
"***Andai dulu aku tak kasar dan selalu menghina Mita, mungkin aku menikmati masa tua aku bukan dengan kerja dapur seperti ini," batin Bu Siska.
Penyesalan memang datang terlambat, ibarat nasi menjadi bubur, kini Bu Siska menuai apa yang di perlakukan dulu pada Mita sekarang dia merasakan, dia tak akan makan bila tak akan bekerja, dia yang dulu sombong sekarang menerima belas kasih tetangga buat mencari makan dengan cara mengesok pakaian tetangga dan mencuci piring di warung.
Menantu yang di harap tak sesuai kenyataan, dia yang dulu mengang uang anak mantu, dan tak memberi sepeserpun kepada Mita, kadang Mita tak makan demi baktinya kepada mertuanya.
"Sungguh kejam aku dulu terhadap Mantu dan cucu ku bahkan aku tak mengagap Kanaya cucu ku,"batin Bu Siska.
Fabecak on.
5 Tahun yang lalu.
"Apa Ariya kamu mau menikah, dan kamu menikah dengan siapa?tanya Bu Siska.
"Aku ingin menikah dengan Mita anaknya Pak Budi dari desa Bu, anaknya manis, cantik dan Ayu ,dan dia terkesan menurut," kata Ariya.
"Kau boleh menikah tapi sederhana saja pemberkatan di gereja saja tak ada pesta karena uang aku tak ada ," kata Bu Siska.
"Tapi Bu," kata Ariya .
"Tak ada tapi-tapian," kata Bu Siska.
"Hari dan tanggal di tetapkan tak ada pesta hanya pemberkatan di gereja saja.
"Astaga Ariya ini rumah atau kandang Ayam," kata Bu Siska.
"Ibu diam ," kata Ariya.
" Tidak malam ini juga kalian harus ikut pulang, aku tak mau badan ibu semua sakit dan Pegal-pegal ," kata Ibu.
"Tapi Bu ,"kata Ariya.
"Tak ada tapi-tapian ," kata Ibu.
Pak Budi yang mengerti pun menyuruh anaknya buat berkemas dan memberikan nasehat.
"Mereka pun pulang ke kota malam itu juga.
"Eh kamu mulai sekarang kamu yang mengurus rumah dan ingat tak ada derama bangun pagi terlambat," kata Bu Siska.
Mita yang memang dari biasanya bangun pagi tak masalah dengan apa yang mertua katakan.
"Sayang jangan di ambil hati ya. perkataan Ibu," kata Ariya .
__ADS_1
"Iya mas," kata Mita.
Malam pun berganti pagi ini Mita memasak nasi goreng dan telur ceplok.
Semua orang pun sudah berkumpul di ruang makan .
" Apa cuma nasi goreng dan telur ceplok, kamu malas sekali jadi orang," kata Ibu.
"Sudah lah Bu kita kan belum belanja," kata Ariya.
"Itu-itu lah kamu memiliki istri yang punya malas nya tinggi, coba ke kompleks depan kan banyak orang dagang sayur, " kata Ibu.
"Mita kan baru di sini Bu," kata Ariya.
"Justru baru dia harus tau dan jalan - jalan buat lihat -lihat," kata Ibu.
"Bu dia kan orang baru disini," kata Ariya.
"Stop ngembela istri mu ," kata Ibu.
"Terserah ibu lah," kata Ariya.
Di saat Ariya berangkat kerja uang yang di beri Ariya di ambil semua oleh Ibunya Ariya.
" Kau tak boleh mengang uang banyak," Kata Bu Siska.
Hari-hari berlalu.
"Mana uang yang aku kasih masa sudah habis 5 juta itu cukup sebulan lebih, ibu juga aku kasih uang belanja ," kata Ariya.
"Tapi mas," kata Mita.
"Alah istri kamu tu boros Ariya, dia beli sana sini, makan aja di pesan, pegang hp terus a Ibu yang terus ngurus rumah ," kata Ibu.
"Tapi Bu ," kata Mita.
"Mita kenapa kau menyuruh Ibu mengurus rumah dan segalanya, makan di pesan segala apa kamu kira uang tak bisa habis apa," kata Ariya .
"Mas aku tak ada boros, uang aku 2 ratus sebulan dan itu segala ikan dan sayur dari situ ," kata Mita.
" Kamu jangan mengada-ada apa kamu gak bisa hitung uang sebanyak itu kamu kata 2 ratus ribu," kata Ariya.
"Tapi mas, uang aku," kata Mita terpotong karena mendegar jeritan mertua nya.
__ADS_1
"Awww Tolong Ariya Ibu sakit lambung lagi, ini gara-gara ibu gak ada makan, karena Mita tak masak," kata Ibu.
"Ibu di mana yang sakit ?" tanya Ariya.
"Di sini kata Ibu memegang lambung kirinya .
"Mita kamu dasar istri tak tau diri ya," kata Ariya.
"Mas aku terus masak sebelum kerja," kata Mita.
"Kerja apa kamu, apa kata orang istri seorang menejer keuangan di batu bara istrinya harus kerja.
"Kalau aku tak kerja makan apa kami mas," kata Mita Lancang.
"Paaak karena keborosan mu uang 5 juta habis," kata Ariya.
Aku tersenyum puas sangat puas melihat Ariya menyiksa Istri dan uang semuanya di beri aku tak perduli dengan keadaan Mita yang setiap hari baring tulang berjualan gorengan dan menggosok di tempat tetangga.
"Bu Siska kenapa si Mita mau aja jualan gorengan kan suaminya udah mapan ?" tanya Bu Kiki.
"Dia orangnya rajin Bu ," kata ku.
"Tapi kasian mana dia hamil lagi," kata Bu Mala.
"Biarin dia hamil bukan cucu aku," kata aku .
"Lalu anak siapa Bu," kata Bu Ema.
"Anak mantan pacarnya, dia yang nyuruh anak aku buat menutup kehamilanya," kata ku.
"Ibu-ibu pun berbisik dan termakan perkataan aku.
"Emang enak kau Mita ," kata Ku jahat .
"Ku akui kalau Mita adalah menantu yang tangguh dan kuat dia rela apa pun yang aku lakukan dia tetap bertahan, tapi di saat Ariya membawa Vanya itulah membuat dia tak sanggup lagi menghadapi kenyataan ini, dan minta cerai.
"Aku jahat pada menantu aku dan ini karmanya bagi aku.
Mulai saat itu tak ada lagi yang mau pakaian nya di gosok Mita, takut suaminya di ambil, Mita berjualan aja menutup kekurangan kami, tapi siapa sangka dia yang aku pandang hina telah mampu menabung sedikit demi sedikit uang dari hasil gorengan nya , dan aku tak menyangka dia begitu pintar cari uang dengan cara menulis di alpikasi yang berbayar.
" 3 tahun sudah pernikahan mereka di mana Ariya yang membawa Vanya kerumah ini lantaran mengadung aku juga dok mendengar nya , tapi aku dengan tangan terbuka menerima Vanya karena anak orang kaya, tapi siapa sangka itu adalah awal kehancuran hidup dan kesombongan ku.
Vanya yang cantik, pintar dan berpendidikan tak seindah yang dia miliki hatinya, dia kejam dan begis, dia tak mau melihat aku sebagai ibu mertua, uang tak pernah di beri lagi, di rumah aku layak pembantu atau Baby Sister .
__ADS_1
Mita dulu selalu menghormati aku, Kanaya terus di bawa kemana kalau jualan gorengan, ini Vanya jalan-jalan dia tak pernah membawa Zia.
Kasian cucu aku yang malam 2 tahun terlahir kedunia dia pun tak pernah merasa kasih sayang seorang Ibu***.