
Dari itu aku tak pernah meragukan lagi kasih bunda kepada ku.
"Mbak, kok malah bengong?" tanya Anaya.
"Maaf de, Mbak tadi agak melamun ," kata ku.
"Mbak melamun apa ya ?" tanya Anaya lagi.
"Gak apa-apa kok de," kata Ku cepat.
"Bunda," teriak Ali.
"Bunda gak ada Bang," kata Anaya.
"Bunda kemana, de?" tanya Ali.
"Kerumah Tante, emang kenapa bang?" tanya Anaya balik.
"Tu Ade bikin kamar ku berantakan," kata Ali.
"Di bersih lah bang, kan bisa," kata Aira.
"Malas Ade berantakan lagi," kata Ali.
"Ade-ade," teriak Aira.
"Apa cis bak, teliak taya di utan," kata Aina.
"De, kenapa kamu berantakin kamar Abang?" tanya Aira.
"Da ada, Abang bokong," kata Aina.
"Aina mau Tuhan marah, kalau bohong," kata Aira.
"Dak, aku," kata Aina.
"Maka ngaku lah," kata Aira.
"Abis,abang dak au antan ade, ke lepan buat eli emen," kata Aina.
"Aina tau gak, Abang bukan gak mau nganterin tapi nanti Abang di marah bunda, Aina mau gak lihat Abang di pukul bunda," kata Anaya Lembut.
"Dak au, cian Abang," kata Aina .
" Itu tau, makanya Abang gak mau nganterin takut bunda marah," kata Anaya lagi.
__ADS_1
"Ya sudah Ade minta maaf dulu sama Abang," kata Aira.
"Aaaf ia bang," kata Aina.
"Iya Abang maafin," kata Ali.
"Ali pun pergi ke kamar buat bersih kamarnya.
"Mbak udah jadi," kata Anaya .
"Iya de, kita bersih dapur dulu," kata Aira.
"Astaga Ade kenapa tepung di tumpah kelantai semua?" tanya Aira.
"Bian, putih kan agus ananya ," kata Aina.
"Ade itu Tepung bukan cat," kata Aira.
"Mbak, icik celewet kaya Unda," kata Aina.
"Tepung berceceran di lantai, air tumpah, selai kue tumpah itu tak luput dari si kecil Aina buat masalah.
"Becihin," kata Aina lari.
"Ade, bikin orang repot aja," kata Anaya.
"Kau aku mbak bisa mati berdiri," kata Anaya.
"Jangan mengeluh bersih kan dengan baik-baik, selamat bekerja," kata Ali.
"Ali," kata Aira dan Anaya barengan.
Ali kabur lari entah kemana.
" Mimpi apa aku dulu punya Ade yang super nyebelin dan terus bikin repot," kata Anaya.
"Kalau bukan Ade kandung, udah aku buang tu anak ke Empang ," kata Aira.
"Tapi sayang mbak kan cantik," kata Anaya.
"Iya juga, gimana kalau di buang di panti," kata Aira.
"Nanti kita di hukum mbak," kata Anaya.
"Benar juga, ya sudah kita terima aja nasib kita," kata Aira.
__ADS_1
"Iya mbak," kata Anaya.
"Nasib ya Nasib kenapa jadi begini punya Ade yang bisa nyusahin ," kata Aira menyanyi.
Semua sudah beres, Ai dan An duduk di sofa menonton tv menayangkan Drakor kesukaan mereka.
Tiba-tiba asik nonton Tv di mati in, oleh si pengacau yang imut dan cantik.
"Aina," kata Aira geram.
"telus enggok tv, tapan maem, atau udah lapan," kata Aina.
"Cari sendiri, kata mereka marah.
"tot malah," kata Aina.
"Siapa gak marah orang asik nonton tv di matiin, kalau mau makan bilang jangan asal di matiin," kata Aira marah.
"Ina Dali tadi teliak mau maem, tapian aja dak dengan ," kata Aina sengit juga.
"Kamu, bikin mbak mati muda tau," kata Aira.
"Dangan mbak, ati gak dadi dulu," kata Aina.
"Biarin mbak mati, karena punya Ade nakal ," kata Aira.
"aaaf Mbak, ia," kata Aina memelas.
"kaga," kata Aira pura-pura marah.
"Tak,aaaf ya," kata Aina.
"Gak akan," kata Anaya.
"Aina un menangis, maaf kan Ade," kata Aina.
Aira dan Anaya tak tega melihat Aina menangis.
"Iya sudah mbak maafin," kata Aira.
"Kakak juga maafin kok de,' kata Anaya.
"Telimatasih aka, bak," kata Aina bahagia.
Ternyata Bahagia itu sederhana, cukup melihat orang yang kita sayang bahagia, Tuhan aku mohon semoga kebahagiaan kami tetap seperti ini selamanya ," kata Aira.
__ADS_1
"Aku ingin tak akan ada perpisahan antara kami , Meski kami bukan sedarah dan sekadung tapi kami akan selalu bersama, aku bahagia Tuhan jangan rengut kebahagiaan ini ", batin Anaya.
Aku bisa senang Melihat Anak-anak ku akur, meski Ai dan Al bukan yang keluar dari rahim ku, tapi aku anggap mereka anak aku sendiri," batin Mita.