Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Aku ingin kau kembali mas.


__ADS_3

***5 bulan telah berlalu sejak pertemuan itu, Mita diam -diam menemui Rian.


"Mas, Aku ingin kau kembali mas, bersama kami seperti dulu," kata Mita.


"Aku pernah melakukan kesalahan De," kata Rian.


" Biar kan kesalahan mu menjadi pelajaran akhirnya," kata Mita.


"Gak de, biarkan Aku merenung semua kesalahanku, karena masalah di masa lalu adalah kesalahan terbesar ku," kata Rian.


"Aku mohon mas, Aina merindukan mu," kata Mita.


"Biar lah dia tak bertemu dengan ku karena aku Bukan Ayah yang baik," kata Rian.


******


Pulang dari tempat Rian, Mita pun pergi menuju Supermarket, dari jauh dia melihat seorang yang pernah dia kenal dan dia sayang Ayah dari anaknya Kanaya.


"Kamu," kata Ariya.


"Iya ini aku mas, ada apa?" tanya Mita.


"Aku sangat menyesal Mita melepas mu, ternyata Vanaya meninggalkan aku di saat aku susah," kata Ariya.


"Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai mas," kata Mita.


"Aku ingin bertemu dengan Kanaya dan ingin kau bersama ku lagi, Ibu sudah meninggal," kata Ariya.


"Maaf mas, aku berbahagia sekarang," kata Mita.


"Mita aku mohon kita bersama lagi seperti dulu," kata Ariya.


"maaf mas, aku bukan barang yang sudah di buang malah di ambil lagi," kata Mita.


"Maaf kan kesalahan ku Mita," kata Ariya.


"Memaafkan mu aku sudah mas, tapi kembali dengan mu maaf, karena kau menyesal setelah semua terlanjur terjadi," kata Mita.


"Maaf kan aku Mita ," kata Ariya.


"Apakah Kau Menyesal Mas?" tanya Mita.


"Iya," kata Ariya.


"Jadi perlakukan wanita dengan baik jangan jadikan dia sebagai pembantu mu," kata Mita.


"Mita aku mau kau kembali pada ku," kata Ariya.


"Maaf mas semua sudah terlambat dan aku sudah tak ada perasaan lagi dengan mu," kata Mita.


Mita pun pergi dan tak menoleh kebelakang, dia inggat betul di mana dulu dia di siksa dan di sakiti oleh Ariya manta suaminya, jauh beda dari Rian, meski dia pernah mendua tapi dia tak pernah menyakiti fisik Mita.


Aku tak memunguti apa yang sudah aku buang, karena sampah tempatnya di tempat pembuangan bukan di simpan.

__ADS_1


Setelah selesai semua membeli barang yang di inginkan Mita pun pulang.


20 menit menempuh perjalanan akhirnya dia pun sampai di rumah.


"Aira, kamu kenapa menangis nak apa pernikahan mu baik-baik aja nak?" tanya Mita dengan Aira yang menangis di ruang tamu.


"Aira baik-baik saja Bun, tapi Aira cuma bingung kenapa Aira tiba-tiba Rindu Ayah," kata Aira.


"Oh bunda kira kamu bertengkar dengan Devano.


"Gak Bu ," kata Aira.


"Ya udah bunda ke dapur dulu," kata Bunda.


"Iya Bun, Ai juga mau melamar," kata Aira.


Di dalam kamar Aira merenungi perjalan hidupnya dalam menjalankan pernikahan nya, di depan bunda nya dan mamah Salma dia baik-baik saja dia tak mau mereka tau kalau Devano sangat membencinya.


masih terngiang perkata Devano di pagi hari ini.


"Jangan kau mengaharap lebih dari ku, menikah ku saja kamu sudah berutung, jangan kamu harapkan bisa menyetuh aku, atau apa yang aku miliki, karena itu tak akan mengubah semuanya," kata Devano.


"Aku cuma ingin menjalan kewajiban ku sebagai istri saja," kata Aira.


" Pergi dari kamar ku, karena aku tak pernah mengizinkan dirimu di kamar ini, karena ini kamar ku, dan ingin perkata ku, aku menikahi mu karena mamah yang membesarkan aku, kalau cinta jangan harap secuil pun tak ada untuk mu," kata nya tegas.


" Baik jika itu mau mu, maka cerai kan aku," kata Aira.


"Aku tak bisa menceraikan mu, meski aku mau," kata Devano.


Ingat kan baik-baik hai wanita tak berguna, Aku menikahi mu, karena balas dendam karena Ibu ku meninggalkan aku dan Ayah di saat susah, makanya aku benci kaum wanita, di tambah lagi kekasih ku dulu menikah dengan sahabat ku, buat apa aku baik pada mu kalau akhirnya kau juga seperti mereka, licik dan berbisa," kata Devano pajang lebar.


"Terimakasih sudah membuka mata ku," kata Aira.


"Ingat baik-baik mulai saat ini jangan pernah kau mengadu pada mamah ku," kata Devano.


"Baik, aku juga punya syarat apa pun yang aku lakukan di luar sana atau dengan siapa aku berjalan atau apa jangan pernah kau melarang ku, karena aku juga tak berhak mengatur hidup mu," kata Aira.


Airmata Aira menganak sungai, Tuhan kenapa hidup ku seperti ini, apa salah Dan dosaku,"kata Aira.


"Aira, kata Bunda dan mengetuk pintu.


"Iya Bun," kata Aira mengubah suaranya yang terdengar serak.


"Kamu baik-baik aja nak, ayo keruang makan, Adik-adik mu sudah menunggu," kata Mita.


"Iya Bun," kata Aira.


Aira pun berangkat ke kamar mandi dan Mencuci wajahnya .


"Mbak, apa kabarmu?" tanya Anaya.


"Mbak baik-baik aja, gimana sekolah mu?" tanya Aira .

__ADS_1


" Baik kok mbak," kata Anaya.


"Ade cantik sekolah nya gimana?" tanya Aira kepada bungsu.


"Baik Mbak," kata Bungsu.


Setidaknya di rumah ini aku bahagia," batin Aira.


"Ai, kamu kenapa bengong?" tanya Bunda.


"Gak apa-apa Bun," kata Aira.


"Tapi kamu ngelamun nak," kata Bunda.


"Bun, boleh gak aku nginap sini seminggu," kata Aira.


"Kok nginap, suami mu mana," kata Bunda.


"Gak ada Bun dia keluar kota selama seminggu," kata Aira berbohong.


" Ya udah boleh ini juga rumah mu," kata Bunda .


Aira pun tersenyum, setidaknya selama 1 Minggu ini dia bebas tak melihat Vano dan ingin melupakan sakit hati.


"Aku yakin ada tak beres, apalagi aku lihat ada kebohongan di mata Anak ku," batin bunda.


"Ai, jika kau menikah dengan Vano tertekan, lepaskan maafkan bunda yang menyuruh mu menikah dengannya," kata Bunda.


"Gak kok Bun, aku cuma kangen Ayah," kata Aira.


Memang jauh di dasar hati Aira memang merindukan sosok seorang Ayah yang selalu memeluk nya dalam keadaan menangis.


"Mbak, Nanti sore ada ulang tahun teman ku, Mbak boleh ikut, kan aku gak ada pacar, jadi terpaksa aja bawa mbak," kata Anaya.


"Boleh de, sekali - kali buat hilang penat," kata Aira .


"Boleh kan Bun, Mbak ikut?" tanya Anaya.


"Boleh tapi ingat sudah bersuami, jauhkan jarak," kata Mita.


"Aina ikut ya mbak, kakak," kata Aina.


"Gak boleh kamu kan masih kecil," kata Anaya dan Aira bersamaan.


" Tapi kan ke acara ulang tahun kan seru," kata Aina.


"Ini acara orang dewasa nak ," kata bunda.


"Pokoknya ikut," kata Aina.


"Gini aja gimana kalau kita dua pergi ke pasar malam aja," kata Bunda.


"Boleh tu Bun," kata Aina.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komentar ya, maaf kalau cerita Author gak terlalu bagus namanya pemula***.


__ADS_2