
Tiba-tiba saja Lisa datang kerumah.
"Mbak, aku pinjam leptop," kata Lisa.
"Punya mbak di kafe, masih terpakai de, mungkin punya Ai ada," kata Mita.
"Ada sic Tan," kata Aira.
"Pinjam sebentar, Tante mengurus catatan bulan sama gajih pegawai, punya Tante mati habis bateri lupa ces", kata Lisa.
"Iya Ai ambil dulu ya tan," kata Aira.
"Iya cepat ya," kata Lisa.
"Luo mas, kenapa duduk di situ, kan mbak Mita yang istri mas bukan dia ?" tanya Risa pura-pura gak tau.
"Anu, ini sekertaris mas," kata Rian gugup.
"Sekretaris ku bisa dekat mas, kan bisa berjauhan buka nempel kaya perangko kaya gak punya etika aja bertamu di rumah orang," kata Lisa.
"Maklum Tan, jaman sekarang tamu kaya pemilik rumah," kata Aira.
"Iya juga sic Ai, kaya yang ini masa duduk dekat papah mu, kaya suami aja," kata Lisa.
"Gini aku dan Dahlia ada hal yang penting yang di bicarakan," kata Rian gugup.
"Hal penting apa tu mas, masa sekertaris di bawa kerumah ikut mengurus rumah tangga kita ," kata Lisa.
"Iya Lis," kata Rian.
"Tak seharusnya hal pribadi orang lain ikut mas," kata Lisa lagi.
"Tapi da'i bukan," kata Rian gugup.
"Dia apa mas?" tanya Lisa.
Rian gugup tak berani menjawab pertanyaan Lisa dia tau, adiknya ganas dan tak ber pirmanusian kalau marah .
"Aku istrinya mas Rian juga, istri keduanya," kata Delia lantang .
"Apa benar mas," kata Lisa.
"Iyaa de," kata Rian tergagap.
"Oh selamat datang ipar, aku adik ipar mu, bertamu lah kerumah ," kata Lisa ramah.
Aira tau ini jebakan Tante nya.
"Jangan kan mas Rian, Lisa aja bisa dengan mudah menerima gadis ini," batin Mita.
"Dahlia tersenyum kecut, dia seolah mengolokan Mita.
"Kau akan tau nanti, apa yang akan kau hadapi gadis pelakor," batin Lisa .
"Tumben Lisa baik," batin Rian.
"Mas, kenapa gak bila kepada ku nikah lagi, apa mamah tau ini semua," kata Lisa lembut.
"Belum aku takut mamah marah," Kata Rian.
"Iya juga ya," kata Lisa.
Hesti pun datang membawa Aina, Anaya Dan Luna.
__ADS_1
"Eh Pelakor datang lagi," kata Hesti.
"Jaga mulut mu mbak Hes, dia bukan pelakor tapi ipar ku," kata Lisa.
"KOk kamu malah bela pelakor sic," kata Hesti.
" Karena dia ipar ku," kata Lisa. tegas
"Kamu kenapa sic de, malah belain wanita jahat ini, bukan kah kamu tak suka dengan wanita seperti ini," kata Hesti.
"Kenyataan aku menyukai karena dia ipar ku," kata Lisa.
Hati Mita berdarah tak membekas, da'i tak menyangka adik ipar yang di sayang malah membela kakaknya yang salah.
"Sudah cukup, aku datang kemari cuma inggin meluruskan semua," kata Rian.
"Mita, aku inggin kau rela berbagi baik fisik mau pun nafkah, aku janji akan adil ," kata Rian.
"Tak ada kata adil di dalam kehidupan di madu mas," kata Mita tegas.
"Kau inggin apa uang, harta apa yang kau mau aku berikan kamu di rumah cuma ingkang kaki aja," akta Rian.
"Jangan sebut sahabat ku ongkang-ongkang kaki di rumah, tanpa kamu dia bisa hidup ku," kata Hesti.
"Kakak ipar, kita kerumah ku ya," Kata Lisa.
"Iya," akta Dahlia.
Dahlia dan Lisa pun berlalu ke rumah sebelah.
"Mas, aku bisa hidup tanpa mas dan uang mas, tapi aku tak akan bisa hidup tanpa anak-anak ," kata Mita.
"Oleh karena itu maka terima lah Dahlia sebagai adik madu mu," kata Rian.
"Tak akan, Bunda adalah bunda ku satunya dan dia wanita terhebat buat ku," kata Aira.
"Aku cukup dewasa tau Yah, karena itu Ayah tak berhak atas semua harta kami, Rumah, perusahan, Butik, sekolah, tanah, apalagi kafc karena itu milik bunda dan mulai sekarang ceraikan bunda," kata Aira tegas.
"Ai," kata Mita.
"Sampai kapan pun aku tak akan bercerai dari bunda mu," kata Rian.
"Terserah, tapi aku tak ingin Ayah ada di sini, jangan pernah menginjak kan kaki mu di perusahaan lagi, karena aku dan Ali yang akan turun tangan," kata Aira.
"Lalu Ayah makan apa dan adik mu yang di kandung mamah mu gimana," kata Rian.
"Aku tak perduli, karena melakukan kedalam maka Ayah keluar tanpa ada yang di bawa," kata Aira.
"Tapi, Ayah yang berkorban mendirikan perusahaan itu," kata Rian.
"Memang, tapi itu hak kami semua," kata Ai.
"Ayah perlu bawa perhiasan Ayah, jam tangan mahal ayah," kata Rian.
"Tak bisa, dan lepas cincin kawin Ayah, karena tak pantas Ayah memakainya karena Ayah seorang penghianat," kata Aira.
Di rumah sebelah, Lisa sibuk mengurus tamunya.
"Mbak ini masakan aku tadi pagi, ada rendang," kata Lisa ramah tamah.
Rendang itu di kasih merica yang banyak, dan minum di kasih garam oleh Lisa.
"Yuk makan dulu," kata Lisa.
__ADS_1
"Iya," kata Dahlia.
"1,2,3 tara," batin Lisa.
"Auwww pedas," kata Dahlia, ketika rendang nya masuk ke mulutnya.
"Aduh maaf mbak, masakan aku kepedasan ya," kata Lisa.
"Iya, aku gak suka pedas ," kata Dahlia.
"Di minum teh nya mbak biar gak pedas," kata Lisa.
"Awe," teriak Dahlia.
"Kenapa mbak?" tanya Lisa lagi.
"Asin," kata Dahlia.
"Astaga lupa yang aku kasih garam tu," kata Lisa.
"Mbak mau kemana?" tanya Lisa lagi melihat Dahlia mau beranjak.
"Mau datang mas Rian mau ngajak pulang," kata Dahlia kesal.
"Kok mbak gitu sic baru Pertama ke rumah ipar," kata Lisa.
"Terus gimana,"kata Dahlia.
"Gini aja sebagai permintaan maaf ku gimana aku buat mbak jus buah,"kata Lisa.
"Iya," kata Dahlia lesu.
Risa pun membuat jus buah rasa mangga.
"Ini mbak ," Kata Lisa.
" Makasih aku datang mas Rian dulu, mau pulang," kata Dahlia.
"Iya silakan mbak,"kata Lisa.
Nikmati sakit perut mu nanti," kata Lisa lagi.
"Mas pulang yuk," kata Dahlia.
"Ya pulang sana sama istri tak tau dirimu," kata Aira.
"Jaga mulut mu Ai dia juga ibu mu," kata Rian.
"Tak Sudi," kata Ai.
"Rian pun mengambil es buah di tangan Dahlia, dari tadi dia tak di kasih minum oleh anak dan Istri nya.
"Ingat baik-baik Mita kau tak akan bisa berpisah dari ku," kata Rian.
"Silakan mas, tapi maaf aku tak bisa bersamamu bila kau masih bersamanya," kata Mita.
" Aku tak bisa berpisah darinya juga Mita," kata Mas Rian.
"Ya sudah kami pulang dulu," kata Rian.
"Sayang kamu beli es buah cuma satu aja, mana mas di sisa sedikit lagi," kata Rian protes.
"Ini Lisa yang buat mas," kata Dahlia.
__ADS_1
"Lisa, tak mungkin kalau bersama Mita dia akan manja, mana mungkin dia mau melayani Dahlai yang super manja.
Nikmati sakit perut nya ya Pelakor, makanya jangan rebut suami orang kalau gak mau ada yang jahatin.