
"Aku berpura-pura tak mengenal nya meski aku rindu, aku benci melihat nya bila aku ingat dia orang yang telah membuat bunda menangis, dia orang yang membawa wanita ular itu dan membunuh Oma.
"Aku memang tau akan langkah berdosa, tapi bila hati sudah di sakiti maka hilang semua rasa hormat kita.
bunda pasti marah besar jika dia tau aku gimana dengan ayah.
tapi itu lebih baik dari pada aku menerima dia kembali di kehidupan ku, aku tak mau melihat bunda sedih lagi.
Aku menetes kan airmata setelah pergi dari tempat Ayah tadi, bunda tak pernah mengajar aku sekasar itu kepada orang lain meski kita di bawah kita, tapi rasa sakit itu menjalar lagi.
Sesampai di rumah aku mandi meredam ke sedihan ku, aku tak mau bunda melihat ku sedih apalagi bunda baru keluar dari rumah sakit.
Setelah mandi aku pun turun ke lantai bawah.
"Bun," kata Ku.
"Al, kamu udah pulang nak," kata Bunda.
"Udah Bun, karena aku cuma makan sama klayen dan mengurus tetang perposal ," kata Ali.
"Oh, jangan terlalu cape nak kamu masih muda," kata Bunda.
"Aku cuma tersenyum, aku ingat lagi pertemuan sama Ayah dan meninggalkan di sendiri di pinggir jalan.
"Al, apa ada yang menggangu pikiran mu?" tanya bunda.
"Gak ada Bun, cuma soal pekerjaan aja," kata Ali.
"Al, besok Bunda mau pulang kampung mau jenguk nenek dan kakek mu di sana," kata Mita .
"Al ikut mah, dan mau menjernihkan pikiran," kata Ali.
"Tak gimana dengan Kanaya ," kata Bunda.
" Kan bisa titip sama Tante Lisa," kata Ali.
"Iya nanti bunda tanya Tante mu," kata Mita.
" Iya Bun," kata Ali.
Mita pun beranjak dari sofa dan keluar rumah menuju rumah Lisa yang bersebelahan dengan ya.
Tokk pintu di ketuk."
"Ceklek pintu di buka.
"Eh mbak ada apa ya?" tanya Lisa.
"lIs aku mau mau titip Anya sama kamu boleh gak soalnya aku besok mau pulang kampung jenguk Ibu dan bapak," kata Mita .
"Boleh mbak," kata Lisa.
Di dalam ruang tamu Ali mengigat kembali cerita hidupnya bersama sang Ayah.
"Ayah Al mau yang ini," kata Anak kecil berumur 6 tahun.
"Ai juga mau yang ini ," kata Anak gadis berumur 7 tahun.
Ayah pun menurut membeli ini itu sampai kerepotan membawakan main-main yang di beli sambil gendong Ali.
__ADS_1
" Ayah aku mau es cream," kata Ali kecil.
"Ai juga Ayah," kata Aira.
Ayah kedua anak kecil itu dengan sabar menuntun kedua anak nya dan memesan es cream.
"Ayah Ali mau di belikan sepeda baru," kata Ali yang berumur 9 tahun.
"Boleh tapi Ali dapat rengking baru Ayah beli," Kata Rian.
"Baik Ayah ," kata Ali.
Ali kecil yang Inggin sepeda baru dengan giat belajar, pas pembagian raport dia rengking pertama dan Ayahnya membuktikan perkataan nya.
"Ayah, Ali mau ayah bersama Ali ke sekolah karena ada rapat wali murid," kata Ali.
"Meski sibuk Ayah nya menyempatkan diri ke sekolah buah hatinya.
Pernah suatu malam Ali demam tinggi, demam nya tak mau turun, sang Ayah ketakutan dan terus menangis.
"Ali bangun nak ini Ayah," kata Ayah .
Ali pun harus di rawat di rumah sakit 3 hari tiga malam karena kena malaria .
tak sedikit pun Ayahnya pergi dari sisinya dan meninggalkan dia di rumah sakit.
Pernah suatu hari dia jatuh dari sepeda dan lututnya berdarah, ayah nya merasa cemas dan membawa nya Kelinik .
"Ayah Jika Ali besar nanti mau seperti Ayah yang bisa jadi super Hero bagi Aku," kata Ali tulus.
"Kalian anak-anak Ayah kesayangan Ayah," kata Rian.
"Ayah cuma bisa berkata Ibu mu sudah tenang di alam sana," kata Ayahnya.
Ali kecil cuma bisa menangis di dekapan Ayahnya..
Hingga datang seorang yang sosok yang sangat berarti baginya yang tak pernah membedakan dia dengan anak-anak nya lain, Ali merasa senang kehadiran bundanya, dan dia pun merasa kan kebahagian ada Bunda.
9 tahun bersama bundanya dia merasa bahagia , tapi di hari itu malapataka menempuh
Hidupnya..
"Eh Al, coba kamu liat ini kan Ayah kamu," kata Riko.
"Benar ini bokap luo, Al," Riki.
"Mana lihat ," kata Ku tegas.
Di sana terlihat jelas senyum Ayah dan wanita selingkuhan nya yang masih muda .
"Ali mengepalkan tangan dia sangat marah, setelah dia meminta foto itu dari teman-teman nya dia cabut pergi.
1 jam menempuh Perjalanan akhirnya dia sampai di rumah dan menanyakan kejelasan Foto itu.
"Bunda dan kakak dan Adiknya .
"Bunda ini Ayah kan," kata Ali.
" Bunda melihat nya ada wajah kecewa di wajahnya.
__ADS_1
" Bun, kita harus mendatangi Ayah dan minta kejelasan nya," kata Ali.
mereka pun menuju kediaman selingkuh Ayahnya.
"Ayah keluar kau," kata Ali lantang.
"Keluar wanita paru baya kalian cari siapa?" tanya Wanita itu.
" Cari Ayah kami," kata Mereka serempak, tak ada Ayah kalian di sini," kata Orang itu.
"jangan persulit kami nyonya kalau anda tak mau masuk penjara ," kata Ali.
" Mendengar penjara Bu Dania takut .
" Mereka sedang keluar," kata Bu Dahlia.
" Kami akan menunggu ," kata mereka tegas..
"Ayah mereka datang besama wanita muda seumur dengan Aira .
" Ini siaoa mas?" tanya Mita.
"Dia istri kedua aku ," kata Rian..
jduaar bagai kan kilat di siang bolong.
"Istri sejak kapan mas," tanya Mita .
" 2 bukan yang lalu," kata Rian.
"Kamu tega mas," kata Mita.
" Ayah lebih memilih dia di Badung bunda?" kata Aira .
"Ayah mu bersama ku tersalurkan kan biologinya," kata Dahlia.
"Dasar wanita tak tau diri, jadi pelakor kuk Banga," kata Aira.
"Dasar anak aneh,'" kata Dahlia.
"Kami tidak aneh situ yang aneh," kata Aira .
"Ayah bangga memiliki istri seperti ini menjijikan ," kata Aira .
"pakkk tampar telak di wajah Aira .
"Ayah menampar ku, terimakasih yah. demi Pelakor Ayah menampar ku," kata Aira.
"Ayah akan menyesal ," kata Ali.
"Tampar aku mas jangan tampar anak-anak," kata bunda
"pulang kalian tunggu aku di rumah," kata Rian.
Mereka semua pun pulang, di wajah Mita sangat sedih, mereka tak tega melihat bundanya tersakiti dan bersedih Mereka berniat membalas Ayahnya.
"Tapi apa yang terjadi Ayah nya tetap memilih istri keduanya dan meninggalkan mereka.
Memang eronis membalas kesalahan yang sedikit dan melupakan kebaikan yang banyak , tapi Ali belum bisa berdamai dengan masa lalu.
__ADS_1