
"Bu guru Rina kebingungan.
"Apakah dia Aira Ipar ku, wajahnya tak ada bedanya dengan mas Ali," batin Rina.
@@@@
Jam Sekolah pun selesai, Aira pun bergesa-gesa ingin menjemput kembar .
30 menit Aira pun sampai di sekolah kembar.
"Maaf Bu aku telat," kata Aira.
"Gak apa Bu," kata Rina.
"Hai cantik siapa nama mu," kata Aira .
" Nama ku Fani aunti," kata Fani .
"Nama yang bagus, aunti pulang dulu ya," kata Aira.
" Iya aunti, kembar dadah sampai ketemu lagi ya," kata Fani.
"Iya Fani," kata Asila.
"Mah, Aslan ganteng ya, pantas buat pacar aku," kata Fani.
"Sekolah yang benar dulu baru pacaran," kata Rina.
"Mamah," kata Fani.
Rina pun pulang, tapi dia ingin berkunjung kerumah bunda Mita.
"Dia ingin melihat wajah Aira di Foto keluarga, karena selama ini dia jarang melihat nya.
" Fani beli apa buat Oma yang pantas,'" kata Rina.
"Gimana kalau Cake mah," kata Fani.
"Benar Oma mu kan suka cake rasa stowberry," kata Rina.
"Mereka berdua pun berhenti di kafe yang baru di buka di sana telah tersaji Banyak cake berbagai rasa.
Setelah sudah membeli cake, Rina dan anak nya pun berangkat menuju rumah mertua nya.
25 menit dalam perjalanan akhirnya mereka pun sampai dan melihat lelaki tua sedang memohon dan menangis di depan rumah mertuanya.
"Ada apa ya pak?" tanya Rina.
"Aku mau bertemu Anaya dan Mita, aku mau kembali kepada Mita," kata Ariya.
"Apa mau kembali pada bunda," kata Rina.
" Iya dia istri ku kami belum bercerai, tapi dulu dia menikah dengan lelaki berengsek itu," kata Ariya.
"Maaf pak, kalau bapak tak di terima kan silakan pergi, mungkin bunda tak mau menerima lagi," kata Rina.
"Tau apa kamu anak muda, dia tu masih cinta pada ku," kata Rian.
"Maksud nya," kata Rina.
"Dia mau aja kembali dengan ku asal seratus nya dengan Rian bercerai," kata Ariya.
"Apa kamu ngingau pak atau mimpi indah," kata Rina.
"Paakkk tamparan mendarat di pipi mulus Rina, tua begini di olok-olok," kata Ariya .
"Pakkkk, tamparan telak dari Mita ke Ariya.
"Sayang kenapa kau menampar aku," kata Ariya.
__ADS_1
"Kamu tak ada malu nya jadi orang, tambah tua bukanya insaf malah menjadi," kata Mita.
"Ada apa ini?" tanya Anaya yang baru datang.
"Ini- ni, lelaki tak tau diri berani menampar Rina," kata Mita.
"Eh tua bangka ngapain kamu di depan rumah Bunda ku?" tanya Anaya.
"Aku kan mau bertemu kamu dan cucu ku, dan aku ingin rujuk sama bunda mu kan kami belum cerai," kata Rian.
" Jangan kamu udah sinting tua bangka," kata Anaya.
"Kamu anak durhaka," kata Ariya .
"Kamu Tua bangka tak tau malu," kata Anaya .
"Kamu sebenarnya bersyukur lahir kedunia," kata Ariya.
"Andai aku bisa memilih aku tak akan mau memilik orang tua seperti anda yang penuh hina," kata Anaya.
"Kau anak tak tau di untung, Pakkkk tamparan telak di wajah Anaya, dia sampai terhuyung Ke belakang.
"Terimakasih kau telah memberi tahu betapa kejam nya kau jadi seorang Ayah," kata Anaya.
"Kau juga anak durhaka," kata Ariya.
"Pakkkk tamparan telak lagi di wajah Ariya oleh Mita .
"Kau cepat pergi sebelum aku melaporkan kamu ke penjara," kata Mita.
"Mita aku mohon kita kembali rujuk," kata Ariya.
"Maaf mas, hati ku udah tertutup dari dulu untuk mu, dan maaf aku tak ada cinta untuk mu," kata Mita tegas.
"Aku sangat menyesal melepas kan kamu dan Anak kita dulu," kata Ariya.
"Masa lalu buat pelajaran mas, jadi ubah lah hidup mu menjadi baik lagi ," kata Mita.
"Maaf aku tak bisa mas, cepat pergi dari sini atau aku lapor ke polisi," kata Mita.
Ariya pun pergi membawa sejuta penyesalan.
"Anaya kenapa kau tak mau menerima aku sebagai orang tua mu, apakah terlalu dalam kah luka yang aku beri kan pada mu," batin Ariya.
Aku menyesal Tuhan dulu men campak istri dan anak ku demi wanita yang gila harta ," batin Ariya.
"Ayo Bun, kita masuk ," kata Anaya.
"Ayo, cucu Oma bawa apa?" tanya Mita.
"Aku bawa cake kesukaan Oma," kata Fani.
"Mana ?" tanya Oma.
"Nanti dulu Oma kan belum nyampai rumah," kata Fani.
"Iya sayang," kata Oma .
" Bibi bikin Teh 4 ya," kata Anaya.
"Iya non," kata Bibi Ani.
" Mana Oma rasain, apa ini bikinan cucu Oma?" tanya Mita.
" Gak Oma ini bikinan orang," kata Fani.
"Apa kok bisa kamu ambil," kata Mita pura-pura .
"Kan di beli Oma," kata Fani.
__ADS_1
"Oh di beli tu," kata Oma Mita.
"Iya Oma," kata Fani
" Ini nyonya dan nona minuman nya ," kata Bibi Ani.
"Makasih bi," kata Rina.
"Sama non," kata Bibi Ani.
" Bi, Aunti Aina udah pulang." tanya Fani.
"Belum kan ada les," kata Bibi.
"Oh gitu," kata Fani .
"Iya non," kata Bibi.
"Bun, Rina tanya boleh gak?" tanya Rina.
"Foto ka Aira ada nggak tapi yang dia sendiri," kata Rina.
"Ada, tolong ambilkan di kamar Aira, Ana," kata Mita.
"Baik bunda ," kata Anaya.
"Rin, ada apa kau menaya Foto Aira?" tanya Mita.
"Gak cuma mau liat aja," kata Rina.
"Ini mbak foto nya," kata Anaya.
"Benar ini wanita yang aku lihat ibunya kembar," kata Rina.
"Dimana kamu melihat nya Rina?" tanya Mita .
"Di sekolah Bu, anaknya kembar kali boleh tau di mana foto nikah ka Aira, aku mau lihat foto suaminya?" tanya Rina.
"Ada di lemari itu," kata Mita.
Anaya pun cepat mengambil Foto pernikahan mbak nya.
"Ini mbak," kata Anaya.
"Benar, anak laki-laki nya mirip sekali dengan suaminya," kata Rina.
"Aku ingin bertemu Dengan," kata Bunda .
"Akan aku atur waktu nya," kata Rina.
Di lain tempat di kafe yang baru buka di situ Du anak kembar main di taman dengan adik.
"Hai boy dan Grils," kata seorang lelaki.
"Om siapa ya?" tanya Arselan.
"Boleh kok, karena bukan milik kami," kata Arslan.
"Ini anak diam, ketus dan perkataan nya setajam silet," batin Devano.
"Iya itu adalah Devano dia tau semua dari melacak plat mobil Aira.
Orang tua kalian mana?" tanya Devano.
"Kalau mamah kerja, kalau papah kami tak punya Papah," kata Asila.
"Dek ada yang sakit tapi tak berdarah.
"Apa sesakit ini tak di akui," batin Devano.
__ADS_1
"Maaf kan aku dulu nak yang tak mau menerima kalian , akhirnya aku lah yang menderita meluk kalian aku pun tak bisa ," batin Devano.