Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Ke pesta ulang tahun.


__ADS_3

Malam ini Aira memakai Dress berwarna Ungu rancang adiknya yang terlihat imut di tubuhnya, kecantikanya terlihat dari warna bajunya. dan Anaya sendiri berwarna biru laut tak kalah cantik dengan kakaknya.



Aira tampil dengan sempurna siapa pun melihat akan tergoda, karena cantik, sukses, tapi dia pendiam itulah ciri has nya.



***Anaya Dia gadis yang pernah, suka bergaul dan kebalikan dari kakaknya, juga cantik tak kalah dari kakak nya.


"mbak sudah belum," teriak Anaya.


" Udah de, kakak mau turun ni," kata Aira.


Aira pun turun kebawah.


"wau mbak cantik bangat," kata Anaya.


"Emang selama ini mbak gak cantik de," kata Aira.


"Cantik, tapi ini lebih cantik lagi," kata Anaya.


"Terimakasih de," kata Aira.


Mereka berdua pun berangkat menggunakan mobil Aira.


20 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka berdua pun sampai dekorasi yang indah menyegarkan mata, tapi tidak dengan hati yang terluka.


Selembut apa pun kau perlakukan hati jika sudah terluka tak akan mudah sembuh, sekuat apa pun kau menahan sakit maka akan rapuh juga, apalagi bila terus di buat berdarah, sakit hati yang luka nya paling dalam tak dapat di lihat tapi dapat di rasakan.


"Mbak ayo masuk ," kata Anaya.


"Iya de," kata Aira dan menghembuskan nafasnya.


Mereka berdua pun masuk kedalam dan melihat dekorasi yang indah sekali.


"Mbak yang ulang tahun ini anak dari denator tempat ku sekolah," kata Anaya.


"Iya de," kata Aira.


Pembawa acara pun mengumum rangkaian acara dan waktu nya peniupan lilin, suara lagu pun mengalun tiup lilin, Lauren pun tampil ke muka dan meniup lilinnya setelah sudah berdoa.


Kue pertama buat ibunya, kue kedua buat ayah nya.


Ini lah Pucak yang di nanti-nanti di mana Lauren akan memberikan ," kata Pembawa acara.


Semua mata pun tertuju kemana langkah Lauren berjalan, tepat di mana seorang lelaki yang duduk bersama temannya yang berjas warna ungu juga.


Lauren pun memberikan kue itu kepadanya dan lelaki itu mengambilnya dan meletakkan di atas meja, dan Lauren menyuapinya.


"Ternyata kue itu mendarat di sana ," kata Pembawa acara.


"Air mata Aira memanas.


" Kau bilang pada ku, kau tak akan mencintai wanita tapi kau malah mendua ," batin Aira.


"Dasar lelaki tak tau diri," gerutuk Anaya.


"De, kita pulang yo," kata Aira.


"Nanti aja mbak, buktikan kau bisa hidup tanpa dia, uang mu cukup menghidupkan mbak ," kata Anaya.


"An, mbak mohon jangan beri tahu bunda, cukup kamu yang tau," kata Aira.

__ADS_1


"Iya mbak," kata Anaya.


Tanpa mereka ketahui, seorang lelaki mengepalkan tangannya, dia sangat benci lelaki penghianat seperti kakak iparnya.


Pesta puncak pun berlangsung, semua orang pun turun berdansa, Aira dan Anaya duduk di mejanya .


Dua lelaki datang menemui mereka berdua dan duduk di meja mereka berdua.


"Boleh kami duduk di sini?" tanya Lelaki yang satunya.


"Silakan ," kata Anaya


" Kenalkan nama ku Elvan Gustian Pratama ," kata Elvan.


" Gak ada yang nanya," kata Aira.


"Nama ku Lalendra pran disko," kata Endra.


"Siapa yang nanya," kata Aira.


"Maaf mbak ku ini orang nya cuek," kata Anaya.


"Nama ku Kanaya,kalian bisa panggil Anaya atau Aya," kata Anaya.


"Iya terimakasih, kalau yang satunya," kata Endra.


"Nama Mbak ku Aira Wulandari Rian wijaya, kalian bisa panggil Ai, atau Aira," kata Anaya.


"Nama yang bagus tapi tak Asing," kata Elvan.


"Kalian berdua kerja apa?" tanya Endra.


"Kakak ku seorang guru dan Aku masih sekolah," kata Anaya.


"Oh," kalian berdua tinggal di mana ?" tanya Elvan .


"Jalan Tikung 13 gang batutu," kata Anaya.


"Bukan kah di sana perumah elit semua," kata Elvan.


"Iya tapi Ibu kami seorang pembantu, untung dia berbaik hati mau memberi kami tumpangan di belakang rumah nya," kata Anaya.


Oh Ibu kalian pembantu, rendah juga ya derajat kalian, tapi bisa pakaian mahal," kata Seorang gadis.


"Ini di pinjam anak majikan," kata Anaya.


"Jadi anak pembantu aja belagu," kata Gadis itu lagi.


"Emang kenapa kalau kami anak pembantu masalah buat luo," kata Aira.


"Masalah lah sebenarnya kalian tak boleh masuk ke pesta orang kaya," kata Gadis itu.


" Emang pesta orang kaya aja yang boleh datang," kata Aira lagi.


"Iya, gembel kalian gak boleh," kata Gadis itu.


"Udah lah Natasa, kamu kenapa cari ribut, semua kan berhak datang ke pesta," kata Elvan.


"Kamu gak nyangka aku, putus dari aku malah selera kamu rendah ," kata Natasa.


" Biar mereka di bawah kita, tapi mereka tau sopan santun, setia dan tak pernah mendua," kata Endra .


"Kamu jangan ikutan, anak pungutan," kata Natasa.

__ADS_1


"Diam sekali lagi kau bilang, ka Endra anak pungut, mulut mu akan ku robek," kata Evan.


"Ada apa ini?" tanya Lauren .


"Ternyata gadis ini anak pembantu ren," kata Natasa.


"Jadi selama ini kamu anak pembantu, jangan-jangan hadiah yang kau berikan barang murah ," kata Lauren.


" Liat aja sendiri," kata Anaya.


"Mana bisa dia kasih barang mahal ," kata Natasa .


"Dasar anak pembantu, gayanya selangit," kata Lauren.


Devano cuma diam mendengarkan orang lain menghina istrinya dan iparnya.


"Meski dia anak pembantu tapi dia bisa menghargai pemberian orang lain," kata Evan.


"Kamu benar-benar berubah Van, setelah ketemu mereka," kata Natasa.


"Karena aku suka gadis yang apa adanya dan tak pernah ada kata menghina orang lain," kata Evan.


Kuping Devano panas, tangan mengepal, dia marah mendengar kan Evan suka kepada istri nya.


"Kita buka aja Ren, hadiah dari gembel," kata Natasa.


"Iya Sa," kata Lauren.


Lauren pun maju ke panggung dan membawa hadiah dari Anaya.


"Hai semua perhatikan hadiah dari teman kita Anaya, apakah barang mahal atau barang murahan, selama ini dia membohongi kita ternyata dia anak pembantu," kata Lauren.


Semua mata tertuju ke Anaya dan mereka pun penesara dengan hadiah yang di beri Anaya.


Lauren pun membuka kado kecil itu, sebuah jam tangan yang bermerek dan berharga ratusan juta, semua mata pun tecengang melihat hadiah itu, gimana anak pembantu, bisa beli jam mahal dan itu tak ada di Indonesia.


"Jangan menilai orang dari penampilan nya tapi lihat lah juga dalamnya," kata Anaya.


"Kalian sebenarnya Siapa kenapa nama kalian tak asing," kata Evan.


"Eh anak pembokat, apa kau mencuri hingga bisa beli jam semahal ini," kata Lauren.


"Mereka bukan pencuri, tapi uang itu dari usaha mereka sendiri, karena kami di ajar oleh bunda mendiri sejak kecil, bukan dengan cara mengandalkan uang orang tua," kata Ali.


"Bunda, jadi kalian Saudaranya Alisandren Rian Wijaya Kusuma," kata Evan.


"Iya," kata Anaya.


"Jaga omongan mu anak muda," kata Ayah Lauren.


"Pak Bertinius sanoko, apa perusahaan mu mau gulung tikar," kata Ali.


"Siapa kau anak muda," kata Bertinius.


"Alisandren Rian Wijaya kasuma, pemilik perusahan Pama Grup batu bara," kata Ali.


"Jadi kalian anak dari Rian Wijaya kasuma," kata Bertinius.


"Ya, Ini Mbak ku Aira Wulandari Rian Wijaya Kusuma, pemilik Hotel ini dan restoran bernama Ai grup, Ini adik ku no 3 Kanaya putri Rian wijaya Kusuma, pemilik butik 3 A, dan Dasainer termuda ," kata Ali.


"Kalian sudah menghina dan mempermalukan keluarga kami, apa kalian kira Harta selamanya milik kalian, apa nantinya kalau kalian susah gak ada yang menghargai kalian, ingat roda berputar," kata Ali.


Jangan lupa komentarnya dan Like ya***.

__ADS_1


__ADS_2