
"Kalian semua pulang, *tunggu aku di rumah," kata Mas Rian.
"Aku tunggu kamu di rumah mas," kata Mita.
"Mas, jangan pulang dulu aku butuh kamu sekarang, anak kita mau papahnya di samping mamahnya terus," kata wanita itu.
"Tuhan sejauh itukah hubungan mas Rian dengan gadis itu," batin ku.
"Bun, ayu pulang aku pastikan Ayah menyesal," kata Aira*.
"*Iya nak," kata Mita.
"Jangan pernah kembali kerumah kami lelaki berengsek," kata Ali.
"Air mata Mita tumpah begitu hebat, mengajak sungai.
"Kita akan balas pelakor itu mah," kata Aira.
"Aku tak mengira Aira yang umurnya baru 18 tahun harus bisa mengantikan peran ku.
"Ka, kita harus mengaman kan surat-surat penting kerumah Tante Risa dan om Herman," kata Ali.
"Iya Al," kata Aira.
"Mamah, kenapa ini terjadi lagi kepada kita, dimana ke bahagian itu hadir sesaat ," kata Anaya putri cerdas Ku.
35 menit menempuh perjalanan akhirnya kami sampai juga.
"Bunda istirahat saja, jangan terlalu di pikiran serahkan semua pada kami," kata Aira.
"Iya," jawab ku singkat.
Aku tak perduli lagi, rumah ini atas nama ku, KFC , butik dan sekolah atas nama Aina dan Anaya, perusahan Ali dan Aira.
Apakah aku mempertahakan atau melepaskan orang yang sudah berhianat.
Di ruang tamu Aira, Anaya dan Ali berkumpul.
"Aku dapat surat tanah, Butik dan sekolah," kata Ali.
"Aku mendapat surat rumah, KFC dan Perusahan," kata Anaya.
"Aku mendapat kartu orang yang menjual rumah ke Ayah, ternyata rumah itu tidak cash di beli tapi kredit," kata Aira.
"Gini aja, gimana kalau kita minta bantuan om Johan cari pengecara buat kita dapati rumah pelakor itu," kata Ali.
"Cerdas kau bang, kita harus bermain cantik dan tak ada kekerasan, biar aja dia menikmat semua fasalitas itu dulu, mobil juga kredit ," kata Aira.
"Itu dengan mudah kita dapat, kita datangin aja Dialer mobilnya ," kata Ali.
"Cerdas kau," kata Aira dan Anaya barengan.
" Mbak kamu antar semua berkas ini ke rumah Tante Risa, aku mau cari perhiasan sama barang berharga punya bunda dan menyimpan segala surat-surat mobil ," kata Ali.
"Oke bang, dan kamu de jaga bunda hibur dia terus ," kata Ali.
" Iya bang," kata Anaya.
Di dalam kamar, Mita menangis histeris meski dia mengatakan tidak menangis, tapi air mata tanpa permisi mengeluarkan nya.
Kenapa harus begini apa kutangnya aku mas, apa karena aku tak muda lagi kamu telah berbagi cinta lagi," teriak Mita.
"Bunda, bunda kenapa ," teriak Ali dan Anaya.
"Tak ada sahutan, Anaya dan Al masuk kedalam melihat bunda mereka tergeletak pingsan di lantai.
__ADS_1
"Panggil Tante Risa dan Tante Hes," kata Ali.
"Iya bang," kata Anaya.
"Bunda bangun, Ali tak mau kehilangan Bunda, Ali sayang bunda," kata Ali.
Ali terus menangis, tak lama Tante Risa dan Hesti datang.
"Astaga Mbak, kenapa jadi begini?" tanya Rallisa.
"Mamah kamu kenapa Ai?" tanya Tante Hesti.
"Ai gak tau tadi Ai kerumah Tante Lisa ," kata Ai.
"Pasti mamah kamu stres," kata Hesti.
"Ini ada Apa mbak?" tanya Lisa.
"Hesti malas membicarakan masalah keluarga sahabatnya, biar kan Lisa tau akhirnya.
"Ayah selingkuh Tan," kata Ai.
"Apa Ayah kalian selingkuh," kata Lisa.
"Iya gan, kami mau om Herman mengantarkan kami ke pengecara," kata Ali.
"Iya nanti om mu nelpon teman lamanya," kata Risa .
"Iya Tan ," kata Ali.
"Bang Rian kamu akan tau sansi nya dari mamah," batin Risa.
"Bunda kalian cuma kecapean kok," kata Lisa melihat semua ke ponakannya menangis.
"Ai, gimana kalian akan bertindak kalau Tante mau labrak aja itu pelakor," kata Lisa mengebu.
"Lalu ?" tanya Hesti.
" kita akan melunasi rumah itu dan mobilnya, jadi Surat rumah dan mobil bisa kita balik nama jadi nama Bunda," kata Ali.
"Pintar kau Ali, Tante aja gak kepikiran," kata Hesti.
"Iya udah biarkan dulu pelakor menikmati semua dulu tapi setelah itu kita usir ," kata Lisa.
"Betul tu Tan," kata Aira.
"Tante akan pura-pura tak tau bahwa Ayah mu selingkuh," kata Tante Risa.
"Iya Tan," kata Aira.
Siang pun berganti malam, Herman pun sudah menelpon teman lamanya dan berjanji ketemu jam 2 siang besok di KFC tempat yang di janjikan.
Di suatu tempat, di kamar yang besar dan nyaman.
"Mas, kapan aku di pertemuan kan dengan mertua dan adik ipar," kata Dahlia.
"Sabar dulu, sayang karena aku tak mau adik bungsu dan Mamah mengamuk karena Mita adalah menantu kesayangan mamah," kata Rian.
"Betapa hebatnya wanita itu?" tanya batin Dahlia.
"Iya mas," kata Dahlia.
"Kamu harus bisa merebut hati dan perhatian mamah dan Lisa," kata Rian.
"Iya mas, besok aku akan kerumah Mita dulu," kata Rian.
__ADS_1
"Aku ikut mas," kata Dahlia.
"Tapi sayang," kata Rian.
"Gak ada tapi-tapian," kata Dahlia.
"Iya deh sayang," kata Rian.
" terimakasih mas," kata Dahia.
"Udah malam tidur, gak baik Ibu hamil telat tidur," kata Rian.
"Iya mas," kata Dahlia.
Rian pun menerawang jauh, kenapa dia begitu tega mengkhianati Istrinya yang tulus mencintai nya, lemah lembut dan pengertian dan tak pernah marah atau membentak, dia mendiri dan tak merepotkan, tapi itu membuat Rian seolah tak berarti.
"Di saat dia bertemu Dahlia di sini dia merasa di butuh kan karena Dahlia manja.
"Maaf kan Aku, Mita, Ai, Ali, Anaya dan Aina.
Aku tau kalian membenci Ayah, ini semua sudah terjadi.
*****"
Malam terlalu cepat berganti pagi, hari ini Ai yang memasak serapan pagi.
" Ali menyapu dan mengepel rumah, Anaya Cuci piring dan Mencuci pakai.
"Mbak kita harus cari pembantu, kalau kita sekolah kasian bunda," kata Ali
"Iya bang," kata Ai.
Setelah selesai serapan, Ai mengajak bundanya jalan-jalan.
"Bun, jalan-jalan yu, tapi kita berdua aja, karena aku ingin curhat ke bunda," kata Ai.
"Boleh, kata Mita tak inggin mengecewakan putri pertama nya.
"Ali dan Herman ada janji dengan pengacara ,Anaya dan Aina pergi ke tempat bermain.
Aira membawakan bunda nya kesalon.
Sesampai mereka di salon.
"Kok kesini, Mbak?" tanya Mita.
"Bunda butuh ini, dan buat Ayah menyesal," kata Aira.
Aira pun memesan Sefa komplit ( maaf ya penulis gak tau bagian salon karena jarang masuknya).
2 jam perawatan, akhirnya mereka pun pulang, sekarang wajah Mita terlihat cerah.
30 menit menempuh kan perjalan akhirnya sampai juga .
Di depan rumah ada Rian dan Dahlia.
"Kamu mas, masuk," kata Mita ramah, meski di uluh hati sakit, dia tak mau menujuk kerapuhan nya.
"Mereka pun masuk rumah, besarnya rumah istri mu mas," kata Dahlia.
"Dasar norak," kata Aira.
"Siapa juga yang norak," kata Dahlia.
"Ai, udah," kata Mita.
__ADS_1
Mereka pun duduk di Sofa, Ai dekat mamahnya, di depan mereka Rian dan Dahlia*.