkar dengan adik mu.
"Ali juga masih udah besar kelakuan masih kaya anak kecil.
Anaya juga," kata Bunda panjang lebar.
"Bunda," kata Mereka bertiga.
"Udah bunda pusing dengar kalian tak di rumah tetap aja seperti ini," kata Bunda.
"Sebenarnya Mita tau lewat itu lah anak-anak nya memberikan kasih sayangnya, meski bertengkar ujung-ujungnya berteman lagi.
"Nak Devano silakan pulang kalau masih lelah," kata Bunda.
" Gak kok Bun," kata Devano.
" Ai bawa suami mu pulang," kata Bunda.
"Tapi Bun, Aira mau disini bersama bunda," kata Aira.
__ADS_1
"Besok kan kamu bisa lagi kesini, kan ada Ali dan Anaya juga," kata Bunda.
Daripada bunda nya curiga Aira pun menurut dan membawa Devano pulang.
"Ayo mas, kita pulang," kata Aira.
"Iya, Kami pulang dulu Bun," kata Devano.
"Iya hati-hati ," kata Bunda.
" Bun, Ai pulang dulu, jangan lupa makan obat ya," kata Aira.
"Iya nak," kata Bunda.
Sepanjang perjalanan menuju parkiran hanya diam yang ada.
Sesampai di parkiran Devano pun masuk ke mobilnya, tak ada manis-manis kepada sang istri, Aira pun masuk ke mobil.
Devano pun menjalankan mobilnya.
"Kamu sengaja kan tak mengatakan bunda sakit," kata Devano.
"Aku tak ingat aku bersuami," kata Aira.
"Apa kata mu, kamu merasa kamu di atas angin karena lelaki - laki itu mendekati mu," kata Devano marah.
"Apa perduli mu," kata Aira.
"Karena kau masih istri ku," kata Devano.
"Istri, Aira tersenyum kecut kalau kau tau istri mu, tak akan mungkin kau membiar wanita itu menghina aku," kata Aira dingin.
"Aku tak mau orang lain tau kalau kita menikah apalagi di Depan kelayen," kata Devano.
"Oleh karena itu, jangan pernah urus urusan ku, seperti yang kau katakan tadi pagi," kata Aira.
"Aku ini suami mu," kata Devano dan berhak atas dirimu.
"Kau berhak atas ku, tapi tidak dengan ku, kau selalu membatas ku, dan perlakuan aku seperti pembantu," kata Aira.
" Tutup mulut mu, ******," kata Devano.
"Aku bukan ******," kata Aira.
"Kau sekarang berani membentak ku, karena ada yang suka kan," kata Devano sengit.
"Aku atau kau yang selingkuh," kata Aira."Kau wanita menurut pada suami, sedang kan suami terserah apa maunya," kata Devano.
"Kalau begitu cerai kan aku," kata Aira.
"Tak akan karena papah akan mengantung aku hidup-hidup ," kata Devano.
"aku juga tak mau mati sia-sia ," kata Aira.
" Aku tak suka wanita pembakang," kata Devano.
"Aku tak suka lelaki tukang selingkuh," kata Aira.
" Kau mau aku tampar lagi," kata Devano.
"Silakan," kata Aira.
Pakk tamparan mendarat di pipi Aira.
***""""
Prak suara gelas jatuh.
"Astaga Tuhan pertanda apa kah ini, semoga putri pertama ku baik-baik saja," batin Mita.
"Bunda gak apa-apa kan," kata Anaya.
"Gak apa-apa, tercepat telpon mbak mu," kata Mita.
"Baik Bun," kata Anaya.
jangan lupa like dan komentar ya.
__ADS_1