Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Makan siang bersama keluarga Pacar


__ADS_3

1 jam lebih *memasak akhirnya masakan Lisa pun jadi.


"Akhirnya selesai juga ya Tan," kata Aira.


"Iya sayang, kamu mau mencicipi nya?" tanya Lisa.


"Nanti aja Tan," kata Aira.


"Udah masak makan nya Lis," kata Mita.


" Udah Mbak" kata Lisa.


"Kok banyak sekali masakan nya siapa yang memakannya," kata Mita.


"Kita lah dan aku ingin mengantar makan buat Herman juga Mbak," kata Lisa.


"Suruh makan siang bersama aja de, kan enak kita makan siang banyak orang, nanti aku telpon Fahmi biar kesini," kata Rian.


"Iya betul tu, pah," kata Mita.


"Iya bisa juga ka," kata Lisa.


Lisa pun menelpon Herman, Tututuu panggil pertama tak di angkat, Lisa pun mencoba menelpon ya lagi. panggil 3 baru di angkat.


"Halo kenapa yang?" tanya Herman.


"Yang kamu di suruh makan kerumah aja makan siangnya," kata Risa.


"Boleh, 30 menit lagi aku datang," kata Herman.


"Iya sayang," kata Lisa.


"Sayang aku ada yang aku omongi sama Mas Rian ," kata Herman.


"Apa tu sayang?"tanya Lisa penasaran.


"Kejutan," kata Herman.


"dahlan kalau gak mau bilang," kata Lisa.


"Jangan ngambek nanti kamu bakalan tau kok," kata Herman.


"Iya," kata Lisa.


"Udah dulu ya pasien aku banyak ," kata Herman.


"Ya," kata Lisa.


"Ngambek ni orang," batin Herman.


" Gimana Lis, mau dia makan bersama ?' tanya Rian.


"Mau Bang," kata Lisa luyo.


"Kok luyo pacar makan kerumah?" tanya Rian.


"Gak apa Ko mas," kata Lisa.


Rian pun menelpon Fahmi untuk mengajak makan di rumah siang ini.


jam 12 siang pun tiba, Makan pun siap tertata rapi di meja makan.


Ayam goreng bumbu pedas*.



anggap aja ini ayam goreng nya.



udang manis pedas saos tiram.



Capcay hati ayam sosis.



*Tumis kangkung.


Tak lupa sambal terasi*.

__ADS_1



*Semua sudah tertata rapi, tinggal menunggu orang yang makan aja.


20 menit kemudian datang Hesti bersama Fahmi, mereka pun menunggu Herman.


30 menit kemudian Herman datang.


"Maaf menunggu, Pasien aku banyak ," kata Herman.


"Bilang aja mau mudos dengan pasien muda," kata Lisa, atau jangan-jangan sama perawatan," kata Lisa sengit lagi.


"Ada yang cemburu ni," goda Rian.


"Apa juga ni Abang," kata Lisa.


"Udah kita ke meja makan perut aku udah lapar dari tadi kata Mita.


" Mita dan Rian berdekatan, Hesti dan Fahmi berseblahan, Anak-anak dekat dengan Mita dan Rian, Kanya dekat ibunya di samping Kanaya Ada Aira, Ali dekat Ayahnya, jadi Herman di samping Lisa.


"Ali, boleh ganti posisi duduk gak?" tanya Lisa.


"Ali pun melihat Herman, Mamah dan Papahnya.


" Herman menggeleng kepala, di lihat mamah, papanya juga.


"Gak Tan aku udah enak disini," kata Ali.


"Kalau gak kita dua ganti posisi princess," kata Lisa kepada Aira.


"Ada mau di bilang princess, kalau gak ada marah-marah, ogah lah Tante udah enak duduk sini dekat Ade," kata Aira.


"Bang tukar duduk," kata Lisa.


"Emang tempat kamu ada paku, atau pakunya lepas?" tanya Rian.


"Gak lah," kata Lisa.


"Kenapa tukar tempat duduk?" tanya Rian.


" Mau tukaran aja," kata Lisa.


"Udah diam makan jangan perebut tempat duduk ," kata Rian sengit.


"Lisa apa kamu bilang, kalau ada kamu bikin darah tinggi naik aja," kata Rian.


"Siapa suruh pulang ," kata Lisa.


"Kan ini rumah istri aku, kalau kamu gak bisa diam lagi, aku suruh pulang besok, biar supir jemput kamu," kata Rian.


Lisa pun diam , kalau sopir jemput dia maka dia berpisah dengan pujaan hati nya.


" Tidak...," teriak Lisa tiba-tiba.


"Kamu waras Lis," tanya Rian.


Lisa cuma bisa nyengir.


"Tau Tante ni, liat ni udang aku jatuh kan," kata Ali.


"Maaf keponakan Tante yang tampan," kata Lisa.


Selesai makan mereka pun ngobrol di ruang keluarga.


" Mas Rian aku mau bicara," kata Herman.


" silakan Her," kata Rian.


"Memang waktunya tak tepat tapi aku ingin melamar Lisa menjadi istri aku," kata Herman gugup.


"Apa sudah dipikirkan matang-matang ?" tanya Rian dingin.


"Sudah mas," kata Herman gugup.


"Herman kamu harus tau Lisa adik aku satu-satunya, jangan pernah sakiti dia atau membuat dia menagis, karena aku tak pernah menyakiti dia secuail pun apalagi mamah dan papah ," kata Rian.


"Iya , mas," kata Herman.


"Tentang maksud mu cuma Lisa bisa jawab bila dia mau maka aku tak akan bisa melarang nya," kata Rian.


Herman pun menatap Lisa, beranjak dari kursinya dan mengambil tangan Lisa kemudian dia menyuruh Aira mendekat dan Aira pun keluar menuju mobilnya.

__ADS_1


Setelah mengambil apa yang Herman maksud , Aira pun masuk kerumahnya.


"Aira pun membawa bunga dan kotak perhiasan warna merah di tanganya.


"Ini Om," kata Aira.


"Makasih ya sayang," kata Herman.


"Jangan bilang sayang om nanti Tante marah ," kata Aira.


"Semua orang tertawa mendengar perkataan Aira.


Setelah mengambil buket bunket bunga dan kotak cincin dari tangan Aira Herman pun berjongkok di depan Lisa.


"Rallisa purna Pertiwi Wijaya, apakah kau mau menjadi istri aku kalau kau mau maka ambil lah cincin ini, tapi kalau tidak ambil lah buket bunga ini," kata Herman.


Jika kau setuju hari ini juga kita berdua bertungang ," kata Herman lagi.


" Aku binggung Herman bisa jawabnya tahun depan," kata Lisa.


" Gak bisa ini bukan diskon ," kata Herman.


" Lisa pun malu seperti kepiting rebus, gimana kalau nanti malam jawab nya," kata Lisa.


"Gak bisa harus detik ini," kata Herman.


"Pemaksaan bangat," kata Lisa.


"Harus," kata Rian.


" Maaf aku menolak jadi Tunangan mu," kata Lisa.


Wajah Herman pun merah padam karena malu.


"Aku mau jadi istri mu bukan rumahan mu," Kata Lisa.


"Herman yang semula kecewa kini bahagia lagi mendegar perkataan Lisa.


" Apa benar yang aku dengar ini sayang,' kata Herman.


"Iya sayang ," kata Lisa.


Herman pun riplek memeluk Lisa begitu juga Lisa tak sadar banyak orang di ruangan ini.


" Hemmm suara Herman berdehem.


"Riplek mereka berdua pun melepas pelukan mereka berdua.


"Jangan peluk- pelukan dulu de , belum sah," kata Hesti.


" Kalau gitu ayo kita me pendeta sayang buat kita sah," kata Herman.


" Kok secepat itu sic mas," kata Lisa.


"Biar cepat biar enak peluk nya,'" kata Herman.


Mereka pun mengobrol dengan adik, tiba-tiba Hesti bilang.


"Kaya nya aku mau makan mangga milik tetangga sebelah tu," kata Hesti.


Herman cepat beranjak dari duduknya.


"Sayang aku harus cepat kembali ke rumah sakit " Kata Herman.


"Iya sayang ," kata Lisa.


"Semuanya aku ke rumah sakit dulu ya," kata Herman.


"Ya hati-hati ," kata Mereka serempak.


Lisa mengantar Herman ke depan, Rian beranjak dari duduknya mau kekamar.


"Sayang aku tidur dulu ya sayang," kata Mita.


"Yang aku mau ke WC dulu," kata Fahmi.


"Jangan lama-lama ya yang," kata Hesti.


" Iya ," kata Fahmi, padahal dia ingin kabur lewat pintu belakang.


" Risa pun kembali.

__ADS_1


"Ris , kamu mau kan ambil buat mbak mangga muda itu ," kata Hesti


" Maaf mbak aku mau cuci piring dulu, tunggu mas Fahmi aja," kata Risa*.


__ADS_2