
"Terserah, jangan panggil aku pak atau tuan saja," kata Rian.
"Iya, Mas," kata Mita.
"Hayo, ngapain berdua di sini,"Kata Hesti dan Maya.
"Menghitung bintang," leluconnya Rian.
"Apa sudah dapat bintangnya atau dapat hatinya," kata Hesti.
"Sudah dong, belum di halal saja," kata Rian.
"Apa, benaran, Mit," kata Hesti.
"Iya, aku mencoba membuka hati ku," kata Mita.
"Nah benar tu dari pada terus megenang, Mas Ariya," kata Maya.
"Siapa juga yang megenang dia," kata Mita.
"Tapi aku mohon Jagan sampai kau sakiti, ka aku lagi, cukup dia menderita," kata Maya.
"Aku udah tau semua dari Hesti," kata Rian.
"Dan aku mencoba menjadi yang sempurna meski aku bukan yang terbaik," kata Rian.
"Manusia tak ada yang sempurna, Pak, tapi bila saling melengkapi maka akan sempurna," kata Hesti.
"Malam ini penuh degan canda dan tawa jam 23 lewat 30 acara selesai semua tamu pada pulang, di dalam kafe yang tersisa Hana, Fahmi, Rian, Maya, Johan, Mita dan Rian. Kalau Ibu dan Bapak, berserta anak Mita sudah pulang tadi di antar supir Rian.
"Kalau kalian merasa lebih baik megenal dulu, kami akan mendukung," kata Fahmi.
"Lebih baik saling megenal dulu, karena aku dan Mas Rian sama setatus Janda dan Duda, takut nanti gak bisa adil degan anak," kata Mita.
"Iya, kami inggin megenal anak-anak dulu, kalau anak-anak nyaman bersama Ibunya sambungnya, maka aku akan memilih dia," kata Rian.
Malam semakin larut semua orang tidur di kafe dan toko.
Maya, Hesti dan Mita tidur di toko, Johan, Fahmi dan Rian tidur di kafe.
"Apa keputusan mu sudah bulat, Mit," kata Hesti.
"Iya," kata Mita.
"Bila itu yang terbaik maka kami akan mendukung ," kata Hesti.
"Ini baru percobaan aku tak mau seperti dulu yang baru kenal di ajak nikah, karena aku belum tau bobot, bebet dan tingkah laku orang," kata Mita.
"Benar tu, lebih baik lambat tapi hasilnya baik dari pada pepatah orang dulu ( dudus dahian dudus karap) ," kata Hesti. Dudus Duhian dudus karap itu bahasa dayak artinya ( jatuh buah durian langsung di terkam, kena lah durinya).
"Iya, itu lah yang aku tak Hes," kata Mita.
"Semoga pilihan mu tepat Mit, dan membuat mu bahagia," kata Hesti.
"Amin," kata Mita.
"Di lain tempat.
"Pilihan mu sudah tepat bos, Mit itu gadisnya baik, sopan, cantik dan penyayang, sekali lihat anak bos akan suka padanya," kata Fahmi.
__ADS_1
"Aku pun yakin dia pilihan ku, karena aku tau dari wajahnya wanita yang mendekati aku selama ini cuma mau harta ku saja," kata Rian.
"Iya, benar tu Pak," kata Fahmi.
"Fahmi, suruh orang selidiki Ana, jangan sampai dia meyakiti wanita yang aku sayang ," kata Rian.
"Oke bos," kata Fahmi.
"Kamu Johan, pantau terus Mita jangan ada yang dekat," kata Rian.
"Masa pembeli di larang dekat Pa Bos," kata Johan.
"Benar tu Bos," kata Fahmi tertawa.
"Bukan begitu, yang mau menggodanya maksud ku," kata Rian.
"Oh begitu," kata Johan.
Tak terasa obrolan mereka hingga jam 3 Dhini hari, mereka pun tidur dan terlelap.
Malam pun berganti pagi, jam pun menunjuk angka jam 7 pagi.
"Mita pun menggeliat melihat silau nya matahari.
"Woii, bagun udah pagi," kata Mita kepada Hesti dan Maya.
"Apaan sic, baru juga tidur," kata Hesti.
"Bangun dodol, laki luo teriak dari tadi," kata Mita.
"Benarran ," kata Hesti.
Hesti pun berlari ke kamar mandi, buat cuci muka.
Mita pun sudah turun ke bawah menuju kafe.
Setelah sampai dia pun membuka kafe dan menata barang, utung semalam aku bawa baju ganti batin Mita.
"Katanya Mas Fahmi cari aku, tapi kok gak ada," kata Hesti.
"Aku bilang di dalam Mimpi ," kata Mita.
"Kurang ajar, kamu bohongin aku ya," kata Hesti.
"Udah jagan marah terus bikin kopi buat kita, aku mau bikin cake dan buat jualan nanti," kata Mita.
" Kamu udah mandi," kata Hesti.
"Sudah, pantas baju mu udah ganti dan dandan," kata Hesti.
"Udah sana bikin kopi dan antar ke atas dan cepat mandi pekerjaan banyak ni belum di bikin," kata Mita.
"Baru jam 7 lewat," kata Hesti.
"Biar cepat," kata Mita.
"Oke deh," kata Hesti.
"pegawai sudah di beritahu hari ini bekerja?" tanya Mita.
__ADS_1
"Sudah," kata Hesti.
"Berarti jam 8 mereka sudah di sini," kata Mita.
"Iya, jam 9 malam mereka baru pulang," kata Hesti.
"Iya oke," kata Mita.
"Mit, aku mandi dulu ya kopi sudah diantar keatas dan ini punya kamu, kalau punya Maya nanti aku bawa," kata Hesti.
"Oke, cake nanti aku antar," kata Mita.
"aku cuma bisa diam mennekunin pekerjaan ku, tak terasa para pegawai ku datang.
"Selamat pagi Bu boss," kata mereka.
"Ya, selamat pagi," jawab ku.
" Pagi-pagi udah rajin Bu," tanya Siska.
"Ini buat kita serapan, kalian udah serapan belum?" tanya Mita.
"Belum Bu," kata Mereka serempak.
"Ya udah,bikin kopi sana sendiri,"kata Mita.
"Oke, Bu ," kata Mereka.
"Setengah jam lagi kita buka," kata Mita. " aku ke atas dulu antar cake ini.
"Oke," kata Dewa.
Mita pun keatas. mengantar cake itu. Setelah sampai dia pun di tanya oleh Fahmi.
"Mit Istri ku mana?" tanya Fahmi.
"Diambil Abang tukang bubur," kata Mita ngasal.
"Lou kok bisa ," kata Fahmi.
"Bisa lah, Abang tukang bubur nya ganteng dan tajir dari kamu," kata Mita.
"Apa kamu bilang," kata Fahmi.
"Kalau punya aku mana," kata Johan.
" Udah di bawa Dewa mimpi kerahwana," kata Mita ngasal.
"Semakin kesini makin geser otak kamu Mit, apa kamu tadi jatuh, atau menabrak pintu, sehingga kepala mu tercendot," kata Fahmi.
"Kepala kamu tu yang geser," kata Mita.
"Mana ada," kata Fahmi.
"Lebih baik kamu mandi deh Mi dari pada kamu ribut," Kata Rian.
"Benar tu, agar adam kepala mu yang geser," kata Mita.
Gimana kelanjutan kisah ini, apakah Rian dan Mita akan berjodoh, apa ada pelakor di antara mereka berduaan.
__ADS_1