
"Mamah jaga ***kondisi ya," kata Rian.
"Iya pah," kata Mita.
"Lisa kamu jaga Mbak mu, jangan sampai membuat dia kelelahan ," kata Rian.
"Baik komandan," kata Lisa.
"Awas sampai lecet, ku pecat kau jadi pengawal istri aku," kata Rian.
"Perduli amat," kata Lisa.
"Jatah uang jajan mu tak ada," kata Rian.
"Mamah ada," kata Lisa.
"Aku larang mah kasih kamu jajan," kata Rian.
"Cari suami biar ada yang ngokos," kata Lisa.
"Siapa yang mau sama kamu yang bulok begitu," kata Rian.
"Banyak lah," kata Lisa.
"Paling orang buta," kata Rian.
"Gak lah," kata Lisa.
"Stop, mas kamu berangkat sana kalau di sini kalian dua terus aja beratam ," kata Mita.
"Gimana gak ribut punya adik gak ada aktlak ," kata Rian.
"Mana ada kakak yang duluan," kata Lisa.
"Udah mas berangkat sana," kata Mita.
"Kamu ngusir suami mu," kata Rian.
"Bukan gitu, kan Fahmi udah lama menunggu di depan mas," kata Mita.
"Yaudah, anak-anak pada kemana ya mah?" tanya Rian.
"Di kamar mereka mungkin," kata Mita.
"Rian pun menuju kamar anak-anak tapi gak ada.
"Gak ada mah," kata Rian.
" Cariin Lis," kata Mita.
"Iya Mbak," kata Lisa.
"Kamu tau aja mas mu," tak akan berangkat kalau gak pamit kepada mereka ," kata Mita.
"Aira, Ali, Kanaya, pah kalian mau berangkat bekerja, mau pamit sama kalian," kata Lisa.
"Tante, kakak Aira kalahi sama anak tetangga," kata Ali.
"Kok bisa kelahi ," kata Lisa.
"Karena mereka menghina kami Tan," kata Ali.
"Yaudah mana kakaknya, bang," kata Lisa.
"Sana, Tan ," kata Ali.
"Ai kenapa ribut sama orang lain," kata Lisa.
"Mereka menghina kami Tante," kata Aira.
"Yasudah saling memaafkan sedan tak baik begitu juga menghina," kata Lisa.
"Maaf kan aku," kata Aira.
"Maafkan mereka juga, aku Anisa", kata gadis yang berkuncir kuda.
"Iya kami maaf kan ," kata Aira.
"Anisa Kenapa minta maaf sama mereka orang kaya, mereka itu menghina dan menguna uang mereka untuk menindas orang susah," kata Teman Anisa yang lain.
__ADS_1
"Teman tak semua orang kaya yang menindas dan semaunya pada orang lain buktinya, Pak Rian Wijaya yang punya perusahan batu bara di bohut sering mengasihkan kita santunan di saat kita kena dampak banjir dan kebakaran," kata Anisa.
"Iya kalau itu kita tau, kalau mereka ni mana tau menindas kita," kata Teman Anisa lagi.
"Sudah semua bubar, Ai papah mu mau berangkat kerja ," kata Lisa.
"Ayo Tan," kata Aira.
"Ayo," kata Lisa.
"Ali sama Kanaya mana Tan?" tanya Aira.
" Duluan merek ," kata Lisa.
Sesampai di rumah, Aira memeluk papahnya tapi bukan pelukan yang di berikan papahnya, tapi malah telinganya yang di tarik.
"Au sakit papah," kata Aira.
"Kenapa kamu kelahi?" tanya Rian.
"Mereka yang duluan pah menghina kami," kata Aira.
"Kalau mereka menghina pas aja kalian balas pah setuju kepada kalian," kata Rian.
"takk kening Rian di jitak mengajar anak yang benar mas," kata Rian.
"Terus gimana mereka menghina, jadi harus di balas kok mah," kata Rian.
"Aira, kalau orang menghina jangan di balas sayang tapi diam aja dan ajak dia berteman," kata Mita.
" Gak bisa begitu," kata Rian.
"Mas, kamu mau anak mu egois dan menjadi mau menang sendiri, dan tak perduli sama orang sekitar nya ," kata Mita.
"Benar juga, nanti dia tak perduli lingkungan ," kata Rian.
"Ya sudah pah berangkat kerja sana anak-anak ada mamah yang mengurus nya di rumah ," kata Mita.
"Iya mah, jaga kesehatan ya, Si jaga mamah mu," kata Rian.
"Siap komandan," kata Aira.
"Jangan sampai lecet gak papah kasih kamu uang jajan," kata Rian.
"Ahhh maaf," kata Rian.
"Liat papah mu Ai, nanti kalian di tendang olehnya," kata Lisa bercanda.
"Biarin ada mamah juga ," kata Aira.
"Udah ayo masuk ," kata Mita.
"Mah mau jajan," kata Ali.
"Oh mau jajan Abang tampan," kata Mita.
"Iya mah, gak ada yang di makan ," kata Ali.
"Eh gerong perut aja yang di urus sana cuci piring", kata Lisa bercanda.
"Tante kan ada," kata Ali.
"Enak aja," kata Lisa.
"Udah ini uang jajannya," kata Mita.
"Mah, pah lama gak?" tanya Aira .
"Gak juga kenapa emang nya nak," kata Mita.
"Aku takut papah kaya dulu 3 bulan sekali baru pulang," kata Aira.
"Sekarang mana bisa papah mu seperti itu Ai ada mamah mu," kata Lisa.
"Papah sekarang paling 1 Minggu sayang, papah gak mau jauh dari kalian ," kata Mita.
"Di ketika asik ngobrol suara Chat dari hp Lisa .
"Lis, ketemuan Yo," kata Herman.
__ADS_1
"Ngapain, nanti pacar mu marah," kata Lisa.
"Gak ada yang marah," kata Herman.
"Kamu kan kerja hari ini," kata Lisa.
"Eh dodol hari ini Minggu," kata Herman.
"Jam berapa kita ketemuan?" tanya Lisa.
"Jam 7 malam di pondok bulan ," kata Herman.
"Kamu jemput aku atau aku sendiri," kata Lisa.
"Aku yang jemput," kata Herman.
"Oke," kata Lisa.
Jam 6 Lisa sudah bersedia menunggu Herman menjemput nya.
"Kamu mau kemana de?" tanya Mita.
"Mau makan malam bersama dengan Herman, ka," kata Lisa.
"Oh yaudah hati-hati," kata Mita.
"Ya ka," kata Lisa.
Jam menunjukkan jam 7 lewat 15 menit, baru lah Herman datang.
"Udah siap?" tanya Herman.
"Udah kok," kata Lisa.
30 menit perjalanan akhirnya mereka berdua pun sampai.
"Kamu mau pesan apa Lis?" tanya Herman.
" Sama in aja," kata Lisa.
"Oke lau gitu," kata Herman.
"Ayam pangang madu, sate ayam dan es buah ," kata Herman.
" Iya tunggu sebentar ya, tuan," kata Pelayan.
"Iya," kata Herman.
"Lis, ada yang aku omongi sama kamu," kata Herman.
"Apa ?" tanya lisa.
"Apa kau di kota ada kekasih?" tanya Herman.
"Tak ada," kata Lisa.
"Benar, tak ada," kata Herman.
"Benar, buat apa aku berbohong," kata Lisa.
"Iya juga, apakah kamu mau menjadi kekasih aku," kata Herman dengan menyerahkan sebuket bunga.
"Apa benar yang kamu katakan, apa kekasih mu mau di simpan di mana," kata Lisa.
"Kekasih yang mana ?" Tanya Herman.
"Bukan kah kamu ada kekasih," kata Lisa.
"Gak ada kok," kata Herman.
"Tapi kau ngomong ke ka Mita kalau kau ada kekasih," kata Lisa.
"Itu kamu," kata Herman.
"masa ," kata Lisa.
"Benar kok, kamu mau gak jadi kekasih aku," kata Herman.
"Iya aku mau," kata Lisa.
__ADS_1
"Aku cinta kamu lisa, meski ini terlalu cepat ," kata Herman.
"Aku juga mencintai mu," kata Lisa***.