Kau Akan Menyesal

Kau Akan Menyesal
Memaaf kan


__ADS_3

"pa Cokro apa *kah kau ingat dengan perkataan mu dulu terhadap keluarga Marvin, kalau keluarga Marvin dan kaya kau akan jadi tukang kebun dan Istri dan anak-anak mu jadi pembantu," kata Mita.


"Aku inggat itu, tapi aku tak tau sekarang di mana keluarga itu tinggal, aku cuma ingin meminta maaf bila bertemu," kata Pa Cokro tulus.


"Ini lah anak gadis yang kau hina dulu pak Cokro, aku menagih utang mu, kau jadi tukang kebun, Istri dan anak-anak mu jadi pembantu tanpa gaji ," kata Mita dan melepaskan kacamata hitam bertengkar di matanya.


"Aku mohon maaf kan aku dan keluargaku, aku akan tetap menjadi tukang kebun mu, dan istri dan anak-anak aku menjadi pembantu meski tak di gajih," kata Pak Cokro.


Ingat Mita memaafkan lebih indah, Tuhan aja bisa memaafkan manusia, apalagi kita yang cuma manusia," batin Mita.


"Pak Cokro, apakah kau sungguh menyesal perbuatan mu," kata Mita.


"Iya aku benaran minta maaf," kata Pak Cokro.


"Aku memaafkan mu pak , datang lah besok buat bekerja ," kata Mita.


"Makasih nak, Mita," kata Pak Cokro.


"Kami pulang dulu pak," kata Mita dan menyemat uang 2 ratus ribu di tangan pak Cokro.


"Untuk apa ini neng?" tanya pak Cokro.


"Buat ongkos rokok mu pak," kata Mita.


"Tidak neng, tak usah," kata Pak Cokro.


"Terima aja pak ," kata Mita.


Mereka pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju mobilnya.


" Kita menuju rumah dulu buat mengambil sedikit perabot biar sisanya mas Rian dan Herman," kata Mita.


"Iya Mbak ," kata Risa.


Sesampai mereka di depan rumah orang tua Mita Mereka di kejutkan kedatang Ariya dan Vanya.


"Mita aku mau kau membagi harta Gono gini kita," kata Ariya.


"Harta Gono gini yang mana mas," kata Mita.

__ADS_1


"Rumah, Cafe dan toko," kata Ariya.


"Apa mas yakin aku bangun Cafe sama toko uang dari mas?" tanya Mita dingin.


"Iyalah, dari mana lagi kamu dapat uang kalau tak dari mas Ariya," kata Vanya .


"Diam kau aku tak bertanya dengan mu," kata Mita sengit.


"Apa mas pernah kasih aku uang selama kita berumah tangga?" tanya Mita.


Ariya terdiam, dia inggat selama mereka berumah tangga tak pernah dia memberikan Mita uang tapi karena keegoisan dan demi ambisi mendapat toko Mita yang maju, Cafe dan rumah mewah.


"Dengar baik-baik Ariya Wiraguna, kau tak pernah memberikan aku nafkah uang selama hidup aku bersama mu, aku sering lapar dan haus tertahan karena uang mu kau beri pada Ibu dan Istri baru mu," kata Mita.


"Iyalah mas Ariya memberikan aku uang justru aku kan cantik dan muda, kuat melayani di atas ranjang dan tak jelek," kata Vanya.


"Dasar Lac***," kata Hesti berapi-api.


"Kamu tau mas aku bangun Cafe bukan murni yang aku sendiri, punya kami 4 ," kata Mita.


"Siapa ?" Ariya ingin tau.


" Mana mungkin," kata Ariya.


"Tapi itu kenyataanya," kata Hesti.


"Kalau toko?" tanya Ariya.


"Uang bapa yang di tabung dari dulu dan aku sedikit menambah nya ," kata Mita.


" kamu dari mana uang banyak jangan-jangan kau menjual Di**"," kata Vanya.


"Maaf aku dapat Uang halal, bukan dengan cara selingkuh dengan suami orang atau jadi pelakor perebut milik orang," kata Mita sengit.


"Kalau rumah mu?" tanya Ariya.


"Itu suami aku yang bangun," kata Mita.


"Bukan suami mu seorang supir, kenapa bisa bangun rumah sebesar itu dan terkesan mewah," kata Vanya.

__ADS_1


"Siapa bilang, suami aku seorang sopir ," kata Mita.


"Banyak orang bilang, bahkan tetantang sini mengatakan kalau suami kau seorang Supir yang di pimpin oleh Fahmi pranomo, kekasih adik sepupu aku," kata Vanya.


"Pantas sepupu sama-sama pelakor," kata Hesti.


"Asal kamu tau, Suami aku tak sopir," kata Mita.


..."Dan kekasih adik ipar mu adalah suami aku, inggat aku akan perhitungan Uang ku, harta benda dan segala yang di poroti Adik sepupu mu harus bayar dan ingat kalau berani kabur akan berat urusanya ," kata Hesti....


"Pelakon aja bangga ," kata Risa yang diam di belakang .


"Kenal kan mbak Aku Ralissa Putri Wijaya adik dari pemilik perusahaan batubara di Buhot jaya, Memiliki Mall di Kalimantan tengah, dan aku seorang dokter dan pemilik tempat wisata di kukum dan sungai gohong," kata Risa.


"Jadi suami mu gak supir Mit?" tanya Mas Ariya.


"Tidak suami aku memiliki pusat perbelanjaan di Kalimantan tengah, punya sekolah SMK 2 lingkai," kata Mita.


"Sebelum kalian di penjara cepat lah pulang dan hapus dari otak mu pembagian harta Gono gini ya," kata Hesti.


"Tapi Mita dapat nulis waktu bersama aku jadi dia harus membagi uang nya adalah milik suami dan uang suami milik Ibu," kata Ariya.


"Peraturan dari mana itu," Kata Hesti .


"Peraturan dari Hongkong," kata Risa.


"Mas kamu harus kembali ***** sama ibu mu, karena kau bayi yang baru lahir," kata Hesti.


"Kau kurang ajar," kata Herman geram .


"Kamu yang kurang ajar karena tak ada malu menuntut hak mu," kata Hesti.


"Pakk, Mulut Hesti di tampar ,"oleh Vanya


"Berani ya kau wanita setan," kata Hesti geram.


Hesti kesetanan dan menampakkan, menginjak dan sebagainya. Hesti sampai lupa kalau dia hamil.


"Ingat kan kepada saudara mu tunggu ku atang," kata Hesti*..

__ADS_1


__ADS_2